PEMAKNAAN JEMAAT TERHADAP TINDAKAN MEMBERI SEBAGAI WUJUD PERKEMBANGAN IMAN DI GKJ SELOKATON KARANGANYAR
DOI:
https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i2.5407Keywords:
persembahan, perkembangan iman, pemaknaan jemaat, ketaatan, tanggung jawab spiritualAbstract
This study aims to understand the meaning of the act of giving offerings among the congregation of the Javanese Christian Church (GKJ) Selokaton Karanganyar in relation to the development of faith. The background of this study is based on the importance of understanding the spiritual motivation behind the practice of giving offerings, which is often viewed as merely an administrative obligation of the church. The focus of the study is directed at how the congregation's perceptions and experiences in giving offerings reflect the growth of their faith. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection through in-depth interviews with five active congregation informants. The research steps include identifying informants, conducting interviews, and thematic analysis of the data obtained. The results of the study show that giving offerings is interpreted as a form of obedience to God, an expression of gratitude, and responsibility as a member of the body of Christ. The more the congregation's faith develops, the more sincere and conscious the act of giving is. The main conclusion of this study emphasizes that the development of faith plays an important role in shaping the motivation and quality of giving offerings, so that the church needs to foster the faith of the congregation so that the act of giving becomes an integral part of worship and spiritual relationship with God.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna tindakan memberi persembahan di kalangan jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Selokaton Karanganyar dalam kaitannya dengan perkembangan iman. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya memahami motivasi spiritual di balik praktik memberi persembahan, yang sering kali dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif gereja. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana persepsi dan pengalaman jemaat dalam memberi persembahan mencerminkan pertumbuhan iman mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap lima informan jemaat yang aktif. Langkah penelitian meliputi identifikasi informan, pelaksanaan wawancara, dan analisis tematik terhadap data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memberi persembahan dimaknai sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan, ungkapan syukur, dan tanggung jawab sebagai anggota tubuh Kristus. Semakin berkembang iman jemaat, semakin tulus dan sadar pula tindakan memberi yang dilakukan. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa perkembangan iman berperan penting dalam membentuk motivasi dan kualitas pemberian persembahan, sehingga gereja perlu membina iman jemaat agar tindakan memberi menjadi bagian integral dari ibadah dan relasi spiritual dengan Allah.
References
Andalas, P. M. (2019). Homo religiosus digital: Faith formation in the digital age. Proceedings of the 1st International Conference on Religion and Peace (ICRP) 2018, 187, 52–57. https://doi.org/10.2991/icrpc-18.2019.10
Anam, C. (2021). Nilai kerukunan sosial dalam tradisi Undhuh-undhuh [Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta]. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/57152/1/CHAIRUL%20ANAM%20%2811140321000042%29.pdf
Benyamin, Y. (2020). Kajian praktis penerapan arti persembahan: Perspektif Perjanjian Baru. Ginosko: Jurnal Praktika, 1(2), 107–117.
Gunawan, A. (2017). Kedewasaan rohani dan pemuridan. Jurnal Theologia Aletheia, 5, 6.
Juntak, J. N. S. (2019). Pengaruh pemahaman panggilan guru Kristen terhadap pemberitaan Injil. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 3(1), 9. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v3i1.44
Juntak, J. N. S. (2022). Peran literasi digital untuk mendukung pemulihan relasi jemaat akibat Covid-19 di GKJ Petoran. Academia: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 2(1), 47–58.
Juntak, J. N. S. (2025). Panggilan guru Kristen dalam pemberitaan Injil (1st ed.; N. Duniawati, Ed.). CV. Adanu Abimata.
Juntak, J. N. S., & Setyanti, E. (2022). Pengaruh pendidikan iman terhadap motivasi orang tua menyekolahkan anak di SD Kristen Banjarsari Surakarta. Elementary: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 2(3), 177–185.
