REVITALISASI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI ERA POST-TRUTH: MEMBANGUN GENERASI KRITIS DAN BERINTEGRITAS
DOI:
https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i4.7260Keywords:
Pendidikan Agama Kristen, Post-Truth, Literasi Digital, Berpikir Kritis, Integritas ImanAbstract
ABSTRACT
The post-truth era has created a crisis of truth and morality that significantly impacts education, including Christian Religious Education (CRE). This study aims to conceptually analyze strategies for revitalizing CRE to remain relevant in shaping a critical and integrity-based generation amid the manipulative digital culture. This research employed a qualitative library research method using content analysis of 20 academic sources, consisting of 16 journal articles and 4 theological and pedagogical books published between 2015-2025. The findings reveal four essential directions for revitalization: (1) reorienting theological and pedagogical paradigms so that Christian education moves beyond doctrinal transfer toward transformative character formation; (2) integrating digital literacy and faith literacy to develop ethical awareness and critical thinking in media use; (3) developing faith-based critical reasoning, combining rational reflection and spirituality to strengthen moral discernment; and (4) empowering teachers as facilitators of transformation, who embody Gospel values through exemplary character and wise use of technology. Revitalizing Christian Religious Education in the post-truth era requires synergy between faith, knowledge, and technology to form students who are not only intellectually capable but also spiritually grounded and morally resilient.
ABSTRAK
Fenomena post-truth telah menciptakan krisis kebenaran dan moralitas yang berdampak pada dunia pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Kristen (PAK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual strategi revitalisasi PAK agar tetap relevan dalam membentuk generasi yang kritis dan berintegritas di tengah budaya digital yang manipulatif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui analisis konten terhadap 20 sumber ilmiah yang terdiri atas 16 jurnal dan 4 buku teologi serta pedagogi Kristen yang terbit antara tahun 2015-2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa revitalisasi PAK perlu dilakukan melalui empat arah utama: (1) reorientasi paradigma teologis dan pedagogis, agar pendidikan iman tidak berhenti pada transfer doktrin, melainkan membentuk karakter transformatif; (2) integrasi literasi digital dan literasi iman, guna membangun kepekaan etis dan kemampuan berpikir kritis dalam bermedia; (3) pengembangan nalar kritis berbasis iman, yang memadukan rasio dan spiritualitas untuk membentuk refleksi moral yang mendalam; dan (4) peran guru sebagai fasilitator transformasi, yang menghadirkan nilai-nilai Injil melalui keteladanan dan pemanfaatan teknologi secara bijak. Revitalisasi PAK di era post-truth menuntut sinergi antara iman, ilmu, dan teknologi agar peserta didik tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan bermoral.
References
Arifin, N. (2025). Pendidikan karakter di era digital. Tahta Media Group.
Dewi, A. A. U., Unde, A. A., & Hasan, A. (2024). Analisis pengaruh post truth terhadap generasi Z dalam berkomunikasi. Indonesia Berdaya, 5(3), 1027–1032. https://doi.org/10.58919/indonesiaberdaya.v5i3.2435
Fathurahman, M., & Umah, R. Y. H. (2022). Membangun Nalar Kritis Bagi Anak Dan Implementasinya Dalam Praktik Moderasi Beragama. Jurnal Ibriez: Jurnal …, 7(1), 95–104. Retrieved from https://ibriez.iainponorogo.ac.id/index.php/ibriez/article/view/243
Jahidi, I., & Hafid, M. (2017). Transformasional Leadershif Dan Servant Leadership: Tantangan Kepemimpinan Dalam Menghadapi Era Global. CosmoGov, 3(2), 219. https://doi.org/10.24198/cosmogov.v3i2.14730
Janawati, J., Christi, A., & Gulo, T. Y. (2024). Agama Kristen Dalam Gereja Dan Masyarakat History and the Importance of the Implementation of Christian. Jurnal Excelsior Pendidikan, 5(1), 1–11. https://doi.org/10.51730/jep.v5i1.52
May, S. P. d. K., Kambu, Y., & Supiyani, S. (2025). Transformasi model pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di era digital. Jejak Pustaka.
