HUBUNGAN POLA KELEKATAN AMAN ORANG TUA DENGAN KOMPETENSI SOSIAL REMAJA DI SMP NEGERI 5 KOTA GORONTALO
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i4.8106Keywords:
kelekatan aman, kompetensi sosial, remaja, orang tuaAbstract
Social competence is a crucial aspect of adolescent development, often influenced by the quality of emotional relationships with parents. The phenomenon of social problems among students, such as bullying and lack of active participation, necessitates an in-depth study of the influencing factors. This study aims to empirically analyze the relationship between secure parental attachment patterns and adolescent social competence at SMP Negeri 5, Gorontalo City. Using a quantitative correlational approach, the study involved 198 students selected through purposive sampling. Data were collected using the Secure Attachment Scale and the Social Competence Scale, which have been tested for validity and reliability. Statistical analysis using the Spearman Rank correlation test revealed a significant positive relationship between the two variables, with a correlation coefficient of 0.559 (p < 0.05). This finding indicates that the stronger the secure attachment between adolescents and their parents, the higher their social competence. The study's conclusions confirm that emotional support and positive communication within the family play a vital role as a foundation for developing adaptive social skills during adolescence.
ABSTRAK
Kompetensi sosial merupakan aspek krusial dalam perkembangan remaja yang sering kali dipengaruhi oleh kualitas hubungan emosional dengan orang tua. Fenomena permasalahan sosial di kalangan pelajar, seperti perundungan dan kurangnya partisipasi aktif, mendorong perlunya kajian mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris hubungan antara pola kelekatan aman (secure attachment) orang tua dan kompetensi sosial remaja di SMP Negeri 5 Kota Gorontalo. Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, penelitian melibatkan 198 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala Kelekatan Aman dan Skala Kompetensi Sosial yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel dengan koefisien korelasi sebesar 0,559 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin kuat kelekatan aman yang terjalin antara remaja dan orang tua, semakin tinggi pula kompetensi sosial yang dimiliki remaja tersebut. Simpulan penelitian menegaskan bahwa dukungan emosional dan komunikasi positif dalam keluarga berperan vital sebagai fondasi pembentukan keterampilan sosial yang adaptif pada masa remaja.
Downloads
References
Aini, D. K., Stück, M., Sessiani, L. A., & Darmuin, D. (2021). How do they deal with the Pandemic? The effect of secure attachment and mindfulness on adolescent resilience. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 6(1), 103. https://doi.org/10.21580/pjpp.v6i1.6857
Aprianti, N., Khotimah, H., & Sudrajat, H. (2025). Pengasuhan yang diberikan oleh ibu bekerja kepada anak terhadap perkembangan sosial anak usia dini: Studi literatur. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(1), 201. https://doi.org/10.51878/social.v5i1.4492
Ariffrianto, F., Hartanto, D., & Saputra, W. N. E. (2025). Tinjauan sistematis: Peran teknik modeling dalam layanan bimbingan kelompok untuk pencegahan bullying di kalangan siswa. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 789. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.5083
Caturulandari, C., Kur’ani, N., & Ramadhan, R. (2025). Studi perbandingan dampak pendidikan orang tua terhadap resiliensi siswa Madrasah Aliyah. Paedagogy: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 5(2), 339. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i2.5403
Dila, P., Nurlela, N., & Rahmawaty, I. (2025). Peningkatkan keterampilan sosial melalui layanan bimbingan kelompok teknik Problem Based Learning. Manajerial: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 5(1), 190. https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i1.4917
Dwistia, H., Sindika, S., Iqtianti, H., & Ningsih, D. W. (2024). Peran lingkungan keluarga dalam perkembangan emosional anak. Jurnal Parenting dan Anak, 2(2), 9. https://doi.org/10.47134/jpa.v2i1.1164
Egajaya, A. N., Barida, M., & Kumara, A. (2025). Efektivitas penggunaan buku cerita sebagai media biblioedukasi dalam menanamkan nilai antibullying pada siswa. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 755. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.4384
Febriansyah, F. (2025). Peran guru pembimbing dalam mencegah pelanggaran tata tertib siswa. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(1), 451. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i1.4639
Hayus, Z. S., & Iswinarti. (2024). Pengaruh pola asuh terhadap kematangan emosi remaja. Flourishing Journal, 4(4), 163. https://doi.org/10.17977/um070v4i42024p163-169
Izzaty, R. E., & Ayriza, Y. (2021). Parental bonding as a predictor of hope in adolescents. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 6(1), 77. https://doi.org/10.21580/pjpp.v6i1.7981
Jaya, Y. A. R., & Srinarwati, D. R. (2022). Peran orang tua dalam mencegah dan mengatasi penyimpangan perilaku remaja di Kampung Plemahan Surabaya. Mendidik: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran, 8(1), 94. https://doi.org/10.30653/003.202281.215
Pinilih, A. (2024). Hubungan antara durasi screen time dengan gangguan bahasa ekspresif anak di Klinik Tumbuh Kembang Anak Pelangi Hati. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 11(6), 1261. https://doi.org/10.33024/jikk.v11i6.15638
Pramudita, A., Nurfadillah, N., Jannah, M., & Riany, Y. E. (2024). Pengaruh kelekatan orang tua dan kecerdasan emosi terhadap agresivitas remaja. Indonesian Journal of Educational Counseling, 8(1), 62. https://doi.org/10.30653/001.202481.318
Sari, G. (2023). Stresor pubertas dan keterlibatan orang tua pada remaja. Diligentia: Journal of Theology and Christian Education, 5(1), 31. https://doi.org/10.19166/dil.v5i1.6504
Stern, J., Costello, M. A., Kansky, J., Fowler, C., Loeb, E. L., & Allen, J. P. (2021). Here for you: Attachment and the growth of empathic support for friends in adolescence. Child Development, 92(6). https://doi.org/10.1111/cdev.13630
Suatin, W., & Wijayanti, N. T. (2020, January 1). Peer attachment and child’s social competence. Proceedings of the 4th ASEAN Conference on Psychology, Counselling, and Humanities (ACPCH 2018). https://doi.org/10.2991/assehr.k.200120.068
Ti, S., Nurfia, Y. T., & Hadi, S. (2022). Realitas dinamika psikologi remaja dan permasalahanya persepektif Al-Qur’an. Sinda: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies, 2(3), 71. https://doi.org/10.28926/sinda.v2i3.659
Wongsokarto, J. W., & Kurniawan, W. (2025). Metode konseling Islam dalam mengatasi penyimpangan remaja (Studi kasus di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Kota Ternate). Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(4), 1536. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7139
Yuswita, D., Halim, A., & Sumianti, S. (2024). Penguatan profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam dalam mendukung diseminasi peningkatan nilai-nilai moral siswa pada jenjang SMP IT Al Kautsar Batam. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 4(3), 951. https://doi.org/10.53299/jppi.v4i3.669
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Megawaty Putri Hinta, Rahmawaty Parman, Fendi Ntobuo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













