RANGKAIAN DZIKIR MANAQIB: MELODI SPIRITUAL MERANGKAI MODERASI DALAM KEBERAGAMAN MASYARAKAT

Authors

  • Fika Dwi Maulidah Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember, Indonesia
  • Fathor Rahman Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51878/academia.v6i4.14710

Keywords:

Dzikir Manaqib, Moderasi Beragama, Living Islam, Nilai Spiritual, Relasi Sosial

Abstract

ABSTRACT

Religious rituals acquire social meaning when practices carried out collectively create space for congregants to experience, interpret, and build relationships with others. This perspective is applied to examine the implementation of Dzikir Manaqib at Al-Qodiri 1 Islamic Boarding School in Jember, particularly the sequence of activities guided by the book I'ānatu al-Ikhwān. The study employed a descriptive qualitative approach involving the manaqib imam, congregants, and members of the surrounding community as informants. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation, then examined using the interactive model of Miles and Huberman and verified through source and method triangulation. The analysis reveals an interconnection between spiritual cultivation and the social experiences of congregants. The spiritual dimension is reflected in the process of religious engagement, while the social dimension emerges through togetherness, interpersonal bonds, mutual concern, and interaction among participants. Within these experiences, tasamuh is reflected in openness and acceptance toward congregants from diverse backgrounds, whereas tawazun is evident in the balance between strengthening one’s relationship with Allah SWT and participation in communal life. These findings position Dzikir Manaqib as a form of living Islam that not only sustains ritual practice but also provides a space for cultivating the values of religious moderation through social encounters. The tradition therefore has potential to be developed as a cultural approach to strengthening religious moderation in community life.

ABSTRAK

Ritual keagamaan memperoleh makna sosial ketika praktik yang dijalankan secara bersama membuka ruang bagi jamaah untuk mengalami, menafsirkan, dan membangun hubungan dengan orang lain. Perspektif tersebut digunakan untuk membaca pelaksanaan Dzikir Manaqib di Pondok Pesantren Al-Qodiri 1 Jember, khususnya rangkaian kegiatan yang merujuk pada kitab I'ānatu al-Ikhwān. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan imam manaqib, jamaah, dan masyarakat sekitar sebagai informan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu ditelaah menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta diperiksa melalui triangulasi sumber dan metode. Kajian terhadap praktik tersebut memperlihatkan adanya keterjalinan antara pembinaan spiritual dan pengalaman sosial jamaah. Orientasi spiritual tercermin dalam proses penghayatan keagamaan, sementara dimensi sosial hadir melalui kebersamaan, silaturahmi, kepedulian, dan interaksi antarpeserta. Dalam pengalaman tersebut, tasamuh tampak melalui keterbukaan dan penerimaan terhadap jamaah dengan latar belakang yang beragam, sedangkan tawazun terlihat dari keseimbangan antara penguatan hubungan dengan Allah SWT dan kehidupan bersama. Temuan ini menempatkan Dzikir Manaqib sebagai praktik living Islam yang tidak hanya mempertahankan aktivitas ritual, tetapi juga menyediakan ruang pembiasaan nilai moderasi melalui perjumpaan sosial. Tradisi tersebut berpotensi dikembangkan sebagai pendekatan kultural untuk memperkuat moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anika, M. Z. (2023). Konstruksi Wacana Moderasi Beragama di Ruang Digital (Studi Kasus Konten Bertema Toleransi di Media Sosial Youtube). Journal of Religion and Social Transformation, 1(1), 51-68. https://doi.org/10.24235/sytbfm61

Anwar, S. (2022). Metode dan Strategi Pengembangan Moderasi Beragama di Lembaga Pendidikan. Jurnal Pedagogy, 15(1), 1–20. https://doi.org/10.63889/pedagogy.v15i1.112

Ashlih, L., & Selvia, A. (2024). Tradisi manaqiban kelompok tarekat qodiriyah wa naqsabandiyah dalam penyebaran islam di desa pulau semambu indralaya utara ogan ilir. Indonesian Culture And Religion Issues ??????????: Indonesian Journal Publisher, 2(1), 13. https://doi.org/10.47134/diksima.v2i1.156

Asshidiqi, A. Q., Muharam, A., Fajrussalam, H., Mustikaati, W., & Ruswan, A. (2023). Analisis implementasi nilai-nilai moderasi beragama di SDIT Cendekia Kabupaten Purwakarta. Foundasia, 14(2), 37-51. https://doi.org/10.21831/foundasia.v14i2.65063

Azahra, A. F., & Farhana, N. (2025). Peran tazkiyatun nafs dalam meningkatkan regulasi emosi dengan perspektif tasawuf. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 23(4), 494-502. https://jurnal.ftaruqgresik.ac.id/ojs/index.php/JIPI/article/view/323

Batubara, N. A., & Yuliyana, D. (2025). Moderasi Beragama Sebuah Solusi dalam Menghadapi Krisis Identitas Agama. Action Research Journal Indonesia (ARJI), 7(1), 153-169. https://doi.org/10.61227/arji.v7i1.267

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

El-Habsa, I. T., & Al-Ayubi, S. (2025). Dzikir dalam i’tikaf sebagai instrumen pendidikan spiritual: Studi kualitatif pada tradisi keagamaan komunitas Muslim di Pakisaji. Tarbiyah Darussalam: Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan, 9(2), 466–483. https://jurnal.iaidarussalam.ac.id/index.php/tarbiyah/article/view/435

Faidi, A. (2021). Religious moderation in the City of Pancasilais: Study on the tradition of halal bihalal and Christmas together as a cultural basis for religious tolerance in Salatiga City. Komunitas, 13(2). https://doi.org/10.15294/komunitas.v13i2.24621

Jakiyudin, A. H. (2023). Urgensi Literasi Moderasi Beragama Dalam Ruang Bermedia Sosial Perspektif Al Qur’an. Jurnal Penelitian, 17(1), 105-130. http://dx.doi.org/10.21043/jp.v17i1.17148

Junaedi, E. (2022). Moderasi beragama dalam tinjauan kritis kebebasan beragama. Harmoni, 21(2), 330-339. https://doi.org/10.32488/harmoni.v21i2.641

Mandala, I., Witro, D., & Juraidi. (2024). Transformