PERAN TOKOH ADAT DALAM MEMBERI NASEHAT NEKHAHKEN UNTUK MEMBANTU KEMATANGAN EMOSIONAL CALON PENGANTIN DI DESA KUTARIH KECAMATAN BABUSSALAM
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v5i4.7849Keywords:
Tokoh Adat, Nasehat Nekhahken, Tangis Dilo, Tradisi Pernikahan, Budaya LokalAbstract
The Marriage is not merely the union of two individuals but also a social bond rich in cultural and religious values. In many regions of Indonesia, particularly among the Gayo community in Kutarih Village, Babussalam Subdistrict, this tradition holds profound significance. This study aims to analyze the role of traditional leaders in the nasehat nekhahken tradition for prospective brides and grooms in Kutarih Village, Babussalam Subdistrict. The research employs a descriptive qualitative method with an ethnographic approach through interviews, observations, and documentation. The findings reveal that traditional leaders play a central role as guardians of moral values, mediators between Islamic teachings and local wisdom, and social educators through the oral art of tangis dilo. The tradition serves not only as premarital advice but also as a medium for character education and social control that fosters emotional readiness among couples. However, modernization and weak regeneration have led to shifts in the role of traditional leaders, necessitating innovation in delivery methods and media. The relevance of nasehat nekhahken remains strong due to its universal values and regional regulatory support. Therefore, revitalization and digitalization of this tradition are essential to sustain its socio-cultural function as a moral and familial resilience instrument in the modern era.
ABSTRAK
Pernikahan bukan hanya penyatuan dua insan, tetapi juga ikatan sosial yang sarat nilai budaya dan agama. Di banyak daerah di Indonesia, khususnya masyarakat Gayo di Desa Kutarih Kecamatan Babussalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tokoh adat dalam tradisi nasehat nekhahken kepada calon pengantin di Desa Kutarih, Kecamatan Babussalam. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografis melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh adat memiliki peran sentral sebagai penjaga nilai moral, mediator antara ajaran Islam dan kearifan lokal, serta pendidik sosial melalui seni tutur tangis dilo. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai nasihat pranikah, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter dan kontrol sosial yang membentuk kesiapan emosional calon pengantin. Namun, modernisasi dan lemahnya regenerasi menyebabkan pergeseran peran tokoh adat, sehingga diperlukan inovasi dalam metode dan media penyampaian. Relevansi nasehat nekhahken tetap terjaga karena nilai-nilainya yang universal dan didukung oleh regulasi daerah. Oleh karena itu, revitalisasi dan digitalisasi tradisi ini penting untuk menjaga keberlanjutan fungsi sosial-budayanya sebagai instrumen pembinaan moral dan ketahanan keluarga di era modern.
References
Astito, C. (2024). Peran penyuluh agama Islam dalam membentuk kecerdasan emosional pada calon pengantin di KUA Kecamatan Batang [Skripsi, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan]. http://etheses.uingusdur.ac.id/11677/
Auni, L., Manan, A., & Abubakar, A. Y. (2022). Factors changing the Gayo ethnic’s traditional marriage procession in Lut Tawar Sub-District of Takengon, Central Aceh, Indonesia. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 6(2), 1067–1088. https://doi.org/10.22373/sjhk.v6i2.14888
Azhari, N. H., Sardin, S., & Hasanah, V. R. (2020). Efektivitas pelaksanaan bimbingan perkawinan pranikah calon pengantin dalam meningkatkan kesiapan menikah. Indonesian Journal of Adult and Community Education, 2(2), 19-27. https://doi.org/10.17509/ijace.v2i2.30877
Bowlby, J. (1988). A secure base: Parent-child attachment and healthy human development. New York: Basic Books. https://doi.org/10.4324/9780203422699
Daniswara, R. A., & Faristiana, A. R. (2023). Tranformasi Peran Dan Dinamika Keluarga Di Era Digital Menjaga Keluarga Dalam Revolusi Industri 4.0 Tantangan Dalam Perubahan Sosial. JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora, 2(2), 29-43. https://doi.org/10.56910/jispendiora.v2i2.637
Deva, D. H., Arifin, A., & Chalid, I. (2021). Tangis tukhunen sebagai medium komunikasi tradisional dalam prosesi adat pernikahan suku Alas di Aceh Tenggara. Aceh Anthropological Journal, 5(2), 161–175. https://doi.org/10.29103/aaj.v5i2.4781
Efendi, A., Warsi, N., & Supraba, D. (2024). Dampak kematangan emosi dengan keharmonisan perkawinan dewasa awal. Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS), 4(1), 50-62. https://doi.org/10.18860/jips.v4i1.23971
Erikson, E. H. (1994). Identity and the life cycle. New York: W. W. Norton & Company. https://doi.org/10.4324/9780429481825
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures: Selected essays. New York: Basic Books. https://doi.org/10.2307/j.ctv1g809zs
