ESTETIKA MEDIA SOSIAL SEBAGAI RUANG PEMBELAJARAN BUDAYA VISUAL BAGI REMAJA DI KOTA MAKASSAR
DOI:
https://doi.org/10.51878/edutech.v5i4.7573Keywords:
Budaya visual, estetika digital, identitas remaja, literasi media, pendidikan sosiologiAbstract
This study aims to examine how digital aesthetics contribute to the formation of adolescent identity in Makassar City through the lens of sociological education and visual culture. The growing engagement of youth with social media indicates that digital spaces have become not only aesthetic arenas but also socialization platforms where values are internalized and symbolic meanings are reproduced. Employing a descriptive–qualitative approach, the research collected data through participatory observation, in-depth interviews, and visual content analysis involving adolescents aged 14–17 years from several high schools in Makassar. The findings reveal that social media platforms such as TikTok and Instagram function as socio-cultural learning spaces where adolescents construct self-image, negotiate local cultural values, and engage in the social reproduction of digital taste. Nevertheless, this freedom of expression also generates aesthetic pressure, conformity, and cultural homogenization under algorithmic control. The study underscores the importance of integrating digital aesthetic literacy into sociological education to cultivate critical awareness, cultural reflection, and adaptive social thinking in the face of technological transformation. These insights contribute to developing a visual culture–based educational paradigm aligned with the Curriculum
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana estetika digital berperan dalam pembentukan identitas remaja di Kota Makassar melalui perspektif pendidikan sosiologi dan budaya visual. Fenomena meningkatnya aktivitas media sosial di kalangan remaja menunjukkan bahwa ruang digital tidak hanya menjadi media ekspresi estetika, tetapi juga arena sosialisasi, internalisasi nilai, dan reproduksi simbolik dalam kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis konten visual terhadap remaja berusia 14–17 tahun di beberapa sekolah menengah di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform seperti TikTok dan Instagram berfungsi sebagai ruang belajar sosial kultural tempat remaja memaknai citra diri, mengonstruksi status sosial, dan menegosiasikan nilai-nilai lokal dengan estetika global. Namun, di balik kebebasan tersebut muncul tekanan estetik, konformitas, dan homogenisasi budaya akibat algoritma media digital. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi literasi estetika digital ke dalam pendidikan sosiologi untuk mengembangkan kesadaran kritis, refleksi budaya, dan kemampuan berpikir sosial yang adaptif terhadap perubahan teknologi. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan paradigma pendidikan berbasis budaya visual dan nilai sosial dalam kurikulum.
Downloads
References
Braun, V., & Clarke, V. (2019). Reflecting on reflexive thematic analysis. Qualitative Research in Sport, Exercise and Health, 11(4), 589–597. https://doi.org/10.1080/2159676X.2019.1628806
Choi, S., & Kim, J. (2024). Digital creativity and reflective thinking in adolescent social media learning. Educational Media International, 61(1), 24–41. https://doi.org/10.1080/09523987.2024.1156372
Febriyanto, A. Y. A., et al. (2025). Pengembangan video pembelajaran berbasis kontekstual untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa materi perubahan sosial budaya. SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 885. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6537
Hamilaturroyya, H., & Adibah, I. Z. (2025). Dinamika pengembangan kurikulum di era digital dalam menjawab kesenjangan konsep dan praktik. LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(3), 1245. https://doi.org/10.51878/learning.v5i3.6631
Hatapayo, B. R., et al. (2025). Pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi wisata pendakian Dusun Usali, Negeri Hatumete, Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(4), 1500. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7156
Hidayat, A., & Utami, R. (2021). Integrasi nilai lokal dalam literasi digital untuk pendidikan karakter remaja. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 6(3), 212–226.
Istika, W., et al. (2024). Analisis gaya belajar diferensiasi terintegrasi budaya(CRT) pada materi ekonomi menggunakan pembelajaran berbasis masalah. SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 4(1), 17. https://doi.org/10.51878/social.v4i1.3074
Kusumaningsih, I., et al. (2025). Pengaruh content marketing dan perceived value terhadap citra perusahaan (Studi kasus: Instagram di PT Redi). CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(3), 907. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6179
Lee, J. (2022). Religious expression in digital youth culture: Negotiating faith and modernity in social media. Asian Journal of Cultural Studies, 12(2), 88–102.
Lestari, E. I., et al. (2024). Pola konsumsi mahasiswa PMI 3A terhadap tayangan Politika Research and Consulting. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 4(4), 612. https://doi.org/10.51878/cendekia.v4i4.3971
Lim, S., & Parker, D. (2022). Hybrid youth identities in Southeast Asia: Global aesthetics, local values, and digital citizenship. Journal of Youth Studies, 25(5), 657–673. https://doi.org/10.1080/13676261.2022.2061889
Loise, M., & Syukur, M. (2025). Analisis modal sosial dalam aktivitas ekonomi pedagang kuliner di Pasar Cidu’ Kota Makassar. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(4), 1807. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7314
Nugroho, D., & Sari, A. (2022). Digital identity and social recognition among Indonesian urban youth. Indonesian Journal of Communication Studies, 15(1), 44–59.
Pratiwi, N., & Setiawan, A. (2023). Creative digital projects to enhance students’ social awareness. Jurnal Teknologi Pendidikan Indonesia, 10(2), 133–147.
Rahmawati, R., et al. (2024). Analisis dampak penggunaan media sosial Tik-Tok pada kepercayaan diri siswa SMKN 2 Mataram. SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 4(4), 535. https://doi.org/10.51878/social.v4i4.3791
Rijal, M., et al. (2025). Meningkatkan kapasitas literasi digital bagi generasi muda di Kec. Panakkukang Kota Makassar. COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 550. https://doi.org/10.51878/community.v5i2.7244
Twenge, J. M., et al. (2022). Social media and mental health: Trends in adolescent well-being and FOMO. Computers in Human Behavior, 134, 107314. https://doi.org/10.1016/j.chb.2022.107314
Wahyu, E., & Suhesty, A. (2025). Hubungan fear of missing out dengan perilaku phubbing pada remaja di Kota Samarinda. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(1), 217. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i1.4281
Wahyuni, S. (2020). Tekanan sosial dan kecemasan estetika di media digital pada remaja perempuan. Jurnal Psikologi Sosial Indonesia, 18(2), 93–105.
Washilah, W., et al. (2025). Persepsi siswa MTs Nurul Huda Desa Masaran tahun ajaran 2024/2025 tentang implementasi nilai kebinekaan tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 1229. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.7035
We Are Social. (2024). Digital 2024: Indonesia report. https://datareportal.com/reports/digital-2024-indonesia
Zayani, C. G., et al. (2025). Pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap kesehatan mental peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 12 Padang. SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 930. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6917
Zhao, L., & Zhou, Y. (2023). Digital aesthetics and intercultural empathy among adolescents: A cross-cultural study. Youth & Society, 55(4), 776–795. https://doi.org/10.1177/0044118X23104892
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













