IDENTIFIKASI BAKTERI Staphylococus Pettenconferi PADA IKAN TUNA (Thunus sp) ASAP DI LARANTUKA KABUPATEN FLORES TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i3.7029Keywords:
Bawang Putih, Garam, Staphylococcus Pettenconferi, TunaAbstract
Tuna is one of the abundant fishery resources in East Flores Regency. Tuna is a food ingredient that is easily damaged, this is due to the high water content in fish. To prevent spoilage, fish will be processed into products. One processing technique is smoking. The smoking process is a physical preservation process that is well known in the people of East Flores. Tuna was chosen in the smoking process because this fish has red meat that is rich in nutritional value. The study aimed to identify bacteria in smoked tuna fish which was carried out in September 2024, in the Fishery Product Technology Processing Room and continued with the identification of Staphylococcus pettenconferi bacteria at the NTT Provincial Health Laboratory UPTD. Tuna (Thunnus sp) samples were added with garlic, table salt, and lime. Identification of Staphylococcus sp was tested using the TPC (Total Plate count) method. The identification results showed the presence of Staphylococcus bacteria of the Pettenconferi type in tuna fish samples (Thunnus sp) in Larantuka, East Flores Regency.
ABSTRAK
Ikan tuna merupakan salah satu jenis sumber daya perikanan yang melimpah di kabupaten flores timur. Ikan tuna merupakan bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan, hal ini dikarenakan kadar air yang tinggi pada ikan. Untuk mencegah pembusukan, ikan akan diolah menjadi produk. Salah satu teknik pengolahan yaitu pengasapan. Proeses pengasapan merupakan satu proses pengawetan secara fisika yang sudah dikenal di masyarakat Flores Timur. Pemilihan ikan tuna dalam pembutan proses pengasapan di karenakan ikan ini memiliki daging merah yang kaya akan nilai gizinya. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri ikan tuna asap yang dilaksanakan pada bulan september 2024, diruang Pengolahan Teknologi Hasil Perikanan dan dilanjudkan identifikasi bakteri Staphylococcus pettenconferi di UPTD Laboraturium Kesehatan Provinsi NTT. Sampel ikan tuna (Thunnus sp) yaitu penambahan bawang putih, garam dapur, dan jeruk nipis. identifikasi Staphylococcus sp diuji dengan menggunakan metode TPC (Total Plate count). Hasil identifikasi menunjukan adanya cemaran bakteri Staphylococcus jenis Pettenconferi pada sampel ikan tuna (Thunnus sp) dilarantuka kabupaten flores timur.
References
Adawyah, R. (2007). Pengolahan dan pengawetan ikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Basuki Wibowo. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Jakarta.
Bierowiec, K., Delmar, A., Karwa?ska, M., Siedlecka, M., Kumala-?wik?a, A., Ksi??czyk, M., & Kapczy?ska, K. (2025). Comparison of Staphylococcus pettenkoferi isolated from human clinical cases and cat carriers regarding antibiotic susceptibility and biofilm production. International Journal of Molecular Sciences. https://doi.org/10.3390/ijms26051948
Cahyono, J. B., & Suharjo, B. (2008). Perubahan gaya hidup dan penyakit kronis modern. Yogyakarta: Gaya Hidup & Penyakit Modern.
Damayanti, W., & Liviwanty, E. (2021). Perkembangan populasi mikroba selama pengendalian lingkungan fermentasi ikan kembung. Jurnal Akuatek, 2(1), 19–24.
Ekawati, P., & Yuliwati, S. (2020). Kontaminasi Staphylococcus aureus pada ikan asap di tingkat produsen dan penjual di Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2(2).
Evy, R. E. (2018). Bakteriologi mikroorganisme penyebab infeksi. Yogyakarta: Deepublish, CV Budi Utama.
Febriyanti, D., Pujianti, R. S., & Khoiron. (2015). Total plate count dan Staphylococcus aureus pada ikan asin mayung (Arius thallasinus) di TPI Puger Kabupaten Jember (Skripsi). Universitas Jember, Jember.
