PERBANDINGAN EFEKTIVITAS STARTER EM4 DALAM PROSES PEMBUATAN BIOGAS DARI BATANG POHON PISANG DAN KOTORAN HEWAN TERNAK
DOI:
https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i2.5779Keywords:
Variasi EM4, Volume gas, Kualitas nyala apiAbstract
Indonesia's energy needs continue to increase every year while natural energy products are running low, for example energy products from fossils, such as coal, natural gas and oil. Transportation, business and electricity generation are the sectors that use the most energy so it can cause a scarcity of energy sources, one of which is natural gas which is used as cooking fuel, namely LPG for the community, for this reason a solution is being sought by using renewable energy sources, namely biogas. Biogas is a gas produced by microorganisms that decompose organic matter under rare anaerobic conditions or through the fermentation process of organic waste using a biodigester. In this research, the materials used were banana tree trunks, cow, goat dung and EM4 which were varied by 0%, 10%, 15% and 20% by testing the role of EM4 on biogas production which included pH, gas volume, gas composition and flame quality. The results of this research are that the pH variation of EM4 15% is considered ideal, namely 6.5 – 7.0, for the highest gas volume, namely 6801.60 cm3, has a gas composition of Oxygen (O2) 6.0%, Hydrogen Sulfide (H_2 S) 379 ppm, Carbon Dioxide (CO_2) 1 ppm, Methane (CH_4) 665 ppm and the flame quality is blue.
ABSTRAK
Kebutuhan energi Indonesia terus meningkat setiap tahunnya sementara hasil energi alam semakin menipis, contoh hasil energi dari fosil, seperti batu bara, gas bumi, dan minyak. Transportasi, bisnis, dan pembangkit listrik adalah sektor yang paling banyak menggunakan energi sehingga dapat menyebabkan kelangkaan seumber energi salah satunya gas bumi yang digunakan sebagai bahan bakar memasak yaitu LPG bagi masayarakat, untuk itu dicarikan solusi dengan menggunakan sumber energi yang dapat diperbaruhi yaitu biogas. Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang mengurai bahan organik pada kondisi anaerob yang langka atau melalui proses fermentasi limbah organik menggunakan biodigester. Pada penelitian ini bahan yang digunakan yaitu batang pohon pisang, kotoran sapi, kambing dan EM4 yang divariasikan 0%,10%,15% dan 20% dengan menguji peran EM4 terhadap produksi biogas yang meliputi pH, volume gas, komposisi gas dan kualitas nyala api. Hasil penelitian ini yaitu pada pH variasi EM4 15% tergolong ideal yaitu 6.5 – 7.0, untuk volume gas tertinggi yaitu 6801.60 cm3, memiliki komposisi gas Oksigen ( O2 ) 6,0%, Hydrogen Sulfida ( ) 379 ppm, Karbon Dioksida ( ) 1 ppm, Methana ( ) 665 ppm dan kualitas nyala api bewarna biru.
References
Ács, N., et al. (2015). Bioaugmentation of biogas production by a hydrogen-producing bacterium. Bioresource Technology, 186, 286. https://doi.org/10.1016/j.biortech.2015.02.098
Alfanz, R., et al. (2016). Perancangan dan implementasi sistem monitoring produksi biogas pada biodigester. Jurnal Nasional Teknik Elektro, 5(1), 2–8. https://doi.org/10.20449/jnte.v5i1.216
Amalia, D., et al. (2024). Analisis karakteristik tanah gambut berserat dan dampaknya terhadap infrastruktur. Teras Jurnal: Jurnal Teknik Sipil, 14(1), 68. https://doi.org/10.29103/tj.v14i1.1008
Arisandy, B. V., & Mufarida, N. A. (n.d.). Pengaruh variasi persentase starter dengan temperatur destilasi 85 oC pada proses pembuatan bioetanol dari tepung sagu (Metroxylon sp) dan singkong (Manihot utilissima).
Damayanti, A. A., et al. (2021). Pemanfaatan sampah organik dalam pembuatan biogas sebagai sumber energi kebutuhan hidup sehari-hari. Eksergi, 17(3), 182. https://doi.org/10.32497/eksergi.v17i03.2803
Effendi, Z., & Lase, C. A. (2022). Upaya peningkatan performance mesin screw press berdasarkan nilai idling dan minor stoppages dan reduced speed di pabrik kelapa sawit kapasitas 30. Jurnal Agro Fabrica, 4(2), 60–73. https://doi.org/10.47199/jaf.v4i2.113
Gulo, E. G. W., et al. (2023). Bacteria Pseudomonas taiwanensis as a decomposing agent of peat fiber. Edubiotik: Jurnal Pendidikan Biologi Dan Terapan, 8(2), 89. https://doi.org/10.33503/ebio.v8i02.3539
Husain, S., et al. (2021). Pengaruh efektifitas rasio campuran bahan limbah kotoran sapi dan limbah pohon pisang terhadap hasil biogas. Jurnal Teknik, 6(1), 8–11.
Meriatna, et al. (2019). Pengaruh waktu fermentasi dan volume bio aktivator EM4 (Effective Microorganisme) pada pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah buah-buahan. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 7(1), 13. https://doi.org/10.29103/jtku.v7i1.1172
Pramudiyanto, A. S., & Suedy, S. W. A. (2020). Energi bersih dan ramah lingkungan dari biomassa untuk mengurangi efek gas rumah kaca dan perubahan iklim yang ekstrim. Jurnal Energi Baru dan Terbarukan, 1(3), 86–99. https://doi.org/10.14710/jebt.2020.9990
Roja, A., et al. (2024). Rancang bangun sistem kendali proses produksi biogas. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, 8(1), 1–7.
Soares, C. M. T., et al. (2017). Fatores que influenciam o processo de digestão anaeróbia na produção de biogás. Nativa, 5, 10. https://doi.org/10.5935/2318-7670.v05nespa10
Wibowo, Y. E., & Windarta, J. (2022). Kondisi gas bumi Indonesia dan energi alternatif pengganti gas bumi. Jurnal Energi Baru dan Terbarukan, 3(1), 1–14. https://doi.org/10.14710/jebt.2022.10042
Yan, Y.-J., et al. (2023). A review on start-up phase optimization of kitchen waste anaerobic digestion. Fermentation, 9(7), 603. https://doi.org/10.3390/fermentation9070603
Yonathan, A., et al. (2013). Produksi biogas dari eceng gondok (Eicchornia crassipes): Kajian konsistensi dan pH terhadap biogas dihasilkan. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, 2(2), 211–215.
Zhou, H., et al. (2021). Optimization of a newly developed electromethanogenesis for the highest record of methane production. Journal of Hazardous Materials, 407, 124363. https://doi.org/10.1016/j.jhazmat.2020.124363














