HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8272Keywords:
Kecerdasan emosi, Subjective well-being, Mahasiswa psikologiAbstract
Students often face various academic and non-academic demands that have the potential to trigger stress and reduce their subjective well-being or life satisfaction. Although emotional intelligence theoretically plays an important role in managing psychological stress, specific research on its dynamics in Psychology students at Aisyiyah University Yogyakarta still needs to be explored further. This study aims to empirically examine the relationship between emotional intelligence and subjective well-being in active students in their third, fifth, and seventh semesters. Using a quantitative approach with a correlational design, the study involved 112 respondents selected through cluster random sampling. Data were collected using an online questionnaire based on Goleman's emotional intelligence dimensions and Diener's well-being aspects, then analyzed using the Pearson Product Moment correlation test. The analysis showed a correlation coefficient (r) of 0.964 with a significance level of 0.000, indicating a very strong and significant positive relationship between the two variables. These findings conclude that the greater a student's ability to recognize and manage their emotions, the higher their perceived level of subjective well-being. Therefore, integrating emotional intelligence development into the academic environment is highly recommended to support student mental health.
ABSTRAK
Mahasiswa kerap menghadapi berbagai tuntutan akademik dan nonakademik yang berpotensi memicu stres serta menurunkan subjective well-being atau kepuasan hidup mereka. Meskipun kecerdasan emosi secara teoritis berperan penting dalam mengelola tekanan psikologis, penelitian spesifik mengenai dinamikanya pada mahasiswa Psikologi Universitas Aisyiyah Yogyakarta masih perlu digali lebih dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara kecerdasan emosi dengan subjective well-being pada mahasiswa aktif semester 3, 5, dan 7. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, penelitian melibatkan 112 responden yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring berbasis dimensi kecerdasan emosi Goleman dan aspek kesejahteraan Diener, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,964 dengan signifikansi 0,000, yang mengindikasikan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara kedua variabel. Temuan ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan mahasiswa dalam mengenali dan mengelola emosinya, semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan subjektif yang dirasakan. Oleh karena itu, integrasi pengembangan kecerdasan emosi dalam lingkungan akademik sangat direkomendasikan untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa.
References
Ariyanto, M. S. (2022). Pengaruh employee engagement terhadap subjective well-being pada guru perempuan sekolah menengah kejuruan Kota Yogyakarta. Jurnal Sudut Pandang, 2(12), 208–212. https://doi.org/10.55314/jsp.v2i12.264
Astuti, I., Wicaksono, L., Maryuni, S., & Putri, A. (2022). Identifikasi permasalahan pada mahasiswa Universitas Tanjungpura (studi penyusunan program layanan bimbingan dan konseling mahasiswa Universitas Tanjungpura). Jurnal Education and Development, 10(3), 643–649. https://doi.org/10.37081/ed.v10i3.4034
Astuti, N. W., & Nurwidawati, D. (2023). Hubungan work life balance dengan subjective well-being pada mahasiswa yang bekerja part-time di Surabaya. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 10(3), 122–144. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/52538
Azwar, S. (2018). Metode penelitian psikologi (Edisi ke-2). Pustaka Pelajar. https://books.google.co.id/books?id=example (Buku ini umumnya tersedia fisik, tautan Google Books spesifik seringkali pratinjau terbatas).
Azzahra, A., Wahyuni, S., & Arneliwati, A. (2023). Hubungan stres akademis dan non akademis terhadap perilaku self-harm pada mahasiswa Universitas Riau. Jurnal Ners Universitas Pahlawan, 7(1), 1–12. https://doi.org/10.31004/jn.v7i1.13098
Cahyani, W. N., & Triyono, T. (2025). Kesiapsiagaan psikologis dewasa akhir di daerah rawan bencana erupsi Merapi. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(2), 622–633. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.4728
Darmawan, D., & Mardikaningsih, R. (2022). Hubungan kecerdasan emosional dan hasil belajar dengan kualitas komunikasi mahasiswa fakultas ekonomi. Arbitrase: Journal of Economics and Accounting, 3(1), 45–50. https://doi.org/10.47065/arbitrase.v3i1.443
Davaei, M., Gunkel, M., Veglio, V., & Taras, V. (2022). The influence of cultural intelligence and emotional intelligence on conflict occurrence and performance in global virtual teams. Journal of International Management, 28(4), 100969. https://doi.org/10.1016/j.intman.2022.100969