Himawati, E. (2010). Pengaruh penambahan asap cair tempurung kelapa destilasi dan redestilasi terhadap sifat kimia, mikrobiologi, dan sensoris (Skripsi). Universitas Jember.
Kementerian Kelautan dan Perikanan [KKP]. (2018). Produktivitas perikanan Indonesia. Jakarta: KKP. https://kkp.go.id/wpcontent/uploads/2018/01/KKPDirjenPDSPKP-FMB-Kominfo-19-Januari-2018.pdf
Miller, L. S., & John, S. C. (2011). Immunity against Staphylococcus aureus cutaneous infections. Nature Reviews Immunology, 11, 505–518.
Murniyati, A. S., & Sunarman. (2000). Pendinginan, pembekuan, dan pengawetan ikan. Yogyakarta: Kanisius.
Parlet, C. P., Brown, M. M., & Horswill, A. R. (2019). Commensal staphylococci influence Staphylococcus aureus skin colonization and disease. Trends in Microbiology, 27(6), 497–507. https://doi.org/10.1016/j.tim.2019.01.008
Plezar, M. J., & Chan, E. S. C. (1988). Dasar-dasar mikrobiologi (Terjemahan Elements of Microbiology). Jakarta: UI Press.
Purwantiningsih, T. I., Suranindyah, Y. Y., & Widodo. (2014). Aktivitas senyawa fenol dalam buah mengkudu (Morinda citrifolia) sebagai antibakteri alami untuk penghambatan bakteri penyebab mastitis. Buletin Peternakan, 38(1), 59–64.
Sulistyati. (2004). Kajian penyaringan dan lama penyimpanan dalam pembuatan fish pephone dari ikan selar kuning. Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB, Bogor.
Sanger, G. (2010). Oksidasi lemak ikan tongkol (Auxis thazard) asap yang direndam dalam larutan ekstrak daun sirih. Pacific Journal, 2(5), 870–873.
Sari, R. W. (2003). Pengaruh pemberian gerusan daun sirih hitam, gerusan daun sirih jawa dan oksitetrasiklin secara topikal terhadap lama dan waktu kesembuhan luka infeksi Staphylococcus aureus pada tikus putih (Skripsi). Universitas Airlangga, Surabaya.
Sari, R., et al. (2014). Karakterisasi minyak atsiri jahe gajah (Zingiber officinale var. officinale) yang diproses dengan variasi ukuran dan metode destilasi (Laporan penelitian). Universitas Jember, Fakultas Teknologi Pertanian.
Setyowati, E. P., Pratiwi, S. U. T., Hertiani, T., & Samara, O. (2017). Bioactivity of fungi Trichoderma reesei associated with sponges Stylissa flabelliformis collected from national park West Bali, Indonesia. Journal of Biological Sciences, 17(8), 362–368. https://doi.org/10.3923/jbs.2017.362.368
Standar Nasional Indonesia [SNI]. (2006). Pengujian pengasapan pada ikan asap pada produk perikanan (SNI No.01-2725-1992). Jakarta: BSN.
Syahrurachman, Chatim, & Soebadrio. (2010). Buku ajar mikrobiologi kedokteran (Edisi revisi). Jakarta: Binarupa Aksara.
Sudjito, S. Y. (2018). Smart book biologi. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Triharyuni, S., & Prisantoso, B. I. (2012). Komposisi jenis dan sebaran ukuran tuna hasil tangkapan longline di perairan Samudera Hindia Selatan Jawa. Jurnal Saintek Perikanan, 8(1).
Tukan, M. M. N. M., Lein, M. A., Khairul, F., & Batafor, Y. M. J. (2024). Pelatihan pengolahan se’i ikan tuna (Thunnus sp.) dengan memanfaatkan asap cair dari kayu dan daun kesambi (Schleichera oleosa Merr) sebagai pemberi aroma. Jurnal Pengamas, 7(3), Desember.
Vasanthakumari, R. (2007). Textbook of microbiology. New Delhi: BI Publications.
Warsa, U. C. (2011). Buku ajar mikrobiologi kedokteran: Kokus positif gram Staphylococcus. Tangerang: Binarupa Aksara Publisher.














