PENGARUH KECEMASAN DALAM MENGHADAPI UJIAN LURING TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA MANDARIN PADA MAHASISWA
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v6i1.9138Keywords:
Bahasa Mandarin, Hasil Belajar, Kecemasan, UjianAbstract
Entering the post-pandemic period, the Indonesian education system has gradually shifted from online learning back to face-to-face instruction. This transition requires students to readjust to in-person learning in terms of academic readiness, time management, learning concentration, social interaction, and assessment demands. The adaptation process often presents various challenges, including decreased learning comfort, physical fatigue, difficulties in understanding instructional materials delivered directly, and increased psychological pressure in the form of academic anxiety. One of the most prominent sources of anxiety is examinations, which play a crucial role in evaluating learning outcomes and the overall quality of the teaching and learning process. This study aims to examine students’ anxiety levels during the transition of Mandarin language learning from online to offline modes, particularly in the context of face-to-face examinations, to compare students’ learning outcomes in online and offline examinations, and to analyze the effect of anxiety levels on learning outcomes. The findings reveal that anxiety has a significant effect on students’ academic performance. In addition, differences in anxiety levels and learning outcomes were identified between online and offline examinations, with the majority of students experiencing higher anxiety during offline examinations. This increase is influenced by learning environment conditions, social interaction, and time pressure during examinations. The results of this study are expected to contribute to educators’ understanding of offline Mandarin language learning dynamics, thereby enabling the development of more adaptive instructional and assessment strategies to enhance the quality of Mandarin language education in Indonesia.
ABSTRAK
Memasuki periode pascapandemi, sistem pendidikan di Indonesia mengalami penyesuaian kembali dari pembelajaran daring menuju pembelajaran luring secara bertahap. Perubahan ini menuntut mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan pembelajaran tatap muka, baik dari aspek kesiapan akademik, pengelolaan waktu, konsentrasi belajar, interaksi sosial, maupun tuntutan evaluasi pembelajaran. Proses adaptasi tersebut kerap memunculkan berbagai tantangan, seperti menurunnya kenyamanan belajar, kelelahan fisik, kesulitan memahami materi secara langsung, serta meningkatnya tekanan psikologis berupa kecemasan akademik. Salah satu sumber kecemasan yang dominan adalah ujian, sebagai bentuk evaluasi pembelajaran yang berperan penting dalam mengukur capaian dan kualitas proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi transisi pembelajaran bahasa Mandarin dari daring ke luring, khususnya pada pelaksanaan ujian luring, membandingkan hasil belajar mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin Universitas X pada ujian daring dan luring, serta menganalisis pengaruh tingkat kecemasan terhadap hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa. Selain itu, ditemukan perbedaan tingkat kecemasan dan capaian hasil belajar antara ujian daring dan luring, di mana sebagian besar mahasiswa mengalami peningkatan kecemasan saat mengikuti ujian luring. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan belajar, interaksi sosial, serta tekanan waktu selama ujian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengajar dalam memahami dinamika pembelajaran bahasa Mandarin secara luring sehingga strategi pembelajaran dan evaluasi dapat disesuaikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Mandarin di Indonesia.
Downloads
References
Al-Khasawneh, F. M. (2016). Investigating foreign language learning anxiety: A case of Saudi undergraduate EFL learners. Journal of Language and Linguistic Studies, 12(1), 137–148. https://www.jlls.org/index.php/jlls/article/view/470
Aprodita, N. P. (2021). Fear of COVID-19, intolerance of uncertainty, dan health anxiety pada kelompok usia produktif di era pandemi COVID-19. Jurnal Psikologi, 18(2), 120–133. https://doi.org/10.24014/jp.v18i2.16654
Chan, S., & Fransisca, F. (2025). Analysis of teaching strategies for online Chinese comprehensive courses (A case study on Chinese Department of Bunda Mulia University). Jurnal Bahasa dan Budaya China, 14(1). https://journal.ubm.ac.id/index.php/bahasa-budaya-china/article/view/8088
Dewi, K. (2020). Learning motivation of Chinese language department students in Bunda Mulia University Indonesia. Jurnal Bahasa dan Budaya China, 8(1). https://journal.ubm.ac.id/index.php/bahasa-budaya-china/article/view/2094
Hanifah, M., Hasan, B. Y., Noor, F. N., Pratama, T. A., & Rakhman, M. (2020). Kajian jenis kecemasan masyarakat Cilacap dalam menghadapi pandemi COVID-19. Prosiding Seminar Nasional.
Hardiansyah, M. A., Ramadhan, I., Suriyanisa, S., Pratiwi, B., Kusumayanti, N., & Yeni, Y. (2021). Analisis perubahan sistem pelaksanaan pembelajaran daring ke luring pada masa pandemi COVID-19 di SMP. Jurnal Basicedu, 5(6), 5840–5852. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i6.1784
Hazimah, M. (2022). ???????????????????? [Analisis kebutuhan dan kecemasan pembelajaran bahasa Mandarin luring di Indonesia pada era pascapandemi]. Jurnal Cakrawala Mandarin, 6(2), 471–485. https://doi.org/10.36279/apsmi.v6i2.181
Luo, H. (2013). Foreign language anxiety: Past and future. Chinese Journal of Applied Linguistics, 36(4), 442–464. https://doi.org/10.1515/cjal-2013-0030
Lusiane, L., & Garvin, G. (2019). Tekanan orang tua, perfeksionisme, dan ketidakjujuran akademik pada pelajar di Jakarta. Jurnal Ilmiah Psikologi Mind Set, 9(1), 60–77. https://doi.org/10.35814/mindset.v9i01.726
Musoffa, S. (2021). Pembelajaran daring masa pandemi COVID-19 di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam, 18(1). https://doi.org/10.34001/tarbawi.v18i1.1654
Neman, M. I. E., & Ganap, N. L. (2018). Student anxiety in learning English as a foreign language (EFL). In Proceedings of the 65th TEFLIN International Conference (pp. 68–73). https://ojs.unm.ac.id/teflin65/article/view/68-73
Pratama, R. E., & Mulyati, S. (2020). Pembelajaran daring dan luring pada masa pandemi COVID-19. Gagasan Pendidikan Indonesia, 1(2), 49–59. https://doi.org/10.30870/gpi.v1i2.9405
Sadikin, A., & Hamidah, A. (2020). Pembelajaran daring di tengah wabah COVID-19. BIODIK, 6(2), 214–224. https://doi.org/10.22437/bio.v6i2.9759
Sari, A. W., Mudjiran, M., & Alizamar, A. (2017). Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi ujian sekolah ditinjau dari jenis kelamin, jurusan, dan daerah asal serta implikasinya. Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik), 1(2), 37–42. https://doi.org/10.26740/bikotetik.v1n2.p37-42
Sari, I. (2020). Analisis dampak pandemi COVID-19 terhadap kecemasan masyarakat: Literature review. Bina Generasi: Jurnal Kesehatan, 12(1), 69–76. https://doi.org/10.35907/bgjk.v12i1.161
Sari, S. I., Sari, D. F., & Suwartini, I. (2021). Efektivitas pembelajaran daring dan luring di SMP Negeri 3 Pleret. Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran, 10(2), 145–152. https://doi.org/10.35194/alinea.v10i2.1079
Yusuf, A. (2021). Efektivitas konseling behavioral dengan teknik desensitisasi sistematis untuk mereduksi kecemasan menghadapi ujian semester mahasiswa. Jurnal Panrita, 1(2), 62–67. https://doi.org/10.35906/panrita.v1i2.141
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













