HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG DETEKSI DINI DENGAN ANGKA KEJADIAN HIPERTENSI DI DINAS P3AP2KB KABUPATEN KATINGAN

Authors

  • Raya Kristiana Juniati Yayasan Eka Harap, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Eka Harap Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat
  • Melisa Frisilia Yayasan Eka Harap, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan, Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat
  • Dita Wasthu Prasida Yayasan Eka Harap, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan, Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat

DOI:

https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i4.7591

Keywords:

Tingkat Pengetahuan, Angka Kejadian Hipertensi, Deteksi Dini

Abstract

Hypertension is classified as a high-risk non-communicable disease and is often labeled a “silent killer” due to its asymptomatic nature, which may lead to serious complications such as stroke, kidney failure, coronary heart disease, and sudden death (WHO, 2023). In Katingan Regency, hypertension ranks second among the ten most prevalent diseases, with 36,657 reported cases, accounting for 20% of the total 182,362 population in 2024. This condition highlights the community’s limited awareness regarding the importance of routine blood pressure screening. This study aimed to examine the correlation between knowledge level on early detection and the incidence of hypertension among employees at the Office of Women’s Empowerment, Child Protection, Population Control, and Family Planning of Katingan Regency. The study applied an analytical survey with a cross-sectional design and total sampling technique involving 60 respondents. Data were obtained through a knowledge questionnaire and digital blood pressure measurements, analyzed using the Chi-Square test. Findings indicated that most respondents with good knowledge did not suffer from hypertension (82.9%), while those with poor knowledge were more likely to experience it (71.4%). The Chi-Square analysis confirmed a significant association between knowledge on early detection and hypertension incidence (p = 0.011). Therefore, increasing public understanding through health education and promoting regular blood pressure checks in workplaces are crucial preventive measures to reduce hypertension rates within the community.

ABSTRAK
Hipertensi termasuk penyakit tidak menular yang berisiko tinggi dan sering disebut sebagai pembunuh senyap karena gejalanya kerap tidak tampak, tetapi dapat berujung pada gangguan serius seperti stroke, gagal ginjal, penyakit jantung koroner, bahkan kematian mendadak. Di Kabupaten Katingan, kasus hipertensi menempati urutan kedua dari sepuluh besar penyakit terbanyak. Tahun 2024 tercatat 36.657 penduduk atau sekitar 20% dari total populasi 182.362 jiwa menderita hipertensi. Data ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah keterkaitan antara tingkat pemahaman tentang deteksi dini dengan munculnya kasus hipertensi di lingkungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Katingan. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei analitik dengan rancangan cross sectional dan teknik total sampling terhadap 60 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan dan pengukuran tekanan darah menggunakan alat digital, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar responden dengan pengetahuan baik tidak mengalami hipertensi (82,9%), sementara responden yang pengetahuannya rendah cenderung mengalami hipertensi (71,4%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan deteksi dini dengan kejadian hipertensi (p = 0,011). Dengan demikian, semakin baik tingkat pengetahuan individu mengenai pencegahan dini hipertensi, semakin rendah risiko terjadinya penyakit tersebut. Diperlukan peningkatan kegiatan edukasi kesehatan serta pemeriksaan tekanan darah rutin di tempat kerja sebagai langkah preventif menekan angka hipertensi di masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Darussalam, M., & Warseno, A. (2017). Faktor yang berhubungan dengan pasien hipertensi tidak terkontrol di puskesmas. Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal), 1(2), 72–80. https://doi.org/10.22146/jkkk.49111

Dewi, N. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan dan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di RW 08 wilayah kerja Puskesmas Kampungtengah Kramat Jati. Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan, 2(2), 10–22. https://doi.org/10.37012/jkmp.v2i2.1316

Fandinata, S. S., & Ernawati, I. (2020). Management terapi pada penyakit degeneratif (diabetes mellitus dan hipertensi): mengenal, mencegah dan mengatasi penyakit degeneratif (diabetes mellitus dan hipertensi). Penerbit Graniti. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=oFIMEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA10

