TANTANGAN PENILAIAN OTENTIK DI ERA DIGITAL ANTARA KEASLIAN TUGAS DAN PLAGIARISME
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v5i4.7562Keywords:
Penilaian Otentik, Era Digital, Keaslian Tugas, Plagiarisme, Etika Akademik, Literasi DigitalAbstract
This article aims to analyze the challenges of authentic assessment in the digital era, particularly in balancing task originality and the growing threat of plagiarism. Using a library research approach, this study explores relevant literature on the concept of authentic assessment, the dynamics of educational digitalization, and the role of technology in maintaining the validity and integrity of learning outcomes. The findings indicate that authentic assessment in the digital age faces a dilemma between the ease of information access and the potential loss of originality in students’ work. To address these issues, educators are encouraged to design contextual and process-based assessments while utilizing plagiarism detection technologies wisely. Furthermore, the integration of academic ethics and strong collaboration between teachers and educational institutions are essential to ensure credibility and fairness in evaluation. This study concludes that the success of authentic assessment is not solely determined by digital instruments or systems, but rather by an academic culture grounded in honesty, accountability, and scholarly integrity.
ABSTRAK
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan penilaian otentik di era digital, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara keaslian tugas dan meningkatnya potensi plagiarisme. Melalui pendekatan library research, tulisan ini menelaah berbagai literatur yang relevan mengenai konsep penilaian otentik, dinamika digitalisasi pendidikan, serta peran teknologi dalam mendukung validitas dan integritas hasil belajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian otentik di era digital menghadapi dilema antara kemudahan akses informasi dan ancaman terhadap orisinalitas karya peserta didik. Untuk mengatasi hal tersebut, pendidik perlu mengembangkan strategi yang mencakup desain tugas kontekstual, penilaian berbasis proses, serta pemanfaatan teknologi deteksi plagiarisme secara bijak. Selain itu, integrasi nilai etika akademik dan kolaborasi antara guru dan lembaga pendidikan menjadi faktor kunci dalam menjaga kredibilitas evaluasi. Artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan penilaian otentik tidak hanya ditentukan oleh instrumen atau sistem digital, tetapi juga oleh budaya akademik yang berlandaskan kejujuran, tanggung jawab, dan integritas ilmiah.
References
Abidin, Y. (2012). Model penilaian otentik dalam pembelajaran membaca pemahaman beroreintasi pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 3(2). https://doi.org/10.21831/jpk.v0i2.1301
Adianto, S., et al. (2020). Penilaian autentik pada kurikulum 2013 dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar. JINOTEP (Jurnal Inovasi Dan Teknologi Pembelajaran): Kajian Dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran, 7(2), 133–142. https://doi.org/10.17977/um031v7i22020p133
Budi, I. S., et al. (2024). Peran dan tantangan penggunaan artificial intelligence dalam inovasi pengembangan kurikulum pembelajaran Bahasa Indonesia masa depan. LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(4), 1188. https://doi.org/10.51878/learning.v4i4.3767
Dhuha, Moch. C., & Astutik, A. P. (2025). Media pembelajaran digital yang aksesibel untuk mahasiswa berkebutuhan khusus (MBK) menuju lingkungan pembelajaran inklusif. LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(1), 92. https://doi.org/10.51878/learning.v5i1.4312
Diani, A. A., & Sukartono, S. (2022). Peran guru dalam penilaian autentik pada pembelajaran tematik di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(3), 4351–4359. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2831
Fransantoso, E. (2023). Penegakan hukum terhadap plagiarisme karya ilmiah sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan plagiat di perguruan tinggi. The Juris, 7(1), 220–227. https://doi.org/10.56301/juris.v7i1.887
Hasbiyallah, H., et al. (2022). Relevansi visi, misi, tujuan dan kurikulum sekolah inklusif. JUMPA : Jurnal Manajemen Pendidikan, 3(2). https://doi.org/10.33650/jumpa.v3i2.5378
Hermawanti, Y., et al. (2020). Konsep pendidikan Islam menurut K.H. Ahmad Dahlan. Promis, 1(1), 20–30. https://doi.org/10.58410/promis.v1i1.161
Jayadiningrat, M. G., et al. (2022). Model pembelajaran sains teknologi masyarakat (STM) dan penilaian autentik terhadap hasil belajar siswa. Jurnal Pedagogi Dan Pembelajaran, 5(3), 394–402. https://doi.org/10.23887/jp2.v5i3.50268
