PENGARUH RUANG FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI SULAWESI SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i4.7496Keywords:
Ruang Fiskal, Pertumbuhan Ekonomi, nanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA), Indeks Pembangunan Manusia (IPM)Abstract
This study aims to analyze the effect of fiscal space on economic growth across 24 districts and cities in South Sulawesi Province during the 2014–2023 period. In addition, the study incorporates Domestic Investment (PMDN), Foreign Investment (PMA), and the Human Development Index (HDI) as control variables that potentially influence regional economic dynamics. The analytical method employed is dynamic panel data regression using the Fixed Effect Model (FEM), which was selected based on the Hausman test. The results reveal that fiscal space has a negative and insignificant effect on economic growth, indicating that regional fiscal capacity has not been optimally utilized to stimulate productive activities. Meanwhile, PMDN and PMA exhibit positive and significant effects, while HDI shows a negative and significant effect on economic growth. These findings highlight that the effectiveness of fiscal management and the improvement of human development quality remain key challenges in strengthening regional economic competitiveness. Therefore, efficient, productive, and inclusive budget allocation strategies are essential to foster sustainable economic growth.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ruang fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi pada 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan selama periode 2014–2023. Selain itu, penelitian ini juga mempertimbangkan variabel Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai variabel kontrol yang berpotensi memengaruhi dinamika pertumbuhan ekonomi daerah. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dinamis dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) yang dipilih berdasarkan hasil uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang fiskal berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, yang mengindikasikan belum optimalnya pemanfaatan kapasitas fiskal daerah dalam mendorong kegiatan produktif. Sementara itu, PMDN dan PMA berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas kebijakan fiskal dan peningkatan kualitas pembangunan manusia masih menjadi tantangan utama dalam memperkuat daya saing ekonomi daerah. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan anggaran yang lebih efisien, produktif, dan berorientasi pada pertumbuhan inklusif.
Downloads
References
Blinder, A. S. (2012). Buku teori ekonomi (T. Chandra, Ed.; 1st ed.). Dharma Ilmu.
Culling, J. (2017). Debt sustainability, fiscal space, and growth. International Monetary Fund.
Firdaus, I., & Munawaroh, R. S. (2019). Ruang Fiskal Daerah Dan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten dan Kota Di Provinsi Kalimantan Selatan. JURNAL ILMIAH BISNIS dan KEUANGAN, 8(2), 104-113. http://journal.stiei-kayutangi-bjm.ac.id/index.php/jibk/article/view/449
Gonzales, J. T. (2023). Implications of AI innovation on economic growth: A panel data study. Journal of Economic Structures, 12(1). https://doi.org/10.1186/s40008-023-00307-w
Hasimah, D., & Sukmawati, U. S. (2025). Pengaruh investasi asing dan investasi dalam negeri terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019–2023. Bisnis-Net: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 8(1), 377–387. https://doi.org/10.46576/bn.v8i1.6296
Heller, P. (2005). Understanding fiscal space. IMF Policy Discussion Paper, 2005(004), 1–22. https://doi.org/10.5089/9781451975635.003
Jeke, L., Sanderson, A., Mukarati, J., & Le Roux, P. (2024). The mediating effect of fiscal space on the relationship between educational expenditure and economic growth. WSEAS Transactions on Business and Economics, 21, 2244–2252. https://doi.org/10.37394/23207.2024.21.184
Katuka, B., Mudzingiri, C., & Ozili, P. K. (2023). Fiscal space, governance quality, and inclusive growth: Evidence from Africa. Journal of Financial Economic Policy, 16(1), 80–101. https://doi.org/10.1108/JFEP-07-2023-0197
Muqorrobin, M., & Soejoto, A. (2017). Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 5(3), 6–12. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jupe/article/view/20602
Muzayyanah, M., Triyana, E., & Nawang Aura, K. A. (2023). Evaluating the impact of fiscal and monetary policies on Indonesia’s macroeconomic stability and growth (2015–2019). Journal of Islamic Economics, Management and Business (JIEMB), 5(2), 203–226. https://doi.org/10.21580/jiemb.2023.5.2.21672
Ramenggila, S. D., Mangun, N., & Yunus, S. (2025). Dampak penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2019–2023. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 4(3), 2771–2783.
Ranis, G., Stewart, F., & Ramirez, A. (2000). Economic growth and human development. In Elsevier Handbook of Economic Development (Vol. 28, Issue 2, pp. 87–109). https://doi.org/10.4324/9781003241676-6
Sari, D. L., Anita, S. Y., & Rahman, T. (2025). Pengaruh kebijakan fiskal, penanaman modal dalam negeri, dan penanaman modal asing terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam perspektif ekonomi Islam tahun 2006–2023. Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (JASMIEN), 5(3), 30–42. https://doi.org/10.54209/jasmien.v5i03.1240
Schick, A. (2009). Budgeting for fiscal space. OECD Journal on Budgeting, 2(16), 7–24.
Wicaksono, M. E., Maruddani, D. A. I., & Utami, I. T. (2023). Model regresi data panel dinamis dengan estimasi parameter Arellano-Bond pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Jurnal Gaussian, 12(2), 266–275. https://doi.org/10.14710/j.gauss.12.2.266-275














