NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI BASIRU DI DESA SEKONGKANG BAWAH, SUMBAWA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.51878/academia.v6i4.15271Keywords:
Tradisi Basiru, Pendidikan Islam, Kearifan Lokal, Aqidah, Akhlak, IbadahAbstract
Local traditions play a strategic role as a vehicle for instilling Islamic values within community life. One tradition that is still actively practiced is basiru in Sekongkang Bawah Village, West Sumbawa, particularly during circumcision processions. This reciprocal mutual assistance tradition is rich in socio-religious meaning, yet the comprehension of its educational values remains minimal among the younger generation. This descriptive qualitative research aims to describe the implementation procession of the basiru tradition at circumcision events in Sekongkang Bawah Village and analyze the Islamic educational values contained within it. Data were gathered through direct observation techniques, in-depth interviews with key informants, and documentation, which were then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The research findings indicate that the stages of basiru encompass tokal adat, basebada, penulung, bekelewang, the circumcision execution and baserakal, culminating in syukuran. This tradition embodies three pillars of Islamic educational values: akidah values through zikir, selawat, and supplication; akhlak values through gotong royong, care, and silaturahmi; and ibadah values through charity (sedekah) and mutual assistance (ta‘āwun). Consequently, the basiru tradition functions effectively as a local wisdom-based non-formal Islamic educational medium.
ABSTRAK
Tradisi lokal memiliki peran strategis sebagai sarana penanaman nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat. Salah satu tradisi yang masih dipraktikkan adalah basiru di Desa Sekongkang Bawah, Sumbawa Barat, khususnya dalam prosesi khitanan. Tradisi tolong-menolong timbal balik ini sarat makna sosial-keagamaan, namun pemahaman nilai edukatifnya masih minim dipahami oleh generasi muda. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi pelaksanaan tradisi basiru pada acara khitanan di Desa Sekongkang Bawah serta menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalamnya. Data dihimpun melalui teknik observasi langsung, wawancara mendalam terhadap informan kunci, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tahapan basiru meliputi tokal adat, basebada, penulung, bekelewang, pelaksanaan khitan dan baserakal, hingga syukuran. Tradisi ini memuat tiga pilar nilai pendidikan Islam: nilai akidah melalui zikir, selawat, dan doa; nilai akhlak melalui gotong royong, kepedulian, dan silaturahmi; serta nilai ibadah melalui sedekah dan tolong-menolong (ta‘āwun). Dengan demikian, tradisi basiru berfungsi efektif sebagai media pendidikan Islam nonformal berbasis kearifan lokal.
Downloads
References
Afif, N. (2022). Pendidikan Islam berbasis kearifan lokal dan implementasinya terhadap Kurikulum Merdeka Belajar. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 11(3), 1041–1058. https://doi.org/10.30868/ei.v11i03.3177
Akhairuddin. (2020). Nilai-nilai pendidikan Islam bagi anak dalam tradisi Basiru pada kegiatan khitanan. Jurnal Penelitian Keislaman, 16(2), 143–154. https://doi.org/10.20414/jpk.v16i2.2694
Aries, A. M. (2022). Peningkatan karakter gotong royong melalui market day di sekolah dasar. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 1(4), 68–81. https://doi.org/10.30640/dewantara.v1i4.388
Azizah, N., Sudirman, S., & Susamto, B. (2021). Resiprositas tradisi membalas amplop pesta pernikahan “tompangan” terhadap peningkatan kohesi sosial. Jurnal Al-Ijtimaiyyah, 7(1), 39. https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i1.9517
Bahagia, B., Muniroh, L., Halim, A. K., Wibowo, R., Rizkal, R., & Noor, M. S. I. (2022). Mutual assisting, religion and moraliti value of Jumat Berkah in stundet perspective. EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 4(3), 3990–3997. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i3.2492
Cohen, J. M., & Uphoff, N. T. (1977). Rural development participation: Concepts and measures for project design, implementation and evaluation. Cornell University.
Dodi, L. (2023). Trans-religious genealogy: Jombang community resilience in maintaining tolerance in the modern era. Dialogia, 21(2), 419–442. https://doi.org/10.21154/dialogia.v21i2.7382
Durkheim, E. (1984). The division of labor in society (W. D. Halls, Penerj.). Free Press.
Effendy, O. U. (2009). Ilmu komunikasi: Teori dan praktek. Remaja Rosdakarya.
Fatmawati, F., Sulisdiani, I., Marini, M., & Syarmiati, S. (2024). Kepedulian sosial masyarakat perbatasan dalam mempertahankan ketahanan ekonomi (kasus di Temajuk, Paloh, Sambas Kalimantan Barat). SOSIO EDUKASI: Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan, 7(2), 152–166. https://doi.org/10.29408/sosedu.v7i2.25509
Haluti, F., Jumahir, & Sukmawati. (2024). Pembelajaran agama Islam dan kearifan lokal: Strategi integrasi budaya dalam kurikulum sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Islam Al-Ilmi, 7(2), 125–131. https://doi.org/10.32529/al-ilmi.v7i2.3495
Heriyudanta, M. (2023). Internalisasi nilai-nilai Islam moderat dalam proses pendidikan Islam di Indonesia. MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 203–215. https://doi.org/10.21154/maalim.v4i2.7250
Izzah, L. (2020). Implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam keluarga santri. LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan), 11(2), 104–112. https://doi.org/10.21927/literasi.2020.11(2).104-112
Kharis, A., Sriharini, S., & Mutrofin, M. (2022). Community empowerment program in Jepara Regency perceived by social capital and Islamic values. INFERENSI: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 16(1), 109–136. https://doi.org/10.18326/infsl3.v16i1.109-136
Kuswiyanto, & Bakar, A. A. (2025). Musyawarah dalam Islam: Implementasi nilai-nilai Ilahiyah di kehidupan modern. Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir, 10(1), 28–48. https://doi.org/10.47435/al-mubarak.v10i1.3329
Madjid, N. (1995). Islam dan peradaban. Yayasan Wakaf Paramadina.