Kraf, T. J. C. G., & Simbolon, E. (2025). Strategi guru agama Katolik dalam penggunaan artificial intelligence pada pembelajaran agama Katolik sekolah menengah atas. LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(3), 1425. https://doi.org/10.51878/learning.v5i3.6128
Luthfiah, N., et al. (2024). Persepsi mahasiswa tentang penggunaan artificial intelligence Quillbot dalam mengatasi plagiarisme dan kesadaran etika akademik mahasiswa. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(1), 259–266. https://doi.org/10.37329/cetta.v7i1.3153
Maq, M. M., et al. (2023). Pengembangan kurikulum pendidikan digital: Analisis kontribusi kurikulum terhadap prestasi belajar dan pengalaman siswa. Jurnal Cahaya Mandalika, 3(2), 1252–1260. https://doi.org/10.36312/jcm.v3i2.2476
Mardayanti, I., & Arfah, Y. (2024). Penerapan hukum pelanggaran integritas akademik terhadap plagiarisme hasil karya ilmiah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan plagiat pada perguruan tinggi. Community Service Progress, 3(2), 59–69. https://doi.org/10.70021/csp.v3i2.204
Marsuki, M., et al. (2025). Pelatihan pembuatan video pembelajaran berbasis artificial intelligence (AI) bagi guru Penjas. COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 570. https://doi.org/10.51878/community.v5i2.7319
Mulyana, M. (2010). Pencegahan tindak plagiarisme dalam penulisan skripsi: Upaya memperkuat pembentukan karakter di dunia akademik. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 1(3). https://doi.org/10.21831/cp.v1i3.236
Munajah, R. (2019). Pengembangan penilaian otentik berbasis website. Jurnal Sistem Informasi Dan Sains Teknologi, 1(2). https://doi.org/10.31326/sistek.v1i2.721
Naben, K. R. M., & Widyawati, H. (2024). Plagiarisme dalam dunia pendidikan: Analisis masalah sosial dan urgensi pendidikan karakter. SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(4), 454–463. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v3i4.4664
Nurgiyantoro, B. (2013). Model penilaian otentik dalam pembelajaran bahasa. Litera, 11(1). https://doi.org/10.21831/ltr.v10i2.1157
Nurisman, D. K., et al. (2019). Perencanaan penilaian otentik kurikulum 2013: Jenis jenis penilaian otentik. Edusentris, 4(3), 138. https://doi.org/10.17509/edusentris.v4i3.378
Pratama, A. (2018). Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam upaya menanggulangi plagiarisme dikalangan mahasiswa. SAP (Susunan Artikel Pendidikan), 3(2). https://doi.org/10.30998/sap.v3i2.3030
Pratiwi, D., & Afriansyah, H. (2020, February 3). Pengertian dan proses administrasi kurikulum. Center for Open Science. https://doi.org/10.31227/osf.io/zexm8
Rambe, M. K., et al. (2025). Inovasi pembelajaran untuk penjamin mutu pendidikan di sekolah. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(1), 439. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i1.4376
Sa’idah, N., et al. (2017). Efektivitas penerapan penilaian otentik pembelajaran bahasa Indonesia untuk peningkatan kinerja ilmiah siswa. Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan, 8(1). https://doi.org/10.24176/re.v8i1.1796
Simbolon, E., & Samosir, M. (2025). Strategi guru dalam memanfaatkan media video pembelajaran berbasis PowerPoint pada pembelajaran agama Katolik. LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(3), 1072. https://doi.org/10.51878/learning.v5i3.6703
Sujianti, N. P. I. P., & Sunariyanti, I. A. P. S. M. (2024). Penanggulangan plagiarisme di perguruan tinggi dengan kebijakan hukum sistem deteksi. IJOLARES : Indonesian Journal of Law Research, 2(2), 63–76. https://doi.org/10.60153/ijolares.v2i2.69
Sukowati, I., & Suciptaningsih, O. A. (2024). Literatur review: Plagiarisme dalam penulisan karya ilmiah: Memahami, mencegah dan menangani. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(2), 1473–1477. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i2.3844
Triyunita, H., et al. (2025). Transformasi digital terhadap kompetensi guru dalam pendidikan. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(4), 4364–4368. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i4.7715
Utamii, F., et al. (2025). Strategi guru madrasah ibtidaiyah dalam membangun kompetensi berbasis nilai Islami dan mengomptimalkan teknologi era digital. EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar, 9(1), 14–26. https://doi.org/10.26740/eds.v9n1.p14-26
Widiatsih, A., et al. (2020). Pemanfaatan Google Classroom dalam penilaian autentik studi kasus SD Negeri Sidomulyo 05 Silo Kabupaten Jember. Rekayasa, 13(2), 187–196. https://doi.org/10.21107/rekayasa.v13i2.5904
Yulmiati, Y. (2014). Analisis kebutuhan terhadap pengembangan instrumen penilaian otentik. Jurnal Pelangi, 7(1). https://doi.org/10.22202/jp.2014.v7i1.156
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













