DUNIA MAYA YANG MENELAN NYATA: FENOMENA INTERNET GAMING DISORDER
DOI:
https://doi.org/10.51878/academia.v5i4.8588Keywords:
Internet Gaming Disorder, Kecanduan Game OnlineAbstract
Internet Gaming Disorder (IGD) is a behavioral disturbance that arises from excessive online gaming, leading to significant disruptions in academic, social, emotional, and health functioning. This article aims to review IGD through a literature review by examining national and international studies related to its definition, high-risk game genres—particularly MOBA, FPS, and MMORPG—and the psychological, social, and financial impacts experienced by players. The findings indicate that IGD is influenced by internal factors such as loneliness, escapism, and low self-control, as well as external factors including maladaptive parenting patterns and peer pressure. Beyond diminishing overall quality of life, IGD also drives impulsive purchases of virtual goods, time distortion, social withdrawal, and physical health issues. Modern game mechanisms such as loot boxes, randomized rewards, and daily quests have been shown to reinforce addictive behaviors through variable reinforcement patterns. Effective interventions include self-management strategies, social support, active parental involvement, and psychological treatments such as Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Overall, IGD is not merely a matter of excessive playtime but a reflection of unmet psychological needs and maladaptive coping strategies that require comprehensive intervention.
ABSTRAK
Internet Gaming Disorder (IGD) merupakan gangguan perilaku yang muncul akibat penggunaan game online secara berlebihan sehingga mengganggu fungsi akademik, sosial, emosional, dan kesehatan individu. Artikel ini bertujuan mengulas IGD melalui literature review dengan menelaah penelitian nasional dan internasional terkait definisi, jenis permainan pemicu kecanduan—terutama MOBA, FPS, dan MMORPG—serta dampak psikologis, sosial, dan finansial yang dialami pemain. Hasil kajian menunjukkan bahwa IGD dipengaruhi oleh faktor internal seperti kesepian, kebutuhan eskapisme, dan rendahnya kontrol diri, serta faktor eksternal berupa pola asuh yang tidak adaptif dan tekanan teman sebaya. Selain menurunkan kualitas hidup, IGD juga mendorong perilaku konsumtif terhadap virtual goods, distorsi waktu, penarikan diri secara sosial, dan gangguan kesehatan fisik. Mekanisme permainan modern seperti loot boxes, reward acak, dan daily quests terbukti memperkuat perilaku adiktif melalui pola penguatan variabel. Intervensi yang efektif meliputi manajemen diri, dukungan sosial, peran aktif orang tua, serta terapi psikologis seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Secara keseluruhan, IGD bukan hanya persoalan durasi bermain, tetapi refleksi dari kebutuhan psikologis yang tidak terpenuhi dan strategi koping maladaptif yang memerlukan penanganan komprehensif.
References
Adhyaksa, I. B. D., & Valentina, T. D. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi internet gaming disorder pada remaja di era teknologi modern: Literature review. Humanitas: Jurnal Psikologi, 7(1), 27–46. https://doi.org/10.28932/humanitas.v7i1.5872
Adriani, R. (2020). Comorbidity attention deficit and hyperactivity disorder with game addiction. Journal of Psychiatry Psychology and Behavioral Research, 1(1), 20–27. http://journal.unika.ac.id/index.php/jppbr/article/view/2645
Afriyani, A., & Saputra, W. N. E. (2025). Beyond the divorce: Membangun strategi koping yang kuat pada remaja melalui CBT. LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 706. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.4351
Amalia, A. N., Hakim, L., & Hera, T. (2022). Analisis dampak kecanduan game online terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(4), 1754–1760. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i4.5623
