BUDAYA BERSALAMAN SEBAGAI BAGIAN DARI PERILAKU DAN BUDAYA ORGANISASI DALAM INTERAKSI PESERTA DIDIK DAN GURU
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v5i4.7815Keywords:
Budaya Bersalaman, Perilaku Organisasi , Budaya Organisasi, Mutu Pendidikan, Mts Negeri 2 KaranganyarAbstract
ABSTRACT
The handshake culture is a common behavioral practice found in educational environments, which not only reflects values of respect but also strengthens relationships among individuals within the institution. This study aims to examine the implementation of the handshake culture at MTs Negeri 2 Karanganyar, as well as to identify its relationship with individual behavior, organizational culture, and its impact on national education quality. In this context, the handshake culture is more than a daily habit; it becomes an integral part of the value system applied in the school. Through the practice of handshaking, a conducive atmosphere is created for students’ character development, fostering discipline and enhancing positive interactions among teachers, students, and school staff. This research employs a qualitative method with a case study approach involving observations, interviews, and document analysis. The findings show that the handshake culture implemented at MTs Negeri 2 Karanganyar not only supports the creation of more harmonious relationships within the school community but also increases trust and individual commitment toward organizational goals. Thus, this culture becomes an essential element in creating a better educational environment, which in turn can improve overall education quality. The study suggests that handshake culture should be considered as part of organizational culture development strategies in other schools in Indonesia to support the enhancement of more inclusive and morally grounded education quality.
ABSTRAK
Budaya bersalaman merupakan salah satu bentuk perilaku yang sering dijumpai di lingkungan pendidikan, yang tidak hanya mencerminkan nilai penghormatan, tetapi juga dapat mempererat hubungan antar individu di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi budaya bersalaman di MTs Negeri 2 Karanganyar, serta mengidentifikasi hubungan antara budaya tersebut dengan perilaku dan budaya organisasi, dan dampaknya terhadap mutu pendidikan nasional. Dalam konteks ini, budaya bersalaman lebih dari sekedar kebiasaan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian integral dari sistem nilai yang diterapkan di sekolah. Melalui budaya bersalaman, tercipta suasana yang kondusif bagi perkembangan karakter siswa, membentuk kedisiplinan, dan memperkuat interaksi positif antara guru, siswa, serta staf sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya bersalaman yang diterapkan di MTs Negeri 2 Karanganyar tidak hanya mendukung terciptanya hubungan yang lebih harmonis antara pihak sekolah, tetapi juga meningkatkan kepercayaan dan komitmen individu terhadap tujuan organisasi. Dengan demikian, budaya ini menjadi salah satu elemen penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik, yang pada gilirannya dapat mendongkrak mutu pendidikan secara keseluruhan. Penelitian ini menyarankan agar budaya bersalaman dijadikan bagian dari strategi pengembangan budaya organisasi di sekolah-sekolah lain di Indonesia, untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan yang lebih inklusif dan berbasis pada nilai-nilai moral yang kuat.
References
Aldridge, JM, & Fraser, BJ (2016). Pandangan guru tentang iklim sekolah dan hubungannya dengan efikasi diri dan kepuasan kerja guru. Learning Environments Research, 19(2), 291–307. https://doi.org/10.1007/s10984-015-9198-x
Aldrup, K., Klusmann, U., Lüdtke, O., Göllner, R., & Trautwein, U. (2018). Hubungan siswa-guru dan manajemen kelas: Peran emosi guru. Pengajaran dan Pendidikan Guru, 73, 187–198. https://doi.org/10.1016/j.tate.2018.03.013
Alvesson, M., & Sveningsson, S. (2016). Mengubah Budaya Organisasi: Pekerjaan Perubahan Budaya yang Sedang Berlangsung (edisi ke-2). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315688404
Cadima, J., Matos, PM, & Leal, T. (2016). Interaksi kelas, keterlibatan siswa, dan hasil perilaku dalam pendidikan dasar. Pembelajaran dan Pengajaran, 42, 1–11. https://doi.org/10.1016/j.learninstruc.2015.11.001
Cornelius-White, J. (2016). Hubungan guru-siswa yang berpusat pada peserta didik efektif: Sebuah meta-analisis. Tinjauan Penelitian Pendidikan, 86(1), 42–78.
https://doi.org/10.3102/0034654315582065
Hashemi, N., & Barani, G. (2018). Hubungan interpersonal guru-siswa dan dampaknya terhadap motivasi belajar. Jurnal Pembelajaran Internasional , 11(4), 53–66.
https://doi.org/10.12973/iji.2018.1144a
Hernandez, JP, Gonzalez, M., & Williams, K. (2015). Hubungan positif guru-siswa sebagai prediktor motivasi intrinsik di kelas. Jurnal Penelitian Pendidikan , 108(3), 195–207.
https://doi.org/10.1080/00220671.2014.886146
Hofstede, G., Hofstede, GJ, & Minkov, M. (2015). Budaya dan Organisasi: Perangkat Lunak Pikiran (edisi ke-3). McGraw-Hill Education.
Kemendikbud RI. (2021). Panduan Implementasi Profil Pelajar Pancasila .
https://kurikulum.kemdikbud.go.id
Mulyani, D., & Hakim, L. (2020). Teacher–student interpersonal interactions and their influence on school climate. International Journal of Instruction, 13(3), 185–198.
https://doi.org/10.29333/iji.2020.13313a
Prasetyo, R. (2019). Pengaruh kebiasaan interaksi sopan santun terhadap kedisiplinan siswa. Jurnal Pendidikan Karakter , 9(1), 22–31. https://doi.org/10.21831/jpk.v9i1.25678
Robbins, SP, & Hakim, TA (2023). Perilaku Organisasi (Edisi ke-19). Pearson. https://www.pearson.com/us/higher-education/product/Robbins-Organizational-Behavior/9780134729664
Roorda, DL, Zee, M., & Koomen, HMY (2021). Hubungan siswa-guru dan keterlibatan serta prestasi siswa: Sebuah pembaruan meta-analisis. Educational Psychology Review, 33, 203–249. https://doi.org/10.1007/s10648-020-09585-3
Suryadi, A., & Rukmana, D. (2021). Iklim sekolah dan keterlibatan siswa: Sebuah studi berbasis karakter. Jurnal Pendidikan Karakter , 11(1), 45–58. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpk
Wang, M.-T., & Degol, JL (2016). Penelitian iklim sekolah: Tinjauan lapangan dan arah masa depan. Tinjauan Penelitian Pendidikan, 86(4), 852–894. https://doi.org/10.3102/0034654316672069
Wentzel, KR, & Looney, L. (2020). Sosialisasi di lingkungan sekolah: Menghubungkan hubungan sosial, iklim sekolah, dan keterlibatan akademik. Psikolog Pendidikan, 55(3), 166–184. https://doi.org/10.1080/00461520.2020.1784012
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













