REPRESENTASI KEBUDAYAAN KAWASAN PERBUKITAN DI DESA WOLOAN DALAM ARSITEKTUR RUMAH ADAT WALEWANGKO
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8877Keywords:
Perbukitan, Walewangko, KebudayaanAbstract
Indonesian vernacular architecture, particularly the Walewangko Traditional House in Woloan Village, North Sulawesi, is a concrete manifestation of the close relationship between community culture and the hilly environment. This study aims to analyze cultural representation and ecological adaptation in Walewangko architecture amidst the challenges of modernization. Using a case study method with a qualitative descriptive approach, data were collected through field observations, in-depth interviews, and literature review to examine the form, function, and symbolic meaning of the building. The research findings indicate that the stilt structure, the orientation of the building's mass, and the use of local wood materials represent the Minahasan people's adaptive response to the local contoured topography and humid climate. Spatially, elements such as the lesar, sekey, pores, and double staircases convey profound philosophies regarding social hierarchy, openness, and the value of mapalus solidarity. However, the pressures of globalization have triggered a transformation in function from a communal ritual center to a more pragmatic private residence, characterized by the substitution of modern materials and the reduction of symbolic ornamentation. It is concluded that despite experiencing physical and functional shifts, the Walewangko Traditional House remains a vital symbol of cultural identity and local wisdom, which is now preserved through the integration of traditional values ??into wooden house industry practices and the ongoing socio-economic dynamics of the Woloan Village community.
ABSTRAK
Arsitektur vernakular Indonesia, khususnya Rumah Adat Walewangko di Desa Woloan, Sulawesi Utara, merupakan manifestasi nyata hubungan erat antara kebudayaan masyarakat dan lingkungan perbukitan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya dan adaptasi ekologis pada arsitektur Walewangko di tengah tantangan arus modernisasi. Menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi literatur guna membedah aspek bentuk, fungsi, serta makna simbolik bangunan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa struktur panggung, orientasi massa bangunan, dan penggunaan material kayu lokal merupakan respons adaptif masyarakat Minahasa terhadap topografi berkontur dan iklim lembap setempat. Secara spasial, elemen-elemen seperti lesar, sekey, pores, dan tangga ganda mengandung filosofi mendalam mengenai hierarki sosial, keterbukaan, serta nilai solidaritas mapalus. Namun, desakan globalisasi telah memicu transformasi fungsi dari pusat ritual komunal menjadi hunian privat yang lebih pragmatis, ditandai dengan substitusi material modern dan reduksi ornamen simbolik. Disimpulkan bahwa meskipun mengalami pergeseran fisik dan fungsional, Rumah Adat Walewangko tetap bertahan sebagai simbol identitas kultural dan kearifan lokal yang vital, yang kini dilestarikan melalui integrasi nilai tradisional dalam praktik industri rumah kayu serta dinamika sosial-ekonomi masyarakat Desa Woloan yang berkelanjutan.
References
Ataupah, W. V., & Parhan, M. (2025). Kurikulum yang membumi: Integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran IPS untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Manajerial: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 5(4), 1133. https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i4.8045
D, I. R., & Sombu, A. S. (2022). Pelestarian wujud budaya Jawa pada struktur dan konstruksi Masjid Said Naum. Riset Arsitektur (RISA), 6(4), 404. https://doi.org/10.26593/risa.v6i04.6150.404-422
Hasan, M. I., Prabowo, B. N., & Mohidin, H. H. B. (2021). An architectural review of privacy value in traditional Indonesian housings: Framework of locality-based on Islamic architecture design. Journal of Design and Built Environment, 21(1), 21. https://doi.org/10.22452/jdbe.vol21no1.3
Hermawan, H., Švajlenka, J., & Husini, E. M. (2025). The relationship of indoor and outdoor thermal variables to create an energy-efficient modern house in the tropical mountains of Indonesia. Green Energy and Environmental Technology, 4. https://doi.org/10.5772/geet.20250096
Hildayanti, A., & Wasilah. (2022). Pendekatan arsitektur bioklimatik sebagai bentuk adaptasi bangunan terhadap iklim. Nature: National Academic Journal of Architecture, 9(1), 29. https://doi.org/10.24252/nature.v9i1a3
Imbar, M., Dasfordate, A., & Langi, D. (2022). Balinese traditions in North Sulawesi cultural diversity. SHS Web of Conferences, 149, 2004. https://doi.org/10.1051/shsconf/202214902004
