ANALISIS PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH SMA NEGERI
DOI:
https://doi.org/10.51878/secondary.v5i3.6333Abstract
The principal plays a central role in the successful implementation of the Merdeka Belajar Curriculum as part of educational transformation at the school level. This study aims to explore in depth the role of the principal in implementing the curriculum at SMAN 1 Cicurug, including the supporting and inhibiting factors that influence the process. A descriptive qualitative approach was employed, using data collection techniques such as field observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that the principal actively functions as an educator, supervisor, and strategic leader in facilitating the school's adaptation to the new curriculum. These efforts are reflected through teacher training programs, regular supervision, and the provision of learning infrastructure. The principal also fosters strong communication with teachers through scheduled meetings to evaluate the implementation progress. Nevertheless, several challenges remain, particularly related to teachers' limited understanding of differentiated instruction and the lack of parental involvement. Overall, the leadership demonstrated by the principal of SMAN 1 Cicurug is considered effective, supported by school-wide collaboration and responsive educational policy frameworks.
ABSTRAK
Kepala sekolah memegang peran sentral dalam keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sebagai wujud transformasi pendidikan di satuan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran kepala sekolah dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Cicurug, termasuk faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi proses tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan aktif sebagai pendidik, supervisor, dan pemimpin strategis dalam mendorong adaptasi kurikulum baru. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pelatihan guru, supervisi rutin, serta fasilitasi sarana dan prasarana pendukung pembelajaran. Kepala sekolah juga menjalin komunikasi intensif dengan guru melalui pertemuan berkala guna mengevaluasi progres implementasi. Meskipun demikian, tantangan tetap dihadapi, seperti keterbatasan pemahaman guru terhadap pendekatan pembelajaran berdiferensiasi serta kurangnya keterlibatan orang tua. Secara keseluruhan, kepemimpinan kepala sekolah di SMAN 1 Cicurug dinilai berjalan optimal berkat kolaborasi antarwarga sekolah dan dukungan kebijakan pendidikan yang adaptif.
Downloads
References
Aini, D. K. (2020). Merdeka Belajar Dalam Pandangan Ki Hadjar Dewantara Dan Relevansinya Bagi Pengembangan Pendidikan Karakter. Jurnal Filsafat Indonesia, 03, 98.
Asyari, S. (2020). Supervisi Kepala Madrasah Berbasis Penilaian Kinerja sebagai Upaya Peningkatan Profesionalitas Guru. JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management, 2(1), 27–40. https://doi.org/10.35719/jieman.v2i1.14
Baro’ah, S. (2020). Kebijakan Merdeka Belajar Sebagai Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan. Jurnal Tawadhu, 4(1), 1063–1073.
Bungawati. (2020). Peluang dan Tantangan Kurikulum Merdeka Belajar Menuju Era Society 5.0. Jurnal Pendidikan, 31((3)), 381–388.
Gede, dan N. K. S. S. (2021). Pelaksanaan Administrasi Dan Pola Pemberdayaan Masyarakat Dalam Menghadapi Covid 19. Jurnal Widya Publika, 09(02), 30–37.
Guruh, M. (2018). Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Guru Pada Smk Kartika X-2. Jenius (Jurnal Ilmiah Manajemen Sumber Daya Manusia), 2(1), 1–8.
Gunawan, Imam. (2014). Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara.
Mustaghfiroh. (2022). Konsep “Merdeka Belajar” Perspektif Aliran Progresivisme John Dewey. Jurnal Studi Guru Dan Pembelajaran, 03.
Rapang, R., Yunus, M., & Apriyanti, E. (2022). Peran Kepala Sekolah dalam menerapkan Peraturan-Peraturan di Sekolah Dasar. Edukatif?: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(3), 3419–3423. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i3.2596
Savitri, A. S., Rahma, A. N., Kultsum, U. W., & Prihantini, P. (2022). Peran Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin dalam Pengelolaan Pendidikan pada Satuan Pendidikan. Aulad: Journal on Early Childhood, 4(3), 329–336. https://doi.org/10.31004/aulad.v4i3.245
Sugihartono. (2013). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
Syarif, H. M. (2018). Pengaruh Komunikasi Interpersonal dan Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru. Jurnal Media Akademika, 26(1). journal.iainjambi.ac.id/index.php/mediaakademika/article/viewFile/55/48
Triwiyanto, T. (2015). Pengantar Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Widyastuti, A. (2022). Merdeka Belajar dan Implementasinya. Jakarta: Elex Media Komputindo / Kompas Gramedia.
Yasmin, M. S. (2020). Pembangunan Pendidikan Merdeka Belajar. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 4(1), 13–126.
Zahra, N.Z., & Putri, S. (2016). Supervisi Akaademik Kepala Sekolah Madrasah Dalam Kinerja Guru: Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah(MI) fathul Ulum Poteran Talango Sumenep Jakarta. Jurnal Pendidikan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














