KOMUNIKASI DALAM PEWARISAN SENI LUKIS WAYANG KACA DI DESA NAGASEPAHA KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG
DOI:
https://doi.org/10.51878/knowledge.v6i3.15703Keywords:
Pewarisan Budaya, Strategi Komunikasi Persuasif, Seni Lukis Wayang Kaca, Desa Nagasepaha, Cultural Transmission, Persuasive Communication Strategy, Glass Wayang Painting, Nagasepaha Village, Attribution Theory, Teori AtribusiAbstract
ABSTRAK
Seni lukis wayang kaca di Desa Nagasepaha, Kabupaten Buleleng, merupakan salah satu warisan budaya tak benda yang memiliki nilai estetika, historis, dan spiritual yang tinggi. Namun, keberlanjutannya menghadapi berbagai tantangan, khususnya terkait dengan proses regenerasi dan minimnya minat generasi muda akibat perubahan orientasi ekonomi dan karier. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pewarisan seni lukis wayang kaca bagi generasi muda, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mendeskripsikan strategi komunikasi yang digunakan untuk mempertahankan keberlangsungan kesenian tersebut. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Penelitian ini menerapkan tiga landasan teori, yaitu Teori Pewarisan Budaya Cavalli-Sforza dan Feldman untuk melihat bentuk transmisi, Teori Komunikasi Persuasif DeFleur dan Ball-Rokeach untuk menganalisis strategi komunikasi, serta Teori Atribusi Fritz Heider untuk memahami motivasi dan perilaku pelestarian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pewarisan seni lukis wayang kaca berlangsung melalui tiga pola transmisi, yaitu transmisi vertikal (keluarga), horizontal (teman sebaya), dan miring/oblique (seniman kepada generasi muda); (2) strategi komunikasi persuasif diterapkan secara terencana, sistematis, berorientasi pada audiens, serta disesuaikan dengan kemampuan peserta guna menumbuhkan kesadaran dan minat generasi muda; dan (3) tantangan pelestarian seperti terbatasnya jumlah pelukis dan kurang rutinnya kegiatan sanggar dipengaruhi oleh faktor internal (kesadaran dan tanggung jawab pribadi) serta faktor eksternal (dukungan lingkungan dan ruang kegiatan). Dengan demikian, keberlanjutan seni lukis wayang kaca memerlukan sinergi antara proses pewarisan yang berkelanjutan, strategi komunikasi yang adaptif, serta dukungan eksternal yang aktif.
ABSTRACT
Glass wayang painting in Nagasepaha Village, Buleleng Regency, is an intangible cultural heritage possessing high aesthetic, historical, and spiritual values. However, its sustainability faces various challenges, particularly regarding generational renewal and the diminishing interest of the younger generation due to shifting economic and career orientations. This study aims to analyze the forms of cultural transmission of glass wayang painting to the younger generation, identify the obstacles encountered, and describe the communication strategies employed to maintain the continuity of this traditional art. Utilizing a qualitative method with a descriptive approach, data collection was conducted through observation, semi-structured interviews, and documentation. This research applies three theoretical frameworks: Cavalli-Sforza and Feldman’s Cultural Transmission Theory to examine transmission patterns, DeFleur and Ball-Rokeach’s Persuasive Communication Theory to analyze communication strategies, and Fritz Heider’s Attribution Theory to understand preservation behaviors and motivations. The results indicate that: (1) the transmission of glass wayang painting occurs through three patterns vertical (family), horizontal (peers), and oblique (artists to the younger generation); (2) persuasive communication strategies are applied in a planned, systematic, audience-oriented manner tailored to participants' abilities to foster awareness and interest among youth; and (3) preservation challenges, such as the limited number of painters and infrequent studio activities, are influenced by internal factors (personal awareness and responsibility) and external factors (environmental support and activity spaces). Consequently, the sustainability of glass wayang painting requires synergy among continuous cultural transmission, adaptive communication strategies, and active external support.
Downloads
References
Alfira, R., Lestari, D. J., & Permanasari, A. T. (2024). Sistem pewarisan kesenian Rampak Bedug di Sanggar Harum Sari Pandeglang Banten. Gesture: Jurnal Seni Tari, 13(2), 181–195. https://doi.org/10.24114/gjst.v13i2.63289
Ardiyasa, I. P., Palguna, I. K. E., & Dharma Yoga, I. K. A. (2024). Pengembangan ensiklopedia kesenian Buleleng sebagai media pewarisan seni berbasis website. Cultoure, 5(1). https://journal.mpukuturan.ac.id/index.php/cultoure/article/view/294
Astraguna, I. W. (2022). Komunikasi estetik dalam pementasan Tari Topeng Sidhakarya pada praktik keagamaan masyarakat Hindu Bali. Sadharananikarana: Jurnal Ilmiah Komunikasi Hindu, 4(1). https://e-journal.iahn-gdepudja.ac.id/index.php/SN/article/view/629
Ayuni, N. M. S., & Budiasni, N. W. N. (2021). Kualitas manajemen keuangan pengerajin lukisan kaca di Desa Nagasepaha. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 6(1). http://journal.undiknas.ac.id/index.php/manajemen
Cavalli-Sforza, L. L., & Feldman, M. W. (1981). Cultural Transmission and Evolution: A Quantitative Approach. Princeton University Press.
