JARINGAN ULAMA NUSANTARA: PERAN INTELEKTUAL DALAM MEMBENTUK PERADABAN MELAYU-ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v5i4.7844Keywords:
Jaringan Ulama, Peran Intelektual Ulama, Peradaban Melayu & IslamAbstract
Islam in the Indonesian archipelago emerged as a transformative force that not only touched on spiritual aspects but also profoundly reconstructed the social and intellectual structures of society. This research focuses on the strategic role of the Indonesian ulama network as a key intellectual agent in shaping the foundations of a distinctive Malay-Islamic civilization. Using a qualitative approach with descriptive-analytical literature study methods, this study examines historical literature on the dynamics of ulama thought and the transmission of knowledge. The study's findings indicate that ulama acted not only as propagators of religion but also as cultural mediators, integrating universal Islamic values ??with local wisdom through a harmonious process of acculturation. This network also played a vital role in standardizing the Malay language as a lingua franca for scholarship and establishing basic educational institutions such as Islamic boarding schools (pesantren), which became pillars of the modernization of the Muslim community. The main conclusion emphasizes that this intellectual synergy has given birth to a unique, moderate, and adaptive Malay-Islamic civilizational identity, in which ulama successfully bridged global and local traditions, thus strengthening the existence of Islam as a central element in the history of Southeast Asian civilization.
ABSTRAK
Islam di kawasan Nusantara hadir sebagai kekuatan transformatif yang tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga merekonstruksi struktur sosial dan intelektual masyarakat secara mendalam. Penelitian ini memfokuskan kajian pada peran strategis jaringan ulama Nusantara sebagai agen intelektual kunci dalam membentuk fondasi peradaban Melayu-Islam yang distingtif. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang bersifat deskriptif-analitis, penelitian ini menelaah literatur historis mengenai dinamika pemikiran dan transmisi keilmuan ulama. Temuan studi menunjukkan bahwa para ulama tidak hanya bertindak sebagai penyebar agama, tetapi juga sebagai mediator kultural yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam universal dengan kearifan lokal melalui proses akulturasi yang harmonis. Jaringan ini juga berperan vital dalam membakukan bahasa Melayu sebagai lingua franca keilmuan serta mendirikan lembaga pendidikan basis seperti pesantren yang menjadi pilar modernisasi umat. Simpulan utama menegaskan bahwa sinergi intelektual ini telah melahirkan identitas peradaban Melayu-Islam yang unik, moderat, dan adaptif, di mana ulama berhasil menjembatani tradisi global dan lokal, sehingga memperkokoh eksistensi Islam sebagai elemen sentral dalam sejarah peradaban Asia Tenggara.
References
Aisy, M. R., Fadia, M. F., Salsabila, M., & Putra, P. (2025). Perubahan nilai dan norma pada masyarakat: Studi sosial di era globalisasi. Jurnal Cakrawala Akademika, 1(6), 2219. https://doi.org/10.70182/jca.v1i6.348
Auranissa Hernanda, V., Yasyfa Azzahra, A., & Alfarisy, F. (2022). Pengaruh penerapan bahasa asing dalam kinerja pendidikan. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 3(1), 88–95. https://doi.org/10.59141/jiss.v3i01.514
Abidin, M. Z. H. Z., Ibrahim, N., Ramli, M. A., Salleh, M. Y. Y., Hassan, P., Noh, A. M. M., & Razak, M. I. A. (2022). The features of local wisdom within the tradition of the pondok learning system. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 12(1). https://doi.org/10.6007/ijarbss/v12-i1/12108
Afandi, S. A., Afandi, M., Erdayani, R., & Lestari, R. (2023). Mapping study: Analysis of the Riau vision 2025 research. International Journal on Social Science Economics and Art, 12(4), 189. https://doi.org/10.35335/ijosea.v12i4.120
Chotpradit, T., Jacobo, J., Legaspi-Ramirez, E., Nelson, R., Huy, N. N., Polmuk, C., Tun, S. L., Scott, P., Soon, S., & Supangkat, J. (2018). Terminologies of “modern” and “contemporary” “art” in Southeast Asia’s vernacular languages: Indonesian, Javanese, Khmer, Lao, Malay, Myanmar/Burmese, Tagalog/Filipino, Thai and Vietnamese. Southeast of Now, 2(2), 65. https://doi.org/10.1353/sen.2018.0015
Christina, D., Yetti, E., & Herdiati, D. (2025). Membentuk generasi cinta budaya lewat musik tradisional di usia emas. LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 933. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.5643
Hamzah, Z. (2018). Interaction of Islam with local culture. AJIS Academic Journal of Islamic Studies, 3(1), 1. https://doi.org/10.29240/ajis.v3i1.482
Herwansyah, Rusli, R., & Toharudin. (2024). Konektivitas intelektual Melayu Islam di Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Tajdid, 23(1), 315–332.
Homepage, J. (2025). Journal of innovative and creativity Islam dan kebangkitan intelektual dalam peradaban Melayu: Sebuah kajian literatur. [Nama jurnal tidak tercantum], 5(2), 480–487.
