ANALISIS PENERAPAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA MATERI IPAS
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v4i4.4526Keywords:
HOTS, Perangkat Pembelajaran, IPAS, Keterampilan Berpikir Kritis, Sekolah DasarAbstract
This study aims to analyze the implementation of learning devices based on Higher-Order Thinking Skills (HOTS) in the Integrated Science and Social Studies (IPAS) subject for grade IV at SDN Gugus V Ampenan. This research uses a descriptive qualitative approach with observation, interviews, and document analysis methods to collect in-depth data. The results show that the design of HOTS-based learning devices in grade IV at SDN Gugus V Ampenan is in accordance with curriculum standards and successfully integrates critical and creative thinking skills in the learning process. The implementation of HOTS-based learning devices in the classroom demonstrates that problem-based learning methods and group discussions are effective in encouraging students to think analytically and innovatively. Supporting factors for the implementation of HOTS include teacher readiness, relevant learning resources, and active student participation. However, some hindering factors include time limitations and differences in students' initial abilities. In conclusion, the implementation of HOTS-based learning devices in grade IV at SDN Gugus V Ampenan positively contributes to the development of students' higher-order thinking skills, but improvements are needed in time management and adaptation of lessons for students with varying abilities.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan perangkat pembelajaran berbasis keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SDN Gugus V Ampenan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan analisis dokumen untuk menggali data yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain perangkat pembelajaran berbasis HOTS di kelas IV SDN Gugus V Ampenan sudah sesuai dengan standar kurikulum dan mampu mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis dan kreatif dalam proses pembelajaran. Implementasi perangkat pembelajaran berbasis HOTS di kelas menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis masalah dan diskusi kelompok efektif dalam mendorong siswa untuk berpikir analitis dan inovatif. Faktor pendukung penerapan HOTS meliputi kesiapan guru, sumber daya pembelajaran yang relevan, dan keterlibatan siswa yang aktif. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat seperti keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan awal siswa. Kesimpulannya, penerapan perangkat pembelajaran berbasis HOTS di kelas IV SDN Gugus V Ampenan berkontribusi positif terhadap pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, namun perlu adanya peningkatan dalam pengelolaan waktu dan adaptasi pembelajaran untuk siswa dengan kemampuan beragam.
References
Aisyah, S. (2020). Peran Perangkat Pembelajaran dalam Manajemen Kelas. Jurnal Pendidikan, 12(1), 45-56.
Aisyah, S., & Badrudin, B. (2019). Manajemen kepemimpinan kepala sekolah efektif pada sekolah inklusif. Jurnal Isema?: Islamic Educational Management, 1(1), 67–76. https://doi.org/10.15575/isema.v1i1.4986
Arifianti, U. (2020). Project-Based Learning dalam pembelajaran IPA. SHEs: Conference Series, 3(3), 2079-2082.
Cahyawati, R., & Sholeh, M. (2020). Pengaruh Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan Manajemen Kelas Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMP Negeri 28 Surabaya. Jurnal Inspirasi Manajemen Pendidikan, 8(2), 101–108.
Damayanti, S., et al (2022). Efektivitas penggunaan media edutoys berbasis HOTS terintegrasi karakter tema 6 panas dan perpindahannya. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 6(4), 1418-1419.
Dewi, F. S., et al (2022). Analisis higher order thinking skills pada pembelajaran IPA Kelas V SD Negeri Tunggulsari 2 Surakarta. Jurnal PGSD, 10(1), 6–10.
Driana, E., & Ernawati, E. (2019). Teachers’ understanding and practices in assessing higher order thinking skills at primary schools. ACITYA Journal of Teaching & Education, 1(2), 110–118. https://doi.org/10.30650/ ajte.v1i2.233
Dua, A., et al (2024). Partisipasi dan Keaktifan Berdiskusi Peserta Didik dalam Pembelajaran Sains melalui Pembelajaran Berbasis Diskusi Kelompok Kecil. Jurnal Pendidikan Sains, 12(3), 359-370. https://journal.unwira.ac.id/index.php/JBIOEDRA/article/download/3013/1121/
Ilham, R. N., & Soleh, M. (2024). Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Diskusi untuk Meningkatkan Partisipasi Aktif Peserta Didik dalam Pembelajaran Sains. Jurnal Pendidikan Sains, 12(3), 359-370. https://journal.unwira.ac.id/index.php/JBIOEDRA/article/download/3013/1121/
Indraswati, D., et al (2020). Critical thinking dan problem solving dalam pembelajaran ips untuk menjawab tantangan abad 21. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 7(1), 12–28. https://doi.org/10.31571/sosial.v7i1.1540
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2017). Cooperative Learning and Teaching Citizenship in Democracies. International Journal of Educational Research, 82, 187-193. https://doi.org/10.1016/j.ijer.2017.02.013
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2017). The Impact of Problem-Based Learning on Student Engagement and Collaboration. Educational Research Review, 16, 123-138.
Mastina, & Setyaningrum, V. (2024). Pengaruh Model Pembelajaran Read, Answer, Discuss, Explan, Create terhadap Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Edukatif?: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(1), 487–498.https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i1.6285Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design Choosing Among Five Approaches (4th Edition ed.). California: Sage Publishing.
Pra wiyogi, A. G., et al (2021). Penggunaan media big book untuk menumbuhkan minat membaca di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(1), 446–452. https://doi.org/10.31004/ basicedu.v5i1.787
Rahman, A., & Fuad, M. (2020). Keterbatasan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi dalam Implementasi HOTS. Jurnal Teknologi Pendidikan, 8(2), 75-89.
Sammons, P., et al (2014). Key Characteristics of Effective Schools: A Review of School Effectiveness Research. International School Effectiveness and Improvement Research, 2(1), 3-24.
Simbolon, J., et al (2021). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis HOTS Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Critical Thinking dan Self-Confidence. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(3), 2503–2514.
Soleh, M., et al (2024). Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Diskusi untuk Meningkatkan Partisipasi Aktif Peserta Didik dalam Pembelajaran Sains. Jurnal Pendidikan Sains, 12(3), 359-370. https://journal.unwira.ac.id/index.php/JBIOEDRA/article/download/3013/1121/
Widihastuti, O. (2015). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Jurnal Edukasi Matematika, 6(1), 45–56.
Yulianto, D., & Maryam, S. (2023). Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) Siswa Sekolah Dasar Negeri Dalam Menyelesaikan Soal Ak?: Studi Kasus Di Kabupaten Lebak Banten. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika V (Sandika V),
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













