DAMPAK KETERLAMBATAN SEKOLAH TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL DAN AKADEMIK ANAK DI PANTI ASUHAN NUR SIAMATU KECAMATAN TAMALATE, KOTA MAKASAR
DOI:
https://doi.org/10.51878/educator.v6i2.11350Keywords:
Anak Panti Asuhan, Keterlambatan Pendidikan Formal, Pendidikan Inklusif, Perkembangan Anak, Motivasi BelajarAbstract
ABSTRACT
Delays experienced by orphanage children in accessing formal education can affect their cognitive, social, emotional, and academic development. These conditions contribute to limited basic literacy and numeracy skills and reduce children’s self-confidence in social interactions. This study aims to analyze the factors causing delays in formal education among orphanage children and to identify educational efforts that can support their development and learning motivation. The study employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation conducted at Nur Siamatu Orphanage. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that economic factors, caregiving patterns, and limited understanding of the importance of early childhood education were the primary causes of delays in formal education. In addition, the implementation of inclusive education, learning assistance, and collaboration between orphanage administrators and educational institutions significantly improved children’s learning motivation, self-confidence, and readiness to participate in formal education. The novelty of this study lies in strengthening a collaborative educational intervention model based on orphanage caregiving, which emphasizes not only educational access but also children’s psychosocial readiness. The study concludes that collaborative and sustainable educational interventions have practical implications for optimizing the development of orphanage children and may serve as a reference for caregiving institutions in designing more adaptive and inclusive educational programs.
Keterlambatan anak panti asuhan dalam memperoleh pendidikan formal dapat memengaruhi perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan akademik mereka. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung serta menurunkan kepercayaan diri anak dalam berinteraksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab keterlambatan pendidikan formal pada anak panti asuhan serta mengidentifikasi upaya pendidikan yang mampu mendukung perkembangan dan motivasi belajar mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di Panti Asuhan Nur Siamatu. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi, pola pengasuhan, dan rendahnya pemahaman mengenai pentingnya pendidikan usia dini menjadi penyebab utama keterlambatan pendidikan formal anak. Selain itu, penerapan pendidikan inklusif, pendampingan belajar, serta kolaborasi antara pengelola panti dan lembaga pendidikan terbukti meningkatkan motivasi belajar, rasa percaya diri, dan kesiapan anak mengikuti pendidikan formal. Kebaruan penelitian ini terletak pada penguatan model intervensi pendidikan kolaboratif berbasis pengasuhan panti asuhan yang tidak hanya berfokus pada akses pendidikan, tetapi juga pada kesiapan psikososial anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi pendidikan yang kolaboratif dan berkelanjutan memiliki implikasi praktis dalam mendukung optimalisasi perkembangan anak panti asuhan serta dapat menjadi rujukan bagi lembaga pengasuhan dalam merancang program pendidikan yang lebih adaptif dan inklusif.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












