PERAN PENDIDIKAN SENI SEBAGAI PENGUATAN MULTIKULTURALISME PADA PESERTA DIDIK
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v5i4.7702Keywords:
Pendidikan Seni, Multikulturalisme, Karakter, ToleransiAbstract
ABSTRACT
Indonesia is a pluralistic nation, thus contributing to its cultural diversity. The diversity of ethnicities, religions, languages, and arts are examples of cultures spread from Sabang to Merauke. This diversity is an asset that needs to be preserved and a strength that needs to be instilled with multicultural awareness that includes humanitarian values. Arts education plays a strategic role in learning, development, and fostering multicultural values ??in students. This study aims to analyze the role of arts education as a means of strengthening multiculturalism in educational environments. This study uses a qualitative descriptive method with a library research type with a review of various current academic sources discussing arts education and multiculturalism. The results of the study describe arts education as being able to foster pluralism, tolerance, and empathy for cultural differences. Through collaborative learning that emphasizes cooperation in creating a work of art, joint performances, and an appreciative approach that fosters an attitude of appreciation for the work of friends, students learn to understand that each individual has a unique cultural background that deserves to be respected. Thus, arts education plays an important role in strengthening multicultural values ??as a fundamental for creating harmonious relationships in life in a pluralistic society.
ABSTRAK
Indonesia adalah bangsa yang majemuk sehingga hal tersebut yang melatarbelakangi keanekaragaman budaya. Beragam suku, agama, bahasa, dan seni adalah contoh budaya yang tersebar dari Sabang hingga Marauke. Keragaman yang dimiliki adalah aset yang perlu di lestarikan dan kekuatan yang perlu ditanamkan kesadaran multikultural yang meliputi nilai-nilai kemanusiaan. Pendidikan seni memiliki peran strategis dalam pembelajaran, pembangunan, serta menumbuhkan nilai multikulturalisme pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan seni sebagai sarana penguatan multikulturalisme di lingkungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dengan kajian berbagai sumber akademik terkini yang membahas pendidikan seni dan multikulturalisme. Hasil penelitian untuk mendeskripsikan pendidikan seni bisa menumbuhkan pluralisme, toleransi, empati terhadap perbedaan budaya. Melalui pembelajaran kolaboratif yang menekankan kerja sama dalam mencipta sebuah karya seni, pementasan bersama, dan pendekatan apresiatif menumbuhkan sikap menghargai apresiasi karya teman, peserta didik belajar memahami bahwa setiap individu memiliki keunikan dari latar budaya yang patut dihargai. Dengan demikian, pendidikan seni berperan penting dalam memperkuat nilai-nilai multikultural sebagai fundamental terciptanya hubungan yang harmonis dalam kehidupan di tengah masyarakat yang majemuk.
References
Adawiyah, A. R., & Nurbaeti, R. U. (2023). Pelatihan Tari Kreasi sebagai Bentuk Apresiasi Seni Tari. JAMU?: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS, 3(02), 150–156. https://doi.org/10.46772/jamu.v3i02.1051
Anwar, F., Faruza, S., & Gusmaneli, G. (2024). Strategi pembelajaran collaborative learning dalam meningkatkan kemampuan kerja sama dan komunikasi dalam pembelajaran PAI. Harmoni Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(2), 165–175. https://doi.org/10.62383/hardik.v1i2.218
Asa, A. A., Wijayanti, Q. A. N., Ikom, S., & Ikom, M. (2024). Pemersatuan Masyarakat Multikultural Melalui Seni Dan Kreativitas. Jurnal Media Akademik (JMA), 2(1), 1162–1171. https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/view/96
Djoko, A. (2019). Pembelajaran Kolaboratif: Suatu Landasan untuk Membangun Kebersamaan dan Keterampilan Kerja sama. Diklus, XVII(September), 292–304. https://doi.org/https://media.neliti.com/media/publications/217907-pembelajaran-kolaboratif-suatu-landasan.pdf
Gde Suryawan, I., Dwi, K., & Putra, S. (2020). Menumbuhkembangkan Apresiasi Seni Rupa Anak Sekolah Dasar Terhadap Karya Seni Lukis Kaca Nagasepaha. Edukasi: Jurnal Pendidikan Dasar, 1(2), 125–134. http://jurnal.stahnmpukuturan.ac.id/index.php/edukasi
Gunada, I. W. A. (2022). Konsep, Fungsi Dan Strategi Pembelajaran Seni Bagi Peserta Didik Usia Dini. Kumarottama: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), 109–123. https://doi.org/10.53977/kumarottama.v1i2.383
Hadijaya, Y., Fahrezi, M., Intan, N., Wasiyem, W., Zakiah, N., & Azhari, M. T. (2024). Konsep Multikulturalisme dan Pluralisme dalam Pendidikan. JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(3), 3101–3108. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i3.3790
Hakim, A. R., & Darojat, J. (2023). Pendidikan Multikultural dalam Membentuk Karakter dan Identitas Nasional. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(3), 1337–1346. https://doi.org/10.29303/jipp.v8i3.1470
Handayani, L., Hartono, & Saearani, M. F. T. B. (2024). Paradigma dan Tantangan Pendidikan Seni dalam Mengintegrasikan Akhlaq, Teknologi, dan Multikulturalisme. Besaung: Jurnal Seni, Desain dan Budaya, 9(2), 235–248. https://doi.org/10.36982/jsdb.v9i2.4165
Hasan, K., Ansar, A., & Lamatenggo, N. (2018). Pengelolaan Pendidikan Multikultural di SMA Negeri 1 Mananggu. JPs: Jurnal Riset Dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan, 3(2), 187–192. https://ejurnal.pps.ung.ac.id/index.php/JPS/article/view/335
Ibrahim, R. (2019). Pendidikan Multikultural: Pengertian, Prinsip, dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam Rusta. EDUSIANA: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam, 7(1), 129–154. https://doi.org/10.30957/edusiana.v4i1.3
Ispahani, V. S. (2023). Apresiasi sebagai salah satu pendekatan dalam pembelajaran seni tari di SMP. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 11(1). https://doi.org/10.15294/harmonia.v11i1.2070
Koentjaraningrat. (1985). Pengantar Ilmu Antropologi. Aksara baru.
