KAJIAN PEMANFAATAN RUANG PADA KAWASAN LINDUNG DI KOTA MANADO (STUDI KASUS: KECAMATAN MAPANGET)
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7155Keywords:
kesesuaian, pemanfaatan, ruangAbstract
Mapanget District, as a new growth center in Manado City, faces significant challenges in controlling spatial utilization, particularly within its protected areas. The dynamics of rapid economic and population growth have triggered land-use changes that are often inconsistent with the Spatial Plan (RTRW), potentially leading to environmental degradation and a decline in spatial quality. This study aims to assess the level of suitability between existing spatial utilization and the spatial pattern plan for protected areas in Mapanget District. The primary focus is to identify the extent and distribution of non-compliant locations and to analyze the contributing factors to provide a basis for government recommendations. The research employed a quantitative approach with an overlay analysis method using ArcGIS 10.8 software. Spatial data from the 2023-2042 Manado City Spatial Plan were overlaid with existing land use data from 2024, updated via satellite imagery. The analysis revealed a very high level of non-compliance: of the total 233.17 hectares of protected areas analyzed, 169.80 hectares (72.8%) were found to be inconsistent with the spatial pattern plan, while only 63.37 hectares (27.2%) were compliant. The most significant non-compliance was identified in areas designated as Green Open Space (RTH), such as District Parks and Cemeteries, which are now dominated by mixed-crop plantations (150.85 hectares) and built-up areas like settlements. In conclusion, there is an urgent need for the Manado City Government to evaluate and strengthen the enforcement of spatial planning regulations through more effective supervision, law enforcement actions, and the prioritization of land acquisition programs to secure the function of protected areas from massive land-use conversion.
ABSTRAK
Kecamatan Mapanget, sebagai pusat pertumbuhan baru di Kota Manado, menghadapi tantangan signifikan dalam pengendalian pemanfaatan ruang, khususnya di kawasan lindung. Dinamika pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang pesat memicu alih fungsi lahan yang seringkali tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sehingga berpotensi merusak lingkungan dan menurunkan kualitas ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kesesuaian antara pemanfaatan ruang eksisting dengan rencana pola ruang pada kawasan lindung di Kecamatan Mapanget. Fokus utama adalah untuk mengidentifikasi luasan dan sebaran lokasi yang tidak sesuai serta menganalisis faktor-faktor penyebabnya sebagai dasar rekomendasi bagi pemerintah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis tumpang susun (overlay) menggunakan software ArcGIS 10.8. Data spasial rencana pola ruang RTRW Kota Manado Tahun 2023-2042 ditumpangsusunkan dengan data penggunaan lahan eksisting tahun 2024 yang diperbaharui melalui citra satelit. Hasil analisis menunjukkan tingkat ketidaksesuaian yang sangat tinggi, di mana dari total 233,17 hektar kawasan lindung yang dianalisis, sebesar 169,80 hektar (72,8%) tidak sesuai dengan rencana pola ruang, dan hanya 63,37 hektar (27,2%) yang telah sesuai. Ketidaksesuaian terbesar ditemukan pada lahan yang direncanakan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), seperti Taman Kecamatan dan Pemakaman, yang kini didominasi oleh Kebun Campuran (150,85 hektar) serta kawasan terbangun seperti permukiman. Kesimpulannya, terdapat urgensi bagi Pemerintah Kota Manado untuk mengevaluasi dan memperkuat penegakan regulasi tata ruang melalui pengawasan yang lebih efektif, penertiban, dan prioritas pada program pengadaan tanah untuk mengamankan fungsi kawasan lindung dari alih fungsi lahan yang masif.