Mbelanggedo, N., & Balukh, S. D. (2024). Pendidikan Agama Kristen Inklusif Di Era Post-Truth: Pendekatan Dialog Interspiritual. Imitatio Christo?: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 1(1), 46–59. https://doi.org/10.63536/imitatiochristo.v1i1.5
Michael, S. M. (2023). Post-truth and its Challenges to Christian Mission Work in Asia. Aspac Mer, 1(1), 11–21.
https://journal.unwira.ac.id/index.php/ASPACMER/article/download/2724/779
Ndruru, Y. (2024). Teologi Pendidikan Agama Kristen: Fondasi Dan Implikasi Untuk Pendidikan Modern Yurlina Ndruru Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta Andreas Teko Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta Sandra Rosiana Tapilaha Sekolah Tin. Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen Dan Katolik, 2(2), 167–176. Retrieved from https://doi.org/10.61132/tritunggal.v2i2.270
Paelongan, J., Lambertus, S., Milka, Tumonglo, W., & Ta’dung, R. (2024). Integrasi Nilai Kristiani dan Literasi Digital Dalam Pendidikan Agama Kristen. Cendikia: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 2(3), 454–474. https://doi.org/10.572349/cendikia.v2i12.4618
Palmer, P. J. (2017). The courage to teach: Exploring the inner landscape of a teacher’s life. San Francisco, CA: John Wiley & Sons. http://journals.sfu.ca/jalt/index.php/jalt/index
Pardede, P. (2016). Berpikir Kritis dan Kreatif dalam Pendidikan Kristen. REGULA FIDEI; Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 1(1), 1–32. Retrieved from https://christianeducation.id/e-journal/index.php/regulafidei/article/view/1
Pazmiño, R. W. (2016). Foundational issues in Christian education: An introduction to the Christian teaching ministry (3rd ed.). Baker Academic.
Purba, H., & Sitorus, F. K. (2023). Truth, Post Truth, dan Dinamikanya di Indonesia: Sebuah Kajian Literatur. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 10(1), 1–16. https://doi.org/10.31571/sosial.v10i1.5001
Purba, S. (2021). Profesionalisme dan aktualisasi diri guru Pendidikan Agama Kristen dalam menjawab tantangan pendidikan. Jejak Pustaka.
Romika, R., Siringo Ringo, S., Sianturi, R. M., Messakh, J., Djojosuroto, K., Samosi, M. A., Situmorang, J. S., Pandie, R. D. Y., & Kurniawan, D. (2025). Pendidikan Agama Kristen di era digital. Penerbit Widina.
Sampouw, F. A., Stefanus, T. A., & Windarti, M. T. (2024). Alkitab Sebagai Landasan Berpikir Kritis. Jurnal Filsafat Dan Teologi Katolik, 8(1), 12–23. https://doi.org/10.58919/juftek.v8i1.163
Syifa, M., Rahman, A., Dewi, S. P., Ningtyas, L. S., Samosir, F. L., Herviani, A. E., & Achmad, Z. A. (2022). Kredibilitas informasi di era post-truth dikalahkan kecepatan informasi. Jejaring Administrasi Publik, 14(2), 151–173. https://doi.org/10.31334/jap.v14i2.2163
Wea, R. P., Aran, A. M., & Lelu, S. (2025). Kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran Agama Katolik dan budi pekerti di SMPN 2 Adonara Barat. Jurnal Transformasi Pendidikan, 6(3), 184–193. https://ejurnals.com/ojs/index.php/jtp/article/view/2714
Wera, M. (2020). Meretas makna post-truth: Analisis kontekstual hoaks, emosi sosial, dan populisme agama. Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat, 7(1), 1–18. https://doi.org/10.33550/sd.v7i1.141