Daryana, H. A., & Budi, D. S. U. (2024). Proses regenerasi angklung di Saung Angklung Udjo. Jurnal Panggung, 34(3). https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/panggung/article/view/3577
Datau, A. S., Parta, I. W. S., & Wati, M. (2022). Sistem pembelajaran dalam pewarisan keterampilan seni kerajinan Upia Karanji di Kabupaten Gorontalo. Viswa Desain, 2(2), 109–117. https://jurnal2.isi-dps.ac.id/index.php/viswadesign/article/view/2001
DeFleur, M. L., & Ball-Rokeach, S. J. (1989). Theories of Mass Communication (5th ed.). Longman.
Dwijaksara, I. G. N. (2025). Augmented reality Topeng Sidakarya. Segara Widya: Jurnal Penelitian Seni, 13(1), 54–70. https://jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/segarawidya/article/view/3215
Hamandia, M. R. (2021). Peningkatan empati melalui strategi komunikasi persuasif pada mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Raden Fatah Palembang. Jurnal Komunikasi Islam dan Kehumasan (JKPI), 5(1), 1–12. https://doi.org/10.19109/jkpi.v5i1.9013
Heider, F. (1958). The Psychology of Interpersonal Relations. John Wiley & Sons.
Jaya, I. D. M. I. K., Trisnawati, I. A., & Budiarsa, I. W. (2026). Sistem pewarisan Tari Topeng Dalem Sidakarya untuk penguatan karakter generasi muda di Kedhatuwan Kawista Pura Belatungan Tabanan. Armada: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(8), 4091–4100. https://doi.org/10.55681/armada.v4i8.3435
Majaya, I. D. G. J., Hendro, D., & Wicaksandita, I. D. K. (2026). Pewarisan performatif reflektif dalam regenerasi dalang: Studi kasus gaya I Nyoman Rajeg di Desa Tunjuk, Tabanan, Bali. Jurnal Damar Pedalangan, 6(1). https://doi.org/10.59997/dmr.v6i1.6399
Merta, I. P., Krishna, I. B. W., & Raka, I. N. (2026). Eksistensi dan regenerasi komunal Tari Baris Gede di Desa Adat Umeanyar. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(3). https://jayapanguspress.penerbit.org/index.php/ganaya/article/view/5551
Novyanto, A. R. (2021). Komunikasi persuasif dalam pelaksanaan Kampung Tangguh Semeru di Kelurahan Gedongan Kota Mojokerto. Commercium, 4(1), 100–110. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/Commercium/article/view/40166
Parwati, N. M. L. (2025). Peran generasi muda dalam pelestarian seni untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pilar. https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/pilar/article/view/11306
Prihatin, P., Sunarmi, S., & Sastra, A. I. (2026). Intergenerational learning and cultural transmission in Pandai Sikek songket weaving: A qualitative case study in West Sumatra, Indonesia. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 13(3), 697–714. https://doi.org/10.29210/1175100
Setem, I. W. (2022). Strategi pengembangan seni lukis kaca di Desa Nagasepaha Kabupaten Buleleng dalam mendukung industri kreatif. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abdi Seni, 13(2). https://doi.org/10.33153/abdiseni.v13i2.4309
Syawaludin, C. (2024). Strategi komunikasi persuasi marketing dalam menawarkan pinjaman dana pada nasabah perusahaan jasa keuangan di Kabupaten Bogor. Jurnal Mediakom, 14(2), 143–153. https://doi.org/10.22441/mediakom.v14i2.29911
Tamariz, M., Walker, B., Bennett, M., Segovia-Martín, J., & Fay, N. (2026). Cultural transmission of attitudes and behaviours from parents, peers and grandparents. PLOS ONE, 21(1). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0341433
Wang, L., Nordin, J., & Liu, H. (2025). Participation intention in cultural heritage conservation across generations: The influence of differential heritage value perception and place attachment. International Journal of Urban Sustainable Development, 17(1), 336–357. https://doi.org/10.1080/19463138.2025.2587386
Wastra, K., Parta, I. W. S., & Hasdiana. (2022). Sistem pewarisan keterampilan mengukir warga transmigrasi Bali di Desa Sari Bhuana, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha, 12(1), 33–43. https://doi.org/10.23887/jjpsp.v12i1.40972
Yasa, I. K. A. (2024). Konstruksi sosial dan spiritual dalam regenerasi penari Topeng Sidhakarya. Dharma Duta, 22(2), 111–119. https://journal.mpukuturan.ac.id/index.php/duta/article/view/551














