DAMPAK STRICT PARENTS DI ERA DIGITAL BAGI PSIKOLOGI ANAK YANG MERANTAU: PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i4.8095Keywords:
strict parenting, mahasiswa rantau, psikologi, hukum keluarga Islam, era digitalAbstract
This study examines the psychological impact of strict parenting on migrant students in the digital era from the perspective of Islamic Family Law. Although intended to foster discipline, authoritarian parenting often creates fear, habitual lying, and identity crises. Using a qualitative approach, data were collected through questionnaires and in-depth interviews with five migrant students who experienced strict parenting, and analyzed thematically. The results show that strict parenting encourages students to adopt adaptive but unhealthy strategies, such as concealing activities and making independent decisions secretly, due to fear of punishment. Their self-esteem is also affected, as parents value results rather than effort. From the perspective of Islamic Family Law, this practice contradicts Islamic parenting principles, which emphasize compassion, fairness, and regarding children as a trust rather than objects of control. The study concludes that strict parenting may lead to long-term negative impacts, including the weakening of parents’ role as role models, and highlights the need for more balanced, humanistic, and Islamic approaches in the digital age.
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji dampak psikologis dari pola asuh ketat (strict parenting) pada mahasiswa rantau di era digital, ditinjau dari perspektif Hukum Keluarga Islam. Meskipun bertujuan menanamkan disiplin, pola asuh otoriter sering menimbulkan rasa takut, kebiasaan berbohong, serta krisis identitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara mendalam terhadap lima mahasiswa rantau yang mengalami pola asuh ketat, kemudian dianalisis dengan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh ketat mendorong anak mengembangkan strategi adaptasi yang kurang sehat, seperti menyembunyikan aktivitas atau mengambil keputusan secara diam-diam karena takut hukuman. Selain itu, harga diri mereka terpengaruh karena lebih dihargai dari hasil akhir dibandingkan usaha. Dari perspektif Hukum Keluarga Islam, praktik ini tidak sejalan dengan prinsip tarbiyah Islami yang menekankan kasih sayang, keadilan, dan penghargaan terhadap anak sebagai amanah, bukan objek kontrol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh ketat pada anak rantau di era digital berisiko menimbulkan dampak jangka panjang, termasuk hilangnya peran orang tua sebagai teladan.
Downloads
References
Hardie, B. (2024). Supervision, presence and knowledge: Clarifying ‘parental monitoring’ concepts within a model of goal-directed parental action. Theory and Society, 53(4), 855. https://doi.org/10.1007/s11186-024-09557-4
Hidayati, S. W., Muslikah, R., Munawaroh, H., Haryanto, S., & Salsabila, S. N. (2023). Parenting: Optimalisasi peran orang tua dalam membentuk elemen intrakulikuler anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3), 2839. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i3.3467
Juliana, R., & Anshori, I. (2023). The role of children in bridging the technological gap of parents: A social philosophy perspective in the digital era. Forum Ilmu Sosial, 50(2), 84. https://doi.org/10.15294/fis.v50i2.45803
Kambira, D. A. G., Makananging, N. A., & Oktasari, G. M. (2025). Implementasi pastoral konseling terhadap generasi Z dalam menghadapi tantangan di era digital. Atohema, 2(3), 62. https://doi.org/10.70420/atohema.v2i3.138
Kuppens, S., & Ceulemans, E. (2019). Parenting styles: A closer look at a well-known concept. Journal of Child and Family Studies, 28(1), 168–181. https://doi.org/10.1007/s10826-018-1242-x
Narto, M., & Yuni, L. A. (2025). Membangun keterikatan emosional jarak jauh bagi orang tua yang bekerja jauh dari rumah. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 5(4), 2969. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i4.4282
Nurjto, A. S., & Supardal, S. (2025). Strategi penanganan anak tidak sekolah (P-ATS) di Kabupaten Magelang: Meningkatkan akses dan kesadaran pendidikan. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 1006. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6961
Pinquart, M. (2017). Associations of parenting dimensions and styles with externalizing problems of children and adolescents: An updated meta-analysis. Developmental Psychology, 53, 873–932. https://doi.org/10.1037/dev0000295
Pinquart, M., & Kauser, R. (2018). Do the associations between parenting styles and adolescent outcomes vary by culture? Results of a meta-analysis. Cultural Diversity and Ethnic Minority Psychology, 24(1), 75–100. https://doi.org/10.1037/cdp0000149
Qonitatin, N., Faturochman, F., Helm, A., & Kartowagiran, B. (2020). Relasi remaja – orang tua dan ketika teknologi masuk di dalamnya. Buletin Psikologi, 28(1), 28. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.44372
Rahayu, Q. M., & Widiansyah, S. (2025). Pergeseran interaksi sosial dalam keluarga di era digital pada mahasiswa Pendidikan Sosiologi. Maharsi, 7(1), 39. https://doi.org/10.33503/maharsi.v7i1.1477
Ramadhani, M. F., Sulastri, S., & Syah, T. A. (2025). Hubungan antara social comparison dengan self esteem pada remaja di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Budi Mulya Muhammadiyah. Paedagogy: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 5(3), 1091. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i3.6786
Sembiring, M., Sitanggang, H. U., & Simbolon, E. (2025). Penguatan kontrol diri siswa melalui pembelajaran pendidikan agama Katolik. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(3), 1314. https://doi.org/10.51878/learning.v5i3.6640
Sulaimawan, D., & Nurhayati, S. (2023). Fitrah-based parenting education training to improve parents’ knowledge of nurturing children’s fitrah in the digital age. Kawanua International Journal of Multicultural Studies, 4(1), 59. https://doi.org/10.30984/kijms.v4i1.587
Syamsurizal, R. H. (2025). Bakti kepada orang tua dalam tinjauan hadis shahih: Upaya menguatkan karakter generasi Z di era digital. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(4), 1891. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7822
Tangkin, W. P., Fauziah, P. Y., & Silitonga, B. N. (2025). Parenting in the digital era: Indonesian parents’ adaptation to technology. Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science, 7(2), 804. https://doi.org/10.52208/klasikal.v7i2.1418
Wahyuni, I., & Lestari, Y. I. (2020). Urgensi Islamic parenting dalam mengembangkan karakter religius remaja. Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi. https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/Psikobuletin/article/view/25753
Wijaya, A. S., & Nugroho, N. (2021). Dampak gawai terhadap perkembangan anak usia pra sekolah pada masa pandemi Covid-19. Jurnal Keperawatan Silampari, 5(1), 103. https://doi.org/10.31539/jks.v5i1.2667
Wongsokarto, J. W., & Kurniawan, W. (2025). Metode konseling Islam dalam mengatasi penyimpangan remaja (studi kasus di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Kota Ternate). Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(4), 1536. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7139
Y?lmaz, Y., Artan, T., Gurbanova, F. C., & Aliyeva, N. (2025). From the nest to the world: Helicopter parenting and challenges in young adult social integration. Frontiers in Psychology, 16. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2025.1432859
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muhammad Fadlan Ramadhani, Teguh Dwi Cahyadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