Husni, Z. M., & Rahman, I. (2020). Islam, kearifan lokal, komunikasi dakwah; Menakar konsep Islam Nusantara. Jurnal Islam Nusantara, 4(1), 92. https://doi.org/10.33852/jurnalin.v4i1.211
Internasional, P., & Illmu, W. (n.d.). i-WIN library title author(s) category topics: Membakar sampah menyesakkan ku: Amelia Triani: Universitas Sultan Ageng Tirtayasa: Article: Environment, education.
Islakh, A. N., Pujianto, P., & Adibah, I. Z. (2025). Peran kepala sekolah dalam pengembangan kurikulum PAI berbasis multikultural. LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 982. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.6440
Iswati, A. B. C. H. (2023). Potret gerakan intelektual dan institusi pendidikan Islam di Indonesia beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. At-Tajdid: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 7(1), 160.
Ista, A., Yusuf, M., & Tang, M. (2024). Je’ne ta’luka sumbayang tang tappu masyarakat suku Kajang ditinjau dari nilai pendidikan Islam multikultural. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 4(3), 221. https://doi.org/10.51878/cendekia.v4i3.3007
M Azzam Manan. (2021). Pemikiran pembaruan dalam Islam: Pertarungan antara mazhab konservatif dan aliran reformis. Masyarakat Indonesia, 2, 187–207. http://ejournal.lipi.go.id/index.php/jmi/article/view/653
Mahmudah, H. (2017). Transmisi ideologi fundamentalisme dalam pendidikan. TAJDID Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan, 1(2), 200. https://doi.org/10.52266/tadjid.v1i2.45
Mardika, A., & Ramli, M. A. (2024). Nusantara ulama: Islamic intellectual tradition and local culture. Journal of Indonesian Ulama, 2(1), 1–17. https://doi.org/10.30821/jiu.v2i1.594
Mugiyono. (2016). Integrasi pemikiran Islam dan peradaban Melayu: Studi eksploratif historis terhadap perkembangan peradaban Melayu Islam di Nusantara. Jurnal Multidisipliner Bharasumba, 17(1), 29–39.
Nasution, R. D. (2017). Kyai sebagai agen perubahan sosial dan perdamaian dalam masyarakat tradisional. Sosiohumaniora, 19(2). https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v19i2.10346
Noviani, D., Destyaningsi, R., Yunika, D., & Rosalia, M. (2025). Menggali nilai-nilai hakiki dalam pendidikan Islam. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(3), 1186. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6429
Nuralia, L., & Imadudin, I. (2017). Pengaruh akulturasi budaya terhadap dualisme sistem ekonomi masyarakat Kampung Tua di Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara. Patanjala: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 9(1), 77. https://doi.org/10.30959/patanjala.v9i1.347
Oktarini, D., Aliyah, A., & Ayu, C. (2025). Ilmu keislaman dan tantangan sosial di era globalisasi. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(3), 1210. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6426
Putera, R. P., & Zamzam, M. (2025). Studi intelektual tentang penyebaran Islam di Nusantara dalam pemikiran Azyumardi Azra. [Nama jurnal tidak tercantum].
Salsabila, A., Ramadhani, C., & Faizin, M. S. (2025). Berpikir induktif sebagai dasar kompetensi sikap kritis bagi peserta didik generasi milenial abad 21. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(1), 264. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i1.4465
Satrio, S. (2018). Urgensi penguasaan bahasa Arab dalam studi Islam di Indonesia. PERADA, 1(2), 163. https://doi.org/10.35961/perada.v1i2.22
Schaefer, S. (2021). Islam Nusantara: The conceptual vocabulary of Indonesian diversity. Islam Nusantara: Journal for Study of Islamic History and Culture, 2(2), 1. https://doi.org/10.47776/islamnusantara.v3i1.163
Shamsuddin, M. M. J. (2024). Islamic rulings and guidelines for social media influencers: Maqasid shariah point of view. Sains Insani, 9(2), 417. https://doi.org/10.33102/sainsinsani.vol9no2.699
Slamet, A., & Laila, A. F. (2019). Strategi dakwah Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Kabupaten Jepara dalam perspektif pemanfaatan media massa. An-Nida Jurnal Komunikasi Islam, 10(1). https://doi.org/10.34001/an.v10i1.748
Spiritual, D. B. (2025). Vol 2 no 1 tahun 2025 hal 151–165. [Nama jurnal tidak tercantum, 1.
Syamsu, P. K. (2017). Scrutinizing the role of Arabic in shaping literacy in Indonesia. El-Ibtikar Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 6(2), 101. https://doi.org/10.24235/ibtikar.v6i2.3048
Ulfa, S. N., Fitrisia, A., & Fatimah, S. (2024). Berfikir teoritis dan grand teori dalam ilmu sosial. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 4(4), 533. https://doi.org/10.51878/cendekia.v4i4.3737
Yunika, D., & Rosalia, M. (2025). Mengenal studi Islam di dunia (global). CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(3), 1160. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6431
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













