RELASI SEMANTIK PARADIGMATIS KOSAKATA DHAPUR KERIS JAWA KOLEKSI PAGUYUBAN MEGALAMAT TUBAN

Authors

  • Sheril Galih Servianto Universitas Negeri Surabaya
  • Sugeng Adipitoyo Universitas Negeri Surabaya
  • Ahmad Rizky Wahyudi3 Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.51878/language.v4i3.5158

Keywords:

Semantik Paradigmatis, Kosakata, Keris, Dhapur, Tuban

Abstract

ABSTRACT

The vocabulary in the domain of traditional Javanese weapons, specifically dhapur or the form of a keris, is part of a distinctive and structured local knowledge system. This study aims to describe the paradigmatic semantic relations among the vocabulary of dhapur keris from the Paguyuban Megalamat Tuban collection and to explain the hyponym-hypernym structures formed within it. A qualitative-descriptive approach was employed, with data collected through direct observation of keris collections and terminology documentation from the community. A total of 34 dhapur keris terms were compiled, consisting of 13 straight keris forms and 21 luk (curved) forms. The data were analyzed using paradigmatic semantic relation theory and componential analysis to uncover the semantic relationships among the vocabulary within one lexical field. Dhapur vocabulary was mapped as a hypernym that encompasses keris shape terms as hyponyms. Each hyponym occupies a more specific semantic position within the lexical hierarchy. The results reveal a fixed, systematic, and exclusive semantic structure in the cultural context of Javanese keris. This study concludes that dhapur vocabulary reflects the conceptual system of Javanese society and holds potential for further development in cultural linguistic studies and the preservation of traditional terminology.

ABSTRAK

Kosakata dalam ranah senjata tajam tradisional Jawa, khususnya dhapur atau bentuk keris, merupakan bagian dari sistem pengetahuan lokal yang bersifat khas dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi semantik paradigmatis antara kosakata dhapur keris Jawa koleksi Paguyuban Megalamat Tuban dan menjelaskan struktur hiponim-hipernim yang terbentuk di dalamnya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung terhadap koleksi keris serta pencatatan kosakata berdasarkan dokumentasi paguyuban. Sebanyak 34 kosakata dhapur keris berhasil dihimpun, terdiri dari 13 bentuk keris lurus dan 21 bentuk keris luk. Data dianalisis dengan teori relasi semantik paradigmatis dan analisis komponen makna untuk mengungkap hubungan makna antar kosakata dalam satu medan leksikal. Kosakata dhapur dipetakan sebagai hipernim yang menaungi kosakata-kosakata bentuk keris sebagai hiponim. Setiap hiponim menempati posisi makna yang lebih spesifik dalam hierarki sistem leksikal. Hasil penelitian menunjukkan adanya struktur makna yang tetap, sistematis, dan eksklusif dalam konteks budaya keris Jawa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kosakata dhapur mencerminkan sistem konseptual masyarakat Jawa yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut dalam kajian linguistik budaya dan pelestarian terminologi tradisional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Brown, C. H. (1976). Semantic Components, Meaning, and Use in Ethnosemantics. Philosophy of Science, 43(3), 378–395. https://doi.org/10.1086/288694

Chaer, A. (2007). Leksikologi dan Leksikografi Indonesia. Rineka Cipta.

Chaer, A. (2009a). Linguistik Umum. Rineka Cipta.

Chaer, A. (2009b). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia (Revisi). Rineka Cipta.

Ki Jaga Bedhug. (n.d.). Dhapur Keris Menurut Pakem Jawa. Scribd. Retrieved from https://id.scribd.com/document/667928207/DHAPUR-KERIS-MENURUT-PAKEM-JAWA

Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik (4th ed.). Gramedia Pustaka Utama.

Meranggi, Y. (2019). Introduction of Keris; an ancient weapon from Asian peninsula. Bali Tourism Journal, 3(1), 22. https://doi.org/10.36675/btj.v3i1.31

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.

Mulyono, E. A., & Widiyanti, R. (2023). Dhapur Keris Koleksi Paguyuban Megalamat Tuban: Kajian Hiponim dan Filosofinya. JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra, Bahasa, dan Budaya, 6(2), 123–135. https://journal.upgris.ac.id/index.php/jisabda/article/view/9355

Parera, J. D. (1991). Kajian Semantik. Erlangga.

Priyanto. (2013). Keris Sebagai Salah Satu Kebudayaan Materi. Jurnal Vokasi Indonesia, 1(1). https://doi.org/10.7454/jvi.v1i1.6

Rahyono, F. X. (2012). Santun berbahasa dan budaya: Telaah semantik dan pragmatik budaya Jawa. Wedatama Widya Sastra.

Rohman, F., & Laili, R. (2018). Keris Dalam Tradisi Santri Dan Abangan. Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 6(01). https://doi.org/10.21274/kontem.2018.6.01.79-98

Rydin, S. (2002). Building a hyponymy lexicon with hierarchical structure. Proceedings of the ACL-02 Workshop on Unsupervised Lexical Acquisition -, 26–33. https://doi.org/10.3115/1118627.1118631

Schulte im Walde, S. (2020). Distinguishing between paradigmatic semantic relations across word classes: human ratings and distributional similarity. Journal of Language Modelling, 8(1). https://doi.org/10.15398/jlm.v8i1.199

Setyadi, H. A., & Kuncoro, A. (2020). Expert system for identification dhapur of Java keris. International Journal of Scientific and Technology Research, 9(1), 1763–1767.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Susanto, H., & Antarani, D. (2024). Pemodelan objek budaya keris berbasis semantic web. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 11(1), 37–46. https://doi.org/10.25126/jtiik.20241116727

Vebrianto, B., Sulanjari, B., & Sunaryo. (2021). Makna dan fungsi penamaan dhapur keris yang mengandung nama tokoh dan pusaka wayang purwa. JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah serta Pengajarannya, 3(1), 11–21. https://doi.org/10.26877/jisabda.v3i1.9355

Wahyudi, A. R., & Zahroh, A. A. (2025). Penggunaan Kosakata Tumbuhan Herbal dalam Majalah Panjebar Semangat Tahun 2024 (Kajian Ekolinguistik). JOB (Jurnal Online Baradha), 21(1), 56–78. https://doi.org/10.26740/job.v21n1.p56-78

Wahyudi, A. R., & Adipitoyo, S. (2024). Diatesis Pasif Persona Pertama Tunggal dalam Tindak Tutur Lokusi Menjelaskan oleh Warga Sumberejo, Ambulu, Jember. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra Dan Budaya, 2(1), 80–93. https://doi.org/10.61132/morfologi.v2i1.292

Warto. (2016). Makna Desain Keris dalam Budaya Jawa. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 2(1), 113–129. https://doi.org/10.24090/komunika.v2i1.814

Wijayanto, E. (2019). Keris As A Culture Text: Hermeneutics Review Of Pusaka Keris Magazine. International Review of Humanities Studies, 4(1). https://doi.org/10.7454/irhs.v4i1.143

Downloads

Published

2025-05-27

How to Cite

Servianto, S. G., Adipitoyo, S., & Wahyudi3, A. R. (2025). RELASI SEMANTIK PARADIGMATIS KOSAKATA DHAPUR KERIS JAWA KOLEKSI PAGUYUBAN MEGALAMAT TUBAN. LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 4(3), 146-160. https://doi.org/10.51878/language.v4i3.5158

Issue

Section

Articles