Downloads
References
Abrabba, S. A., et al. (2021). A biblio-systematic analysis of factors affecting the compliance of residential planning standards and regulations: A conceptual framework. Civil Engineering and Architecture, 9(3), 646–659. https://doi.org/10.13189/cea.2021.090308
Arkam, A. (2023). Kajian hukum terhadap pemanfaatan ruang kawasan lindung di Kota Makassar. Indonesian Journal of Legality of Law, 6(1), 198–206. https://doi.org/10.35965/ijlf.v6i1.3946
Arnowo, H. (2023). Mengkaji potensi kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR) untuk pengendalian pemanfaatan ruang dan tertib pertanahan. Widya Bhumi, 3(2), 99–112. https://doi.org/10.31292/wb.v3i2.59
Budiman, H., et al. (2020). Spatial planning policy in the region: Problems and solutions. In Proceedings of the 2nd International Conference of Law, Government and Social Justice (ICOLGAS 2020). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/assehr.k.201209.323
Hastri, E. D., et al. (2022). Sanksi hukum dalam pengendalian pemanfaatan ruang daerah permukiman melalui perizinan sesuai dengan rencana tata ruang wilayah perkotaan. Jurnal Jendela Hukum, 9(1), 64–80. https://doi.org/10.24929/fh.v9i1.1959
Hestiriniah, D. C., & Austin, T. (2022). The effectiveness of the implementation of the program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) in waste treatment in the district We the City of Palembang. Journal of Public Administration Studies, 7(1), 15–21. https://doi.org/10.21776/ub.jpas.2022.007.01.3
Ilman, M., et al. (2016). A historical analysis of the drivers of loss and degradation of Indonesia’s mangroves. Land Use Policy, 54, 448–458. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2016.03.010
Iskandar, F., et al. (2016). Analisis kesesuaian penggunaan lahan terhadap Rencana Tata Ruang/Wilayah di Kecamatan Kutoarjo menggunakan sistem informasi geografis. Jurnal Geodesi Undip, 5(1), 1–7. https://doi.org/10.14710/jgundip.2016.10551
Junef, M. (2021). Penegakkan hukum dalam rangka penataan ruang guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 21(2), 221-232. http://dx.doi.org/10.30641/dejure.2021.V21.221-232
Karniawati, N., & Nurfazriah, F. (2024). Pengawasan fungsi perizinan oleh Dinas Penataan Ruang Kota Bandung dalam pembangunan apartment The Maj Collection. Governance, 12(1), 26–36. https://jurnal.unismabekasi.ac.id/index.php/governance/article/view/8328
Kaunang, N. F., et al. (2024). Analisis kesesuaian peruntukan ruang kawasan lindung Kota Balikpapan terhadap Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Balikpapan. COMPACT: Spatial Development Journal, 3(1), 53-60. https://doi.org/10.35718/compact.v3i1.1147
Kusriyah, S., & Witasari, A. (2024). Sosialisasi kebijakan penataan ruang melalui pemanfaatan ruang untuk pembangunan yang berkelanjutan. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, 11(1), 16–24. https://doi.org/10.32699/ppkm.v11i1.5680
Nathanael, C., & Taryana, D. (2025). Evaluasi kesesuaian penggunaan lahan terhadap Rencana Detail Tata Ruang 2022 di Kecamatan Pulo Gadung. Tunas Agraria, 8(2), 159–175. https://doi.org/10.31292/jta.v8i2.420
Ramadhan, M. D., et al. (2024). Analisis kesesuaian alih fungsi lahan dengan RDTR. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 12(3), 321–328. https://doi.org/10.23887/jjpg.v12i3.75454
Samodro, P., et al. (2020). Kajian daya dukung lingkungan dalam pemanfaatan ruang di Kawasan Bandung Utara. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 8(3), 214–229. https://doi.org/10.14710/jwl.8.3.214-229
Sari, N. M. (2021). Analisis sebaran bangunan dan kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Provinsi DKI Jakarta. Majalah Geografi Indonesia, 35(2), 133–140. https://doi.org/10.22146/mgi.60823
Septiani, A., et al. (2022). Peranan e-government dalam pelayanan publik. Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 3(5), 302–311. https://doi.org/10.36418/syntax-imperatif.v3i5.183
Supratman, S., et al. (2025). Pembangunan sosial untuk ketahanan air di Desa Pulau Maringkik Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 4(4), 603–609. https://doi.org/10.51878/social.v4i4.4126
Surya, B., et al. (2020). Land use change, spatial interaction, and sustainable development in the metropolitan urban areas, South Sulawesi Province, Indonesia. Land, 9(3), 95. https://doi.org/10.3390/land9030095
Susanti, A. D. (2021). Kajian izin lokasi dan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang di daratan bagi perizinan berusaha. Jurnal Riset Ekonomi Dan Bisnis, 14(3), 179–191. https://doi.org/10.26623/jreb.v14i3.4408
Susilo, K., et al. (2022). Analisis kesesuaian penggunaan lahan permukiman di Kecamatan Cimahi Selatan sebagai rekomendasi arahan pola ruang permukiman. CR Journal (Creative Research for West Java Development), 8(2), 65–76. https://doi.org/10.34147/crj.v8i2.308
Tarigan, B. M. H., et al. (2021). Permasalahan penataan ruang di Indonesia berdasarkan undang-undang tata ruang. Mendapo Journal of Administrative Law, 2(1), 11–19. https://doi.org.10.22437/mendapo.v2i1.11448
Wahyudi, I., et al. (2023). Kesesuaian pemanfaatan ruang terhadap pola ruang pada Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara. COMPACT: Spatial Development Journal, 2(2), 94–99. https://doi.org/10.35718/compact.v2i2.914
Werner, T. T., et al. (2023). Patterns of infringement, risk, and impact driven by coal mining permits in Indonesia. AMBIO, 53(2), 242–258. https://doi.org/10.1007/s13280-023-01944-y
Wiraguna, I. G. A. A., et al. (2019). Pengendalian alih fungsi lahan sawah sebagai upaya pemenuhan ruang terbuka hijau kota (RTHK) di Kota Denpasar. RUANG-SPACE: Jurnal Lingkungan Binaan (Space: Journal of the Built Environment), 6(1), 85–94. https://doi.org/10.24843/jrs.2019.v06.i01.p07