Mariani, M. M., Jalwis, J., Alam, M., & Putra, P. H. (2025). Community perceptions of “Ngantok Bheh Pepouw” tradition and its role in shaping social care values: A qualitative study in Koto Bento. AJIS: Academic Journal of Islamic Studies, 9(2), 565–582. https://doi.org/10.29240/ajis.v9i2.14678
Maryono, M., & Nuha, Z. U. (2025). Nilai-nilai pendidikan Islam dalam hadis la yuqimu ar-rajulu ar-rajula. Educan: Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 138–156. https://doi.org/10.21111/educan.v9i2.14876
Maulana, L., Mardian, N., Galuh, R., & Hayunandgea, V. (2025). Menanamkan nilai gotong royong melalui kearifan lokal Desa Penglipuran. RISOMA: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, 3(3), 112–119. https://doi.org/10.62383/risoma.v3i3.756
Mauss, M. (1966). The gift: Forms and functions of exchange in archaic societies (I. Cunnison, Penerj.). Cohen & West.
Moleong, L. J. (2014). Metode penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Muhaimin. (2002). Paradigma pendidikan Islam: Upaya mengefektifkan pendidikan agama Islam di sekolah. Remaja Rosdakarya.
Munawir, M. C. J. (2020). Nilai edukatif dalam budaya Lombok Nyongkolan. Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni, 18(1), 42–50. https://doi.org/10.21831/imaji.v18i1.31643
Murtadlo, M., Albana, H., Helmy, M. I., Libriyanti, Y., Izazy, N. Q., & Saloom, G. (2024). Preserving the gotong royong character for Indonesian Gen-Z in the digital era. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE), 13(3), 1631. https://doi.org/10.11591/ijere.v13i3.27175
Nababan, K. R. (2023). Mandok hata sebagai pendidikan demokrasi dalam kebudayaan Batak. Jurnal Politik Profetik, 11(1), 23–40. https://doi.org/10.24252/profetik.v11i1a2
Noorbani, M. A., Nur, M., Nurrahmah, N., & Iswanto, A. (2022). Religion and local wisdom as social capital to facing recession due to pandemic. Analisa: Journal of Social Science and Religion, 7(2), 265–281. https://doi.org/10.18784/analisa.v7i2.1790
Qardhawi, Y. (2010). Sedekah: Cara Islam mengentaskan kemiskinan. Remaja Rosdakarya.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur’an (Vol. 2). Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2013). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir maudhu’i atas pelbagai persoalan umat. Mizan.
Sholeh, A. N., & Zahiroh, L. (2017). Hukum & panduan khitan: Laki-laki dan perempuan. Emir.
Sholihah, N. A., Suhendar, F. R., Ismail, F. B. H., & Masruri, M. A. (2026). Sustainable agriculture in Subang: Integrating local wisdom, sharia principles, and agribusiness innovation. International Journal of Nusantara Islam, 14(1), 233–246. https://doi.org/10.15575/ijni.v14i1.54271
Siregar, I. (2024). Strengthening Pancasila values through conventional traditional wisdom. Phonologie: Journal of Language and Literature, 4(3), 121–134. https://doi.org/10.33258/lakhomi.v4i3.1085
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sulistyanto, A., Syahrizal, T., Poetra, Y. A., Muhamad, P., & Sulistyowati, D. T. (2026). Pelatihan komunikasi aparat desa dalam menjalankan pemerintahan desa. ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi, 5(1), 9–16. https://doi.org/10.55123/abdikan.v5i1.6899
Sumarlin, Anton, & Ismiati. (2022). Analisis bentuk, pola pelaksanaan dan peran Basiru dalam pembangunan pedesaan di Desa Selante Kabupaten Sumbawa. Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian, 7(6), 236–246. https://doi.org/10.37149/jimdp.v7i6.133
Wadi, H., & Bagaskara, R. (2022). Perjumpaan pasar dan dakwah: Ekspresi kesalehan anak muda dan komodifikasi agama di Muslim United Yogyakarta. Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian, 51. https://doi.org/10.31332/ai.v0i0.3843
Wijayanto, A. (2025). Pola komunikasi interpersonal pada masyarakat pedesaan. Jurnal Sosial Teknologi, 5(3), 664–672. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v5i3.32054
Wiswanti, I. U., Kuntoro, I. A., Rizqi, N. P. A., & Halim, L. (2020). Pola asuh dan budaya: Studi komparatif antara masyarakat urban dan masyarakat rural Indonesia. Jurnal Psikologi Sosial, 18(3), 211–223. https://doi.org/10.7454/jps.2020.21
Yorman, Y., Makiah, M., Ardiansyah, S., & Rosna, S. A. (2025). Pelatihan komunikasi efektif dan negosiasi untuk meningkatkan kapasitas tokoh masyarakat dalam penyelesaian konflik sosial. NEAR: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 58–68. https://doi.org/10.32877/nr.v5i1.3094
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Amnul Khalaqul Khairi Muhid, Syukri Syukri, Deddy Ramdhani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.