Juntak, J. N. S., et al. (2024). Membentuk kedisiplinan dan motivasi belajar mahasiswa: Studi berdasarkan pemikiran John Dewey. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(2), 155–164.
Lase, E. (2021). Mendidik anak dalam memberi persembahan terhadap Mentawai. Inculco Journal of Christian Education, 1(2), 83–92.
Permadi, B., et al. (2024). Penerapan pendidikan agama Kristen berbasis kontekstual terhadap kehidupan peribadahan. ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 4(2), 53–63.
Prasetya, Y. E. Y. W., & Juntak, J. N. S. (2024). Dampak ibadah hari Minggu sebagai model pendidikan Kristen terhadap jemaat dalam menjalani masa lansia di Gereja Kristen Jawa Wuryantoro. Secondary: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah, 4(2), 75–82.
Purwanto, M. H., & T., E. (2025). Membentuk karakter peserta didik melalui media pembelajaran pastoral. Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 25(1), 68–75.
Rachman, R. (2025). Kurban atau korban: Teologi persembahan dari selebrasi ke aksi. Theologia in Loco, 7(1), 91–118. https://doi.org/10.55935/thilo.v7i1.324
Rijali, A. (2018). Analisis data kualitatif. Jurnal Alhadharah, 17(33), 81–95.
Rusmiyanto, A. D. (2023). Memaknai berkat Tuhan sebagai dampak dari ketaatan kepada perintah Tuhan dan penerapannya dalam kehidupan orang percaya masa kini. EULOGIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 3(1), 44–57. https://doi.org/10.62738/ej.v3i1.48
Sasongko, N. (2020). Spiritual companionship anam cara sebagai seni praktika yang hilang di gereja kontemporer. Theologia in Loco, 2(1), 24–47. https://doi.org/10.55935/thilo.v2i1.181
Sidabutar, H., & Jubrina, B. N. (2020). Penerapan pendidikan agama Kristen keluarga dan gereja bagi pengembangan spritualitas remaja Kristen. Didaxei, 3(1), 321.
Sinode Gereja Kristen Jawa. (2018). Tata gereja dan tata laksana Gereja Kristen Jawa dilengkapi pedoman-pedoman Gereja Kristen Jawa. Sinode Gereja Kristen Jawa.
Sinode Gereja Kristen Jawa. (2019). Pokok-pokok ajaran Gereja Kristen Jawa. Sinode Gereja-gereja Kristen Jawa. https://gkjbandung.org/dokumen/PPA%20GKJ%20EDISI%202019%20(Uraian).pdf
Situmorang, K. (2023). Tinjauan teologis motivasi pemberian persembahan sebagai dalam kehidupan ibadah pribadi Kristiani masa kini (Studi analisis kasus di Gereja GBI Glow Fellowship Centre Thamrin Residence Jakarta Pusat). Jurnal Teologi Dikaiosune, 1(1), 43–59.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat eksploratif, enterpretif, interaktif, dan konstruktif (3rd ed.). Alfabeta.
Vira, R. D., et al. (2023). Makna persembahan dari Kejadian 4:1-16 dan implikasinya terhadap masa kini. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 10563–10572.
Wicaksono, T. C., & Juntak, J. N. S. (2024). Peran orang tua Kristen terhadap pola asuh kepada anak sulung dan anak bungsu rentang usia 13-16 tahun di PPA IO-0999 Maria Marta GKI Sangkrah Surakarta. Secondary: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah, 4(2), 61–67.
Winasih, A. J., & Juntak, J. N. S. (2024). Peranan pola asuh orang tua dalam melaksanakan pendidikan Kristiani terhadap remaja menurut Amsal 1:8-9 di Gereja Kristen Jawa Bahtera Kasih. Knowledge: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Dan Pengembangan, 4(2), 1–23.
Yakin, I. H. (2023). Metode penelitian kualitatif. In Jurnal EQUILIBRIUM (1st ed., Vol. 5). CV. Aksara Global Akademia.