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). American Psychiatric Association. https://doi.org/10.1176/appi.books.9780890425596
Amri, Y., & Rusman, A. A. (2023). Upaya mengatasi penyalahgunaan gadget dalam proses belajar mengajar. Munaddhomah Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(1), 132. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v4i1.368
Anggarani, F. K. (2015). Internet gaming disorder: Psikopatologi budaya modern. Buletin Psikologi, 23(1), 1–12. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.10567
Aulia, K. (2025). Cognitive behavioral therapy (CBT) approach in adolescents with online game addiction. Eduvest - Journal of Universal Studies, 5(4). https://doi.org/10.59188/eduvest.v5i4.50111
Azaliaputri, V., & Halimah, L. (2022). Pengaruh loneliness terhadap internet gaming disorder dengan self-control sebagai moderator. Bandung Conference Series: Psychology Science, 2(2), 442–448. https://doi.org/10.29313/bcsps.v2i2.2965
Darmawan, M. A., & Wilani, N. M. A. (2025). Mengungkap dampak game online terhadap perilaku dan motivasi belajar anak: A literature review. Paedagogy: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 4(4), 617–626. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v4i4.4291
Drummond, A., & Sauer, J. D. (2018). Video game loot boxes are psychologically akin to gambling. Nature Human Behaviour, 2(8), 530–532. https://doi.org/10.1038/s41562-018-0360-1
Eyal, N. (2014). Hooked: How to build habit-forming products. Penguin UK. https://books.google.co.id/books?id=dsz5AwAAQBAJ
Faza, A. T., & Halimah, L. (2022). Pengaruh motif gaming Mobile Legends terhadap internet gaming disorder pada emerging adulthood. Bandung Conference Series: Psychology Science, 2(2), 540–547. https://doi.org/10.29313/bcsps.v2i2.2155
Fiscarina, C., Soetikno, N., & Idulfilastri, R. M. (2020). Kajian meta analisis alat ukur internet gaming disorder. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 4(2), 504–515. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v4i2.9503.2020
Garea, S. S., Drummond, A., Sauer, J. D., Hall, L. C., & Williams, M. N. (2021). Meta-analysis of the relationship between problem gambling, excessive gaming and loot box spending. International Gambling Studies, 21(3), 460–479. https://doi.org/10.1080/14459795.2021.1914705
Hardiningsih, R., Dadeh, T., & Daulay, D. A. (2025). Reducing online gaming duration through a self-control program: A behavioral approach. Indonesian Journal of Education and Psychological Science (IJEPS), 3(2), 171–182. https://doi.org/10.51214/ijeps.v3i2.880
Hasanah, S. S. A., Hidayati, D. S., & Syakarofath, N. A. (2022). Kecenderungan gaming disorder dan perilaku konsumtif pembelian virtual goods pada pemain online game. Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP), 8(1), 1–17. https://doi.org/10.22146/gamajop.63001
Joseph, D. (2021). Battle pass capitalism. Journal of Consumer Culture, 21(1), 68–83. https://doi.org/10.1177/1469540518777096
Karnadi, E. B., & Pangestu, S. (2024). Does internet gaming disorder hinder academic performance? Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 6(1), 12–25. https://doi.org/10.30653/002.2021.61.12
King, D. L., Herd, M. C. E., & Delfabbro, P. H. (2017). Tolerance in Internet gaming disorder: A need for increasing gaming time or something else? Journal of Behavioral Addictions, 6(4), 525–533. https://doi.org/10.1556/2006.6.2017.072
Larantika, P., & Amatiria, G. (2025). Hubungan intensitas bermain game online dengan kualitas tidur pada remaja di SMA Negeri 1 Muara Dua Kisam Kabupaten Ogan Komering Oku Selatan. MOTORIK: Jurnal Ilmu Kesehatan, 20(1), 7–14. https://ejournal.uigm.ac.id/index.php/JM/article/view/3807
Listiyanto, B. (2021). Pengaruh tekanan teman sebaya terhadap kecenderungan internet gaming disorder pada mahasiswa [Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta]. Repository UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/56430
