ANALISIS INTERAKSI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN SISWA KELAS V SDN CILAMAJANG
DOI:
https://doi.org/10.51878/elementary.v4i4.3305Keywords:
Interaksi sosial siswa, Komunikasi dalam pembelajaran, Faktor-faktor interaksi sosialAbstract
This study aims to analyze the patterns of social interaction in the learning process of fifth-grade students at SDN Cilamajang, focusing on student-to-student and student-to-teacher interactions. The object of this research is students' social interaction in learning while the subjects are 4 students who are identified as passive during learning. The research method used is qualitative with a descriptive approach, aiming to describe in detail the social interaction in learning as well as the factors that distinguish social interaction in learning. The results indicate that the four students tend to feel awkward when interacting with teachers but are more comfortable communicating with peers. In terms of social contact, students are more active in peer communication, but still face barriers in communication with teachers, especially regarding eye contact and physical contact. In terms of cooperation, all four students are able to work in groups, although they lack confidence and tend to rely on the initiative of their peers. The factors influencing the differences in social interaction among students include imitation, suggestion, identification, and sympathy. The four students tend to prefer engaging in enjoyable activities like playing rather than actively participating in learning. However, some students show a desire to emulate higher-achieving peers, as they are perceived to provide positive influence. In conclusion, fifth-grade students at SDN Cilamajang are capable of social interaction, but still need guidance to build confidence in their interactions and motivation to be more active in learning.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi sosial dalam pembelajaran siswa kelas V SDN Cilamajang, dengan fokus pada interaksi siswa dengan siswa dan siswa dengan guru. Objek penelitian ini adalah interaksi sosial siswa dalam pembelajaran sementara subjeknya adalah 4 orang siswa yang teridentifikasi pasif pada saat pembelajaran. Métode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, bertujuan untuk menggambarkan secara rinci interaksi sosial dalam pembelajaran serta faktor yang membedakan interaksi sosial dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat siswa memiliki kecenderungan untuk merasa canggung saat berinteraksi dengan guru, namun lebih nyaman berkomunikasi dengan teman sebaya. Dalam aspek kontak sosial, siswa lebih aktif dalam komunikasi sesama teman, namun masih mengalami hambatan dalam komunikasi dengan guru, terutama dalam kontak mata dan kontak fisik. Dalam hal kerja sama, keempat siswa sudah mampu bekerja sama dalam kelompok, meskipun masih kurang percaya diri dan lebih mengandalkan inisiatif teman. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan interaksi sosial antara siswa meliputi faktor imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Keempat siswa cenderung lebih memilih kegiatan yang menyenangkan seperti bermain daripada aktif belajar. Namun, beberapa siswa menunjukkan keinginan untuk meniru teman yang lebih berprestasi karena dianggap memberikan dampak positif. Kesimpulannya, siswa kelas V SDN Cilamajang sudah mampu berinteraksi sosial, namun masih membutuhkan bimbingan untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam berinteraksi dan motivasi untuk lebih aktif dalam pembelajaran.
References
Anwar, & Adang. (2013). Sosiologi untuk Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Fahri, A., & Qusyairi, A. (2019). Interaksi Sosial dan Perkembangannya. Yogyakarta: Penerbit .
Fauziah, S., & Waryanti, D. (2021). Psikologi Sosial: Teori dan Aplikasi dalam Pendidikan. Jakarta: Prenada Media.
Gillin, J.L., & Gillin, J.P. (1954). Cultural Sociology: The Study of Human Society. New York: Macmillan.
Goffman, E. (1959). The Presentation of Self in Everyday Life. Garden City, NY: Doubleday.
Husein, A. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Pustaka Pelajar.
Mahendra, H. H., & Febriani, W, D. (2019). Pembelajaran Berbasis Pendidikan Humanistik Pada Mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar. Jurnal Tunas Bangsa, 6(1), 7-14.
Murda, N., Suartana, P., & Yasa, I. (2016). Analisis Interaksi Sosial dalam Proses Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(2), 77-89.
Nasdian, F. (2015). Sosiologi dan Interaksi Sosial. Jakarta: Pustaka Indonesia.
Ormrod, J. E. (2016). Human Learning (7th ed.). Pearson.
Pratama, F. F., & Mutia, D. (2020). Paradigma Kualitiatif sebagai Landasan Berpikir Pendidikan Kewarganegaraan. Jurnal Kewarganegaraan. 17(1), 51.
Sanjaya, W. (2013). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Soekanto, S. (2016). Sosiologi: Suatu Pengantar (11th ed.). Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suyanto, B., & Sutinah. (2022). Sosiologi: Konsep dan Teori. Jakarta: PT Gramedia.
Wakhid, A., Nugraheni, L., & Anggraini, D. (2019). Kemampuan Interaksi Sosial Siswa Usia 10-12 Tahun di Ungaran. Jurnal Pendidikan Anak, 12(3), 45-57.
Wijaya, T. (2018). Triangulasi dalam Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