Hasan, L., & Asari, H. (2025). Local Wisdom in the Edet Mungerje Wedding Tradition of the Gayo Ethnic Group in Southeast Aceh. Journal of General Education and Humanities, 4(3), 1081-1090. https://doi.org/10.58421/gehu.v4i3.626
Hidayat, M. Y., & Andaryuni, L. (2023). Emotional maturity in building household harmony from the perspective of Maqashid Syariah: A study of married couples in Samarinda City. Jurnal Al-Qadau: Peradilan Dan Hukum Keluarga Islam, 10(2), 190–203. https://doi.org/10.24252/al-qadau.v10i2.44348
Juri, J., & Suseka, S. (2023). Peran tokoh adat dalam melestarikan pernikahan adat mata malam subsuku Dayak Sawe. CIVICUS: Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 8(2). https://doi.org/10.31764/civicus.v8i2.2766
Kaneko, M., Nurdin, B. V., Sari, I. F., Turki, S. S. A., & Thesalonica, D. (2024). Rethinking the Role of Customary Elites: The Flexibility of Adat and the Interest of Customary Elites in Local Politics in Lampung, Indonesia. Jurnal Bina Praja, 16(1), 141-156. https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.141-156
Karmila, K., Razzaq, A., & Lubis, A. R. (2024). Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Pengendalian Emosi Remaja. Journal of Society Counseling, 2(2), 86-94. https://doi.org/10.59388/josc.v2i2.555
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta. https://books.google.co.id/books/about/Pengantar_Ilmu_Antropologi.html?id=phNIDwAAQBAJ&redir_esc=y
Maki, J. C. M., & Kusumiati, R. Y. E. (2025). Hubungan antara kematangan emosi dengan kepuasan pernikahan pada dewasa awal. Jurnal Pendidikan Indonesia, 6(4), 2139–2150. https://doi.org/10.59141/japendi.v6i4.7659
Masriati, Muchsin, & Ahmad. (2022). Peran tokoh adat (Pemamoan) dalam proses perkawinan adat pada suku Kluet Kabupaten Aceh Selatan. Jurnal Adabiya, 24(2), 145–156. https://doi.org/10.22373/adabiya.v24i2.14536
Mayangsari, P. D., Prabowo, A., & Hijrianti, U. R. (2021). Kematangan emosi dan penyesuaian perkawinan pada pernikahan usia muda di Kabupaten Tulungagung. Cognicia, 9(2), 137–148. https://doi.org/10.22219/cognicia.v9i2.18168
Purba, W. G. M., & Kusumiati, R. Y. E. (2024). Emotional maturity as a predictor of marriage readiness in early adult women from batak ethnic groups. Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, 158-171. https://doi.org/10.30598/jbkt.v8i2.2010
Purwanugraha, A., & Kertayasa, H. (2022). Peran Komunikasi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di SMK Farmasi Purwakarta. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(1), 681-689. https://doi.org/10.5281/zenodo.5915160
Putri, N. T., & Pertiwi, R. E. (2024). Emotional maturity and marital readiness among marriage dispensation applicants. Psychological Research and Intervention, 7(1), 45–51. https://doi.org/10.21831/pri.v7i1.76857
Putri, S., Pipitcahyani, T. I., Purwanto, T. S., & Esyuananik. (2025). Pengaruh kematangan emosi terhadap kesiapan pernikahan siswa tingkat akhir Poltekkes Kemenkes Surabaya: The effect of emotional maturity on the marriage readiness of final year students of the Ministry of Health Polytechnic of the Ministry of Health Surabaya. Gema Bidan Indonesia, 14(1), 8–14. https://doi.org/10.36568/gebindo.v14i1.218
Rasyid, H. (2015). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Pengembangan Pendidikan Karakter Di Era Global. Jurnal Edugama, 1(1), 1-31.
Rayhan, M., Jati, D. K., Zaky, F. N., Albian, M. R., & Purwanto, E. (2025). Globalisasi Budaya dan Media Digital: Dilema antara Modernisasi dan Pelestarian Budaya Lokal. Indonesian Culture and Religion Issues, 2(3), 14-14. https://doi.org/10.47134/diksima.v2i3.218
Samad, N., & Munawwarah. (2020). Nilai-nilai Islam dalam prosesi adat perkawinan di Aceh: Kajian atas makna mitsaqan ghalizha dalam budaya lokal. Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah, 26(1), 89–104. https://doi.org/10.22373/albayan.v26i1.6823
Samad, S. A. A., & Munawwarah. (2020). Adat pernikahan dan nilai-nilai Islami dalam masyarakat Aceh menurut hukum Islam. El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 3(2), 289–302. https://doi.org/10.22373/ujhk.v3i2.7716
Santrock, J. W. (2018). Adolescence (17th ed.). New York: McGraw-Hill Education. https://doi.org/10.1080/19388071.2019.1580571
Syalis, E. R., & Nurwati, N. N. (2020). Analisis dampak pernikahan dini terhadap psikologis remaja. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 3(1), 29-39. https://doi.org/10.24198/focus.v3i1.28192
Turyani, I., Suharini, E., & Atmaja, H. T. (2024). Norma dan nilai adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS, 2(2), 234-243. https://doi.org/10.62383/sosial.v2i2.224
Wahyudi, A., Marlina, Y., Ghufron, M., & Wafi, A. (2023). Synchronising Adat and Sharia in Marriage: A Case Study in Indonesia. VRISPRAAK: International Journal of Law, 7(2), 77-85. https://doi.org/10.59689/vris.v7i2.1146
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