Fitriani, F., Risnawati, H. R., Ratnasari, R., & Azhar, M. U. (2019). Effect of foot massage on decreasing blood pressure in hypertension patients in Bontomarannu Health Center. Journal of Health Science and Prevention, 3(3S), 141–145. https://doi.org/10.29080/jhsp.v3i3S.304

Hadiatma, R. (2023). Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan komplikasi hipertensi pada penderita hipertensi di UPTD Puskesmas Jati Bening Kota Bekasi. AT-TAWASSUTH: Jurnal Ekonomi Islam, 8, 1–19. https://repository.stikesmitrakeluarga.ac.id/repository/Rusman%20Hadiatma_Skripsi%20Hipertensi_Fix%20(1).pdf

Imanda, M., Darliana, D., & Ahyana, A. (2021). Kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan, 5(1). https://jim.usk.ac.id/FKep/article/view/18280

Ma’ruf, A. K., Alie, I. R., & Ekowati, R. R. (2023, February). Gambaran kejadian hipertensi berdasarkan durasi, masa kerja, dan tingkat kelelahan pada pekerja outsourcing di PT X Cikarang Bekasi. In Bandung Conference Series: Medical Science (Vol. 3, No. 1, pp. 901–906). https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/3285692

Oseni, T. I. A., Olawumi, A. L., Salam, T. O., Issa, A., Abiso, M. A., Sanusi, I., & Ilori, T. (2024). The role of community health workers in the management of hypertension in Nigeria. BMC Primary Care, 25(1), 266. https://doi.org/10.1186/s12875-024-02521-2

Pauzana, N., Ilmi, M. B., Mahmudah, M., Rahman, E., & Irawan, B. (2024). Determinan kejadian hipertensi di Puskesmas Sungai Andai tahun 2023. Health Research Journal of Indonesia, 3(2), 50–57. https://doi.org/10.63004/hrji.v3i2.450

Purnawinadi, I. G., & Lintang, I. J. (2020). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Jurnal Skolastik Keperawatan, 6(1), 35–41. https://doi.org/10.35974/jsk.v6i1.2248

Seftiana, T., & Kumalasary, D. (2021). Tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi berhubungan dengan kejadian hipertensi. JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati), 7(4), 865–868. https://doi.org/10.33024/jkm.v7i4.5251

Susanto, D. H., Fransiska, S., Warubu, F. A., Veronika, E., & Dewi, W. W. P. (2018). Faktor risiko ketidakpatuhan minum obat anti hipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Palmerah Juli 2016. Jurnal Kedokteran Meditek. https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek.v24i68.1698

Wahyudi, C. T., Ratnawati, D., & Made, S. A. (2018). The effect of demographic, psychosocial and long suffering primary hypertension on compliance with antihypertension medicine treatment. Jurnal JKFT: Universitas Muhammadiyah Tangerang, 2(2), 14–28. https://jurnal.umt.ac.id/index.php/jkft/article/view/692

WHO. (2023). Hypertension. WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension

Wiranto, E., Tambunan, L. N., & Baringbing, E. P. (2023). Hubungan pengetahuan dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Jekan Raya Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah: The relationship of knowledge with the event of hypertension at Jekan Raya Puskesmas, Palangka Raya City Central Kalimantan Province. Jurnal Surya Medika (JSM), 9(1), 226–232. https://doi.org/10.33084/jsm.v9i1.5189

Yulidar, E., Rachmaniah, D., & Hudari, H. (2023). Hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan hipertensi pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Grogol tahun 2022. Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 1(1), 264–274. https://doi.org/10.55606/detector.v1i1.1531

Downloads

Published

2025-11-13

How to Cite

Juniati, R. K., Frisilia, M. ., & Prasida, D. W. . (2025). HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG DETEKSI DINI DENGAN ANGKA KEJADIAN HIPERTENSI DI DINAS P3AP2KB KABUPATEN KATINGAN. KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Dan Pengembangan, 5(4), 1304-1313. https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i4.7591

Issue

Section

Articles