PEMAHAMAN DAN PERSEPSI SISWA SEKOLAH MENENGAH TERHADAP ISU KESEHATAN MENTAL SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PERILAKU SEHARI-HARI
Keywords:
Kesehatan mental, persepsi siswa, pemahaman remaja, prilaku adaptif, literasi kesehatan mentalAbstract
ABSTRACT
This study aims to describe secondary school students' understanding and perceptions of mental health issues and their impact on daily behavior. The method used was indirect descriptive qualitative, with data collection through open-ended questionnaires and reflective documents that were thematically analyzed. Participants consisted of purposively selected junior and senior high school students. The results showed that students' understanding of mental health still varied, mostly limited to negative definitions such as “not stressed” or “not crazy”. Perceptions also show a tendency towards social stigma towards individuals who experience mental disorders. On the other hand, a small number of students showed a more open understanding, especially those who had personal or family experiences with mental health issues. These perceptions also influence the coping strategies students use in dealing with emotional distress, where students with positive perceptions tend to have more adaptive behaviors. Social media is their main source of information, although the validity of the content remains a challenge. This study recommends the importance of improving mental health literacy among adolescents through structured school, family, and media approaches.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman dan persepsi siswa sekolah menengah terhadap isu kesehatan mental serta dampaknya terhadap perilaku sehari-hari. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif tidak langsung, dengan pengumpulan data melalui angket terbuka dan dokumen reflektif yang dianalisis secara tematik. Partisipan terdiri dari siswa SMP dan SMA yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap kesehatan mental masih bervariasi, sebagian besar masih terbatas pada definisi negatif seperti “tidak stres” atau “tidak gila”. Persepsi yang berkembang pun menunjukkan adanya kecenderungan stigma sosial terhadap individu yang mengalami gangguan mental. Di sisi lain, sebagian kecil siswa menunjukkan pemahaman yang lebih terbuka, terutama mereka yang memiliki pengalaman pribadi atau keluarga dengan isu kesehatan mental. Persepsi tersebut turut memengaruhi strategi koping yang digunakan siswa dalam menghadapi tekanan emosional, di mana siswa dengan persepsi positif cenderung memiliki perilaku yang lebih adaptif. Media sosial menjadi sumber utama informasi mereka, meskipun keabsahan kontennya masih menjadi tantangan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan literasi kesehatan mental di kalangan remaja melalui pendekatan sekolah, keluarga, dan media yang terstruktur.
References
Astuti, Y., & Prasetyo, R. A. (2021). Pemahaman Remaja terhadap Kesehatan Mental dan Implikasinya dalam Pendidikan Sekolah. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 7(2), 89–101. https://doi.org/10.21009/JPPK.072.07
Azizah, N. L., & Sari, R. P. (2022). Persepsi Siswa SMA terhadap Gangguan Mental: Kajian Fenomenologis. Jurnal Psikologi Insight, 14(1), 55–65. https://doi.org/10.31294/psiinsight.v14i1.1023
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Kesejahteraan Rakyat Indonesia 2023. Jakarta: BPS.
Cahyani, R., & Hamid, A. (2020). Pengaruh Literasi Kesehatan Mental terhadap Perilaku Remaja di Sekolah. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 12(1), 21–28. https://doi.org/10.14710/jkmi.12.1.21-28
Damayanti, T., & Nugroho, F. (2021). Studi Deskriptif tentang Stigma Remaja terhadap Gangguan Mental. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia, 6(2), 110–118.
Fitriani, M., & Rachmawati, D. (2022). Peran Media Sosial dalam Edukasi Kesehatan Mental bagi Siswa Sekolah Menengah. Jurnal Komunikasi Digital, 4(1), 45–58. https://doi.org/10.31940/jkd.v4i1.4550
Gunawan, W., & Salim, R. (2023). Keterkaitan Antara Kecerdasan Emosional dan Kesehatan Mental Siswa. Jurnal Psikologi Humanis, 5(2), 77–88.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Pelayanan Kesehatan Jiwa di Sekolah. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.
Lestari, S. A., & Zulkarnain, A. (2021). Faktor yang Mempengaruhi Coping Stress pada Remaja di Lingkungan Sekolah. Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 13(2), 120–132.
Maulida, N. F., & Widyastuti, T. (2023). Studi Kualitatif Persepsi Remaja terhadap Kesehatan Mental di Era Digital. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(1), 30–42.
Oktaviani, M. (2021). Tingkat Literasi Kesehatan Mental pada Siswa Sekolah Menengah. Jurnal Psikologi Remaja, 2(2), 85–93.
Pratama, Y., & Kartika, S. (2020). Stigma Sosial terhadap Gangguan Mental di Kalangan Pelajar SMA. Jurnal Ilmu Pendidikan Sosial, 8(2), 56–66.
Putri, A. P., & Santoso, H. (2022). Analisis Kebutuhan Pendidikan Kesehatan Mental di Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 6(1), 101–112.
Rahayu, L., & Syahputra, R. (2023). Efektivitas Program Bimbingan Kesehatan Mental Berbasis Sekolah. Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan, 7(1), 74–85.
World Health Organization. (2021). Guidance on Mental Health Promotion in Schools. Geneva: WHO. https://www.who.int/publications/i/item/9789240031599
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nurul Ilmi, Maolinda Saqila, Jaukhari Ismail

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0