Diener, E., Oishi, S., & Lucas, R. E. (2015). National accounts of subjective well-being. American Psychologist, 70(3), 234–242. https://doi.org/10.1037/a0038899
Djonga, Y. C., Anakaka, D. L., Aipipidely, D., & Wijaya, R. (2025). Regulasi emosi dan kecemasan akademik siswa kelas XII di SMAN 3 Kota Kupang. Paedagogy: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 5(4), 1774–1786. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i4.7474
Fitriani, A., & Chotimah, U. (2025). Kontribusi Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka terhadap peningkatan self-awareness mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(4), 1622–1631. https://doi.org/10.51878/learning.v5i4.7515
Gavín-Chocano, Ó., López-Barajas, D. M., Ubago-Jiménez, J. L., & García?Martínez, I. (2020). Emotions as predictors of life satisfaction among university students. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(24), 9462. https://doi.org/10.3390/ijerph17249462
Jasman, N. V., & Prsetya, B. E. A. (2023). Hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan subjective well-being pada anak jalanan di Kota Jayapura. Media Bina Ilmiah, 17(6), 1087–1098. https://doi.org/10.33758/mbi.v17i6.1887
Julika, S., & Setiyawati, D. (2019). Kecerdasan emosional, stres akademik, dan kesejahteraan subjektif pada mahasiswa. Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP), 5(1), 50–59. https://doi.org/10.22146/gamajop.47967
Lestari, Y. I. (2021). Kebersyukuran remaja Muslim meningkatkan kepuasan hidup dan suasana hati positif sebagai cerminan subjective well being. Jurnal Psikologi, 17(1), 31–46. https://doi.org/10.24014/jp.v17i1.11475
Lv, F., Tan, J., Shi, D., & Gao, D. (2024). Resilience and emotional intelligence as mediators between personal values and life satisfaction among Chinese young adults. Frontiers in Psychology, 15, 1491566. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1491566
Mahesti, N. P. R. E., & Rustika, I. M. (2020). Peran kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap resiliensi pada mahasiswa Universitas Udayana yang sedang menyusun skripsi. Jurnal Psikologi Udayana, 7(2), 53–64. https://doi.org/10.24843/jpu.2020.v07.i02.p06
Mahmudah, M., Khaudli, M. I., & Qusyairi, A. (2021). Kontribusi kecerdasan emosional terhadap subjective well-being santri putri Asrama Tahfidz Pondok Pesantren Mukhtar Syafa’at Blokagung Tegalsari Banyuwangi. JKaKa: Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam, 1(2), 90–104. https://doi.org/10.31538/jkaka.v1i2.1802
Nihayah, U., Qolbi, I. M., & Mutamini, N. (2022). Psikologi positif pada konten ”Are We Okay” dalam menumbuhkan kesehatan mental. Prophetic: Professional, Empathy, and Islamic Counseling Journal, 5(1), 61–72. https://doi.org/10.24235/prophetic.v5i1.11172
Rofiqi, R., Iksan, I., & Mansyur, M. (2023). Melangkah menuju kesehatan mental yang optimal: Program inovatif di lembaga pendidikan Islam. Edu Consilium: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, 4(2), 76–87. https://doi.org/10.19105/ec.v4i2.9237
Rusdianto, R., & Rasjid, Y. (2021). Hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar mahasiswa STKIP Pembangunan Indonesia. Sainsmat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam, 10(2), 219–227. https://doi.org/10.35580/sainsmat102322432021
Simu, I. K., Anakaka, D. L., Artati, M., & Marni, M. (2025). Skrining kesehatan mental mahasiswa jurusan kesehatan gigi pada mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi Kemenkes Poltekkes Kupang. Paedagogy: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 5(4), 1648–1655. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i4.8115
Situmorang, B. J., Kirana, K. C., & Kurniawan, I. S. (2021). Pengaruh kecerdasan emosional, lingkungan kampus, dan penggunaan media sosial terhadap prestasi belajar. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 8(1), 105–113. https://doi.org/10.21831/jppfa.v8i2.38514
Sofia, R. N., Ananta, A., & Santi, D. E. (2023). Perilaku prososial volunter Save Street Child Sidoarjo: Adakah peranan kecerdasan emosional dan subjective well-being? INNER: Journal of Psychological Research, 2(4), 699–711. https://publisher.pubmedia.id/index.php/inner/article/view/123
Sugiyono, S., & Lestari, P. (2021). Metode penelitian komunikasi (Kuantitatif, kualitatif, dan cara mudah menulis artikel pada jurnal internasional). Alfabeta. https://books.google.co.id/books?id=QknaZwEACAAJ
Tuzzahra, H. B., Dyorita, A., & Komarudin, S. (2023). Gambaran subjective well being pada fangirl EXO di usia dewasa awal [Disertasi Doktoral, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta]. Unisayogya Repository. https://digilib.unisayogya.ac.id/7055/
Yasmin, Z., Darmalaksana, W., & Ismail, E. (2022). Indeks kesehatan mental menurut Rasulullah Saw.: Studi takhrij dan syarah hadis dengan pendekatan psikologis. Gunung Djati Conference Series, 8, 12–24. https://conferences.uinsgd.ac.id/index.php/gdcs/article/view/522