Kiriwenno, A. F., Berhitu, P. T., & Aswad, W. O. S. J. (2025). Pengembangan lahan perumahan Kecamatan Teluk Ambon berdasarkan daya dukung. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(4), 1478. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7151
Kolibu, R. M. P., Sachari, A., & Setiawan, P. (2020). Minahasan vernacular house: Values, meanings, and forms. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 35(1), 56. https://doi.org/10.31091/mudra.v35i1.998
Kwando, L. F. K., Sukasah, T., & Putranto, T. D. (2021). Makna simbol komunikasi melalui uang dan piring gantung (barang antik) dalam pernikahan adat suku Muslim Papua. Ettisal: Journal of Communication, 6(1), 67. https://doi.org/10.21111/ejoc.v6i1.5136
Lumempouw, F., Rambing, R. R., & Mantiri, E. (2021). Lexicon symbolic meaning in building houses tradition on building materials selection as local wisdom in Minahasa Tombulu area. Linguistics and Culture Review, 5, 1500. https://doi.org/10.21744/lingcure.v5ns4.1885
Muktiono, A. (2024). Architecture as a beauty of art and culture in Indonesia. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIM-ID), 3(1), 43. https://doi.org/10.58471/esaprom.v3i01.3902
Muqoffa, M., Suyitno, S., Yaningsih, I., Rachmanto, R. A., Himawan, K., Caroko, N., & Basuki, B. (2025). Exploring natural ventilation strategies in Javanese vernacular houses for sustainable design. Journal of Asian Architecture and Building Engineering, 1. https://doi.org/10.1080/13467581.2024.2439348
Nuchri, A. A., & Ramadhani, N. F. (2025). Analisis kritik normatif dan fenomenologis terhadap pasar tradisional sebagai ruang publik studi kasus: Pasar Bersehati Manado. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(4), 1489. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7154
Prihanto, T., Rahadini, A., & Diharto, D. (2022). Setting permukiman kerabat dan faktor pengaruh kearifan lokal di Dusun Banaran kawasan kampus UNNES. Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang, 1, 70. https://doi.org/10.15294/ka.v1i1.84
Rahmi, D. H. (2025). Change in and continuity of traditional village architecture: The Bali Aga village of Tenganan Pegringsingan, Bali, Indonesia. Built Heritage, 9(1). https://doi.org/10.1186/s43238-025-00216-w
Ramadhani, B. S., Xian, G. E., Hidayat, R. T., Rosyad, A. N., Irvansyah, & Novianto, D. (2024). Spatial analysis of Indonesian vernacular houses in three regions towards sustainable architecture development. In Advances in social science, education and humanities research (p. 158). https://doi.org/10.2991/978-2-38476-329-0_14
Rohmiyati, A., Suwarni, W., & Yanke, R. V. P. (2025). Pemberdayaan generasi muda sebagai penggerak perubahan dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesenian dan kebudayaan. Community: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 293. https://doi.org/10.51878/community.v4i2.4374
Ruliyani, R., & Iswatiningsih, D. (2025). Revitalisasi makna simbolik Lamiang Turus Pelek dalam pernikahan adat Dayak Ngaju pada kajian pustaka berbasis antropologi simbolik. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(3), 1295. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6428
Sheets, P. (2020). From a bulldozer cut to a world heritage site. In IntechOpen eBooks. IntechOpen. https://doi.org/10.5772/intechopen.93624
Tarigan, R. (2023). Modernity vs traditionality: The approach the vernacular architecture in maintaining traditional architecture through structuralism. Journal of Architecture and Human Experience, 1(1), 1. https://doi.org/10.59810/archimane.v1i1.1
Taufikkurrahman, T., Wardani, L. K., & Rahayu, Y. S. (2025). Perancangan renovasi Masjid Ponpes Hidayatul Qur’an untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan. Community: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 264. https://doi.org/10.51878/community.v4i2.4190
Tjandra, D., & Indrarani, I. A. F. (2024). Penerapan arsitektur tradisional suku Sasak dalam perancangan Novotel Lombok Resort and Villas. Riset Arsitektur (RISA), 8(2), 105. https://doi.org/10.26593/risa.v8i02.7865.105-126
Tumarjio, A. E., & Sukadari, S. (2025). Pengaruh lingkungan sosial budaya, gaya hidup, dan media sosial terhadap perilaku sosial pada mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(4), 1421. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.8034
Wasilah, W. (2023). Understanding local architectural forms as a sustainable design transformation. In Sustainable development. https://doi.org/10.5772/intechopen.109560
Wiasti, N. M., & Arjani, N. L. (2021). Transformasi rumah panggung masyarakat Loloan Timur dalam pemajuan kebudayaan. Humanis, 25(4), 482. https://doi.org/10.24843/jh.2021.v25.i04.p08















