PENDIDIKAN ISLAM MODERAT DAN IMPLIKASINYA PERSPEKTIF KH. ALI MAKSUM
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v5i4.7842Keywords:
Pendidikan Islam Moderat, Implikasi, KH. Ali MaksumAbstract
The escalation of radicalism and intolerance in Indonesia demands a transformation of the educational paradigm capable of bridging the polarization between conservative and liberal religious thought. This study aims to explore the concept of moderate Islamic education from the perspective of KH. Ali Maksum and analyze its implications for the development of the national Islamic education system. Using a qualitative approach with a literature study design, this study examines in-depth the authoritative works of this figure, particularly the book "Hujjah Ahlus Sunnah wal Jamaah," through content and historical analysis techniques. The main findings indicate that KH. Ali Maksum's construction of moderation is built on a proportional balance between intellectual and spiritual dimensions, which includes tolerance for differences in jurisprudence (ikhtilaf), strengthening rational faith, and prioritizing social piety. The implications of this thinking for education in Indonesia include the urgency of integrating religious and science curricula, instilling inclusive values, and strengthening character based on global ethics. This study concludes that the pedagogical ideas of KH. Ali Maksum offers a comprehensive framework as a theological bulwark against extremism, while simultaneously positioning educational institutions as laboratories of moderation, effectively producing a generation of adaptability, integrity, and the ability to maintain harmony in a multicultural society.
ABSTRAK
Eskalasi radikalisme dan intoleransi di Indonesia menuntut transformasi paradigma pendidikan yang mampu menjembatani polarisasi antara pemikiran keagamaan konservatif dan liberal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep pendidikan Islam moderat perspektif KH. Ali Maksum serta menganalisis implikasinya bagi pengembangan sistem pendidikan Islam nasional. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan, penelitian ini menelaah secara mendalam karya-karya otoritatif tokoh, khususnya kitab Hujjah Ahlus Sunnah wal Jamaah, melalui teknik analisis isi dan sejarah. Temuan utama menunjukkan bahwa konstruksi moderasi KH. Ali Maksum dibangun di atas keseimbangan proporsional antara dimensi intelektual dan spiritual, yang mencakup sikap toleran terhadap perbedaan fikih (ikhtilaf), penguatan akidah yang rasional, serta prioritas pada kesalehan sosial. Implikasi pemikiran tersebut terhadap pendidikan di Indonesia meliputi urgensi integrasi kurikulum ilmu agama dan sains, penanaman nilai inklusivitas, serta penguatan karakter berbasis etika global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gagasan pedagogis KH. Ali Maksum menawarkan kerangka kerja komprehensif sebagai benteng teologis melawan ekstremisme, sekaligus memposisikan institusi pendidikan sebagai laboratorium moderasi yang efektif mencetak generasi adaptif, berintegritas, dan mampu merawat harmoni dalam masyarakat multikultural.
References
Anshori, M. A., et al. (2021). Contribution of Sufism to the development of moderate Islam in Nusantara. International Journal of Islamic Thought, 19(1), 40. https://doi.org/10.24035/ijit.19.2021.194
Arikarani, Y., et al. (2024). Konsep pendidikan Islam dalam penguatan moderasi beragama. Edification Journal, 7(1), 71. https://doi.org/10.37092/ej.v7i1.840
Asmanidar, A. (2023). Diversity and humanity in Islam: A perspective of religious moderation. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 3(2), 302. https://doi.org/10.22373/arj.v3i2.20416
Asnawi, H. S. (2016). Kritik teori hukum feminis terhadap UU. No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan: Suatu upaya dalam menegakkan keadilan HAM kaum perempuan. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(1).
Athoilah, A. (2019). KH. Ali Maksum: Ulama, pesantren dan NU. LKiS.
Bashori, B. (2020). Kontribusi pendidikan Islam dalam mengembangkan multikulturalisme. TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama, 12(1), 61. https://doi.org/10.24014/trs.v12i1.10638
Dalmeri, D. (2015). Contextualization of scientific and religious values in multicultural society. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 23(2), 377. https://doi.org/10.21580/ws.2015.23.2.285
Hamidah, H. (2017). Al-Ukhuwah al-ijtima’iyah wa al-insaniyah. Jurnal Theologia, 23(2), 448. https://doi.org/10.21580/teo.2012.23.2.1678
Islakh, A. N., et al. (2025). Peran kepala sekolah dalam pengembangan kurikulum PAI berbasis multikultural. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 982. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.6440
Jaeni, M., et al. (2023). From manuscripts to moderation: Sundanese wisdom in countering religious radicalism. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya, 7(1), 65. https://doi.org/10.15575/rjsalb.v7i1.21446
Lindayati, E., et al. (2025). Pendidikan Islam dan tantangan multikulturalisme. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 6385. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.2546
Machfudz, M. (2010). Konsep Ahlu Sunnah tahqiq dan dirasah kitab Hujjah Ahl Al- Sunnah Wal-Jama’ah karangan K.H. Ali Maksum [Thesis, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga].