Kristianto, Y. D. (2025). Appreciative Approach in Interaction With Co-Workers of Teachers at X School in Surabaya. Jurnal Psikologi Tabularasa, 20(1), 99–114. https://jurnal.unmer.ac.id/index.php/jpt/index
Lusiana, S. N. E. L., & Arifin, S. (2022). Dampak bullying terhadap kepribadian dan pendidikan seorang anak. Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman, 10(2), 337-350.. https://doi.org/10.52185/kariman.v10i2.252
Magdalena, R. (2021). Hidup, Seni Dan Teks. Jurnal Desain-Kajian Bidang Penelitian, 1(1), 45–57. https://journal.interstudi.edu/index.php/journaldesain/article/view/971
Mahardika, B. M., & Purnawan Putra, A. (2025). Implementasi Media Seni Mural Untuk Mengembangkan Ekspresi Dan Komunikasi Siswa Di Tumbuh High School. Spektra Komunika, 4(2), 152–164. https://doi.org/10.33752/spektra.v4i2.9105
Norhidayah, S., Astuti, R. A., Noormila, C., Putri, Y. A., & Anshari, M. R. (2025). Peran Lembaga Seni Dan Budaya Mahasiswa Dalam Membangun Karakter Berbasis Nilai-Nilai Budaya. Jurnal Pendidikan Dan Keguruan, 3(6), 455-467. https://jutepe-joln.net/index.php/JURPERU/article/view/98
Nurkholis. (2016). Pendidikan Dalam Upaya Memajukan Teknologi. Jurnal Kependidikan, 1(1), 24–44. https://doi.org/10.24090/jk.v1i1.530
Nurzannah, S. (2022). Peran Guru Dalam Pembelajaran. ALACRITY?: Journal Of Education, 2(3), 26–34. https://doi.org/10.52121/alacrity.v2i3.108
Oktadus, H. Y. (2024). Persepsi Multisensori dalam Proses Pembentukan Ekspresi Musikal Musisi. Grenek Music Journal, 13(1), 123. https://doi.org/10.24114/grenek.v13i1.56620
Pradnyadari, I. G. A., Restiati, N., Wea, I., Studi, P., Pariwisata, S., Pariwisata, F., & Udayana, U. (2024). Respons Artistik Masyarakat Bali Terhadap Atraksi Wisata Budaya Barong And Keris Dance. Jurnal Kepariwisataan Dan Hospitalitas, 8(2), 253–261. https://ojs.unud.ac.id/index.php/jkh/article/view/124717
Pujhana, I. K. W., Kusrohmaniah, S., dan Sulastri, A. (2024). Seni dan Otak: Dinamika Neuropsikologis pada Seniman Bali. Jurnal Psikologi Udayana, 11(2), 147–158. https://doi.org/10.24843/JPU.2024.v11.i02.p01
Rahayu, A. P., Nisak, H. K., Samuji, S., Wahib, A., & Besari, A. (2024). Inovasi Metode Pembelajaran Kolaboratif di Era Digital: Studi Kasus Perguruan Tinggi Swasta Magetan. Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 4(02), 368–379. https://doi.org/10.47709/educendikia.v4i02
Rohidi, T. R. (2014). Pendidikan Seni, Isu dan Paradigma. Cipta Prima Nusantara.
Sabatari, W. (2015). Seni: Antara Bentuk Dan Isi. Imaji, 4(2). https://doi.org/10.21831/imaji.v4i2.6716
Sawyer, R. K. (2021). The Iterative and Improvisational Nature of The Creative Process. Journal of Creativity, 31(July), 100002. https://doi.org/10.1016/j.yjoc.2021.100002
Sipuan, S., Warsah, I., Amin, A., & Adisel, A. (2022). Pendekatan Pendidikan Multikultural. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 8(2), 815. https://doi.org/10.37905/aksara.8.2.815-830.2022
Supatmo. (2021). Meneguhkan Literasi Multikultural melalui Pendidikan Seni: Perspektif dan Urgensi Pembelajaran Seni Budaya Abad 21 di Sekolah. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana, 32–38. http://pps.unnes.ac.id/prodi/prosiding-pascasarjana-unnes/
Suroto. (1990). Apresiasi Sastra Indonnesia. Erlangga.
Suroyo, J. V. Sirait, R. A. Putra, Sarmidi, S. Sidik, A. E. W. Wuryanta, A. W. Utoyo, G. Samderubun, & H. Y. The. (2024). Pendidikan Multikultural. PT Penamuda Media.
Suwartini, S. (2017). Pendidikan Karakter Dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Keberlanjutan. Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-An, 4(1), 220–234. https://doi.org/10.30738/trihayu.v4i1.2119
Taba, W., Rara, H., Bulawan, H., Kurapak, E., & Arrang, S. (2025, July 21). Pentingnya pendidikan multikultural dalam membangun toleransi di lingkungan sekolah. ADIBA: Journal of Education, 4(4). https://wikep.net/index.php/ADIBA/article/view/206
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