Lumban Tobing, S. P., Arneliwati, A., & Nopriadi, N. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan orangtua tentang internet gaming disorder dengan peran orangtua dalam mencegah internet gaming disorder pada anak usia sekolah. JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa, 1(1), 20–28. https://doi.org/10.55784/jkj.Vol1.Iss1.127
Lutfian, Rizanti, A. P., & Chandra, I. N. (2023). The use of cognitive behaviour therapy as a treatment of internet addiction disorder in adolescents: Literature review. Journal of Public Health Research and Community Health Development, 6(2), 161. https://doi.org/10.20473/jphrecode.v6i2.31158
Marlin, M. P., Rahayu, A. S., Sati, A. P. F., Dwinata, E., Ulfa, R., Sistazha, S., & Hasanah, S. (2026). Sensasi yang mengikat di dunia virtual: Hubungan sensation seeking terhadap internet gaming disorder pada remaja. Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research, 3(1), 1–10. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/jmi
Melati, I. S., Farid, M., & Noviekayati, I. (2025). Efektivitas psikoedukasi adolescent smartphone addiction program terhadap penurunan kecanduan smartphone pada remaja SMP. LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(3), 1260. https://doi.org/10.51878/learning.v5i3.6637
Nandhia Dwiputri, M. (2023). Self-help group pada remaja dengan internet gaming disorder. Procedia: Studi Kasus dan Intervensi Psikologi, 11(3), 80–84. https://doi.org/10.22219/procedia.v11i3.24321
Nihayah, U., Oktaviana, A. M., Saefitri, W., Zainuddin, H., & Gurnianingsih, T. S. (2021). Strategi konseling dalam menumbuhkan kesehatan mental pada penderita gaming disorder. Al-Din: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan, 7(2), 76–89. https://doi.org/10.35673/al-din.v7i2.1524
Ningsih, W., & Hidayati, E. (2022). Penerapan prosedur denda dan psikoedukasi pola asuh untuk menurunkan internet gaming disorder pada anak. Jurnal Sudut Pandang, 2(12), 40–50. https://doi.org/10.54002/jsp.v2i12.339
Pambudi, T. A., & Rachmayanti, R. D. (2025). Faktor risiko pola asuh orang tua terhadap gaming disorder pada remaja. Jurnal Kesehatan Andalas, 13(2), 59–64. https://doi.org/10.25077/jka.v13i2.2353
Putri, A. D., & Halimah, L. (2022). Pengaruh kecemasan sosial terhadap IGD pada remaja. Bandung Conference Series: Psychology Science, 2(2), 485–491. https://doi.org/10.29313/bcsps.v2i2.2980
Stevens, M. W. R., King, D. L., Dorstyn, D., & Delfabbro, P. H. (2019). Cognitive–behavioral therapy for Internet gaming disorder: A systematic review and meta?analysis. Clinical Psychology & Psychotherapy, 26(2), 191–203. https://doi.org/10.1002/cpp.2341
Stevens, M. W., Dorstyn, D., Delfabbro, P. H., & King, D. L. (2021). Global prevalence of gaming disorder: A systematic review and meta-analysis. Australian & New Zealand Journal of Psychiatry, 55(6), 553–568. https://doi.org/10.1177/0004867420962851
Sudiana, N. P. P., & Nurcahyo, F. A. (2025). Intervensi internet gaming disorder pada Generasi Z. Jurnal Penelitian Inovatif, 5(1), 271–284. https://doi.org/10.54082/jupin.594
Surbakti, K. (2017). Pengaruh game online terhadap remaja. Jurnal Curere, 1(1). http://portaluniversitasquality.ac.id:55555/92/
Susanto, H., Waluyati, I., & Arifuddin, A. (2022). Dampak game online terhadap kepribadian sosial siswa SDN Inpres Waworada. Edu Sociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 5(2), 61–68. https://doi.org/10.33627/es.v5i2.793
Ula, W. R. R. (2023). Analisis minat belajar siswa dilihat dari dampak penggunaan game online. Dawuh Guru: Jurnal Pendidikan MI/SD, 3(1), 89–100. https://doi.org/10.35878/guru.v3i1.669
Widodo, P. W. (2025, August 14). Rata-rata orang Indonesia main game online 1 jam hingga 2 jam per hari. Kontan.co.id. https://pusatdata.kontan.co.id/news/rata-rata-orang-indonesia-main-game-online-1-jam-hingga-2-jam-per-hari
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Made Agung Darmawan, Made Pranajapa Kedel, Ni Nyoman Ayu Julia Ningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