Madiyono, M., & Haq, M. Z. (2023). Integritas terbuka sebagai pendekatan baru dialog antariman dalam penguatan moderasi beragama. Integritas Terbuka: Peace and Interfaith Studies, 2(1), 1. https://doi.org/10.59029/int.v2i1.11
Madjid, N. (2018). Moderasi beragama di Indonesia: Studi kasus Pesantren Krapyak [Tesis, Universitas Indonesia].
Mahmudin, A. S. (2018). Pendidikan Islam dan kesadaran pluralisme. Journal Ta’limuna, 7(1), 24. https://doi.org/10.32478/ta.v7i1.146
Mazya, T. M., et al. (2024). Religious and cultural diversity in Indonesia: Dynamics of acceptance and conflict in a multidimensional perspective. International Journal of Current Science Research and Review, 7(7). https://doi.org/10.47191/ijcsrr/v7-i7-32
Muhtar, F., & Jihad, S. (2019). Ketahanan umat beragama dalam mencegah radikalisme di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat. Jurnal Ketahanan Nasional, 25(1), 56. https://doi.org/10.22146/jkn.41443
Mukhdlor, A. Z. (1989). KH. Ali Maksum perjuangan dan pemikiran-pemikirannya. Multi Karya Grafika.
Najib, M., & Fata, A. K. (2020). Islam wasatiyah dan kontestasi wacana moderatisme Islam di Indonesia. Jurnal Theologia, 31(1), 115. https://doi.org/10.21580/teo.2020.31.1.5764
Nugraha, C., et al. (2023). Transformasi pendidikan Islam pada pembelajaran dan nilai keislaman di era revolusi industri 4.0. PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, 4(1), 1. https://doi.org/10.24127/profetik.v4i1.4837
Oktarini, D., et al. (2025). Ilmu keislaman dan tantangan sosial di era globalisasi. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(3), 1210. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6426
Prayitno, A. B. (2019). Islam moderat dalam pandangan KH. Ali Maksum. Pustaka Alvabet.
Rahmadi, R., & Hamdan, H. (2023). Religious moderation in the context of Islamic education: A multidisciplinary perspective and its application in Islamic educational institutions in Indonesia. Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 21(1), 59. https://doi.org/10.18592/khazanah.v21i1.8487
Ridwan, N. K. (2020). Ensiklopedia Khittah NU Jilid IV: Sejarah pemikiran Khittah NU. Diva Press.
Rolando, D. M., et al. (2024). Strengthening religious literacy as an effort to overcome the moral degradation of Generation Z in the digital era. KnE Social Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v9i12.15821
Salamah, F. (2016). Metode istinbath Pesantren Krapyak: Studi pemikiran K.H. Ali Maksum dan K.H. Zainal Abidin Munawwir [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga].
Saputra, I. B., & Azmi, F. (2022). Religious moderation in Indonesia. EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan, 6(3). https://doi.org/10.47006/er.v6i3.10887
Sutarjo, S. (2023). Mengoptimalisasikan pendidikan karakter siswa sebagai fondasi kebangkitan generasi emas 2045. JKIP: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 1(4), 257. https://doi.org/10.61116/jkip.v1i4.187
Sutrisno, E. (2019). Aktualisasi moderasi beragama di lembaga pendidikan. Jurnal Bimas Islam, 12(2), 323. https://doi.org/10.37302/jbi.v12i2.113
Sya’bani, M. A. Y. (2021). Culture of religious moderation through the actualization of Islamic education wasatiyyah to improve religious reconnection and tolerance in Indonesia. Advances in Social Science, Education and Humanities Research. https://doi.org/10.2991/assehr.k.211020.075
Syamsudin, M. (2020). Pendidikan Islam dalam perspektif KH. Ali Maksum. LKiS.
Wedi, A. (2020). Remoderasi Islam melalui re-interpretasi Al-Quran. SHAHIH: Journal of Islamicate Multidisciplinary, 5(2). https://doi.org/10.22515/shahih.v5i2.2767
Zahroh, A. (2022). Penerapan moderasi beragama melalui kurikulum pendidikan. Bidayatuna: Jurnal Pendidikan Guru Mandrasah Ibtidaiyah, 5(2), 230. https://doi.org/10.54471/bidayatuna.v5i2.1833
Zuhdi, M. (2017). Radikalisme agama dan upaya deradikalisasi pemahaman keagamaan. AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam, 22(1), 199. https://doi.org/10.32332/akademika.v22i1.568
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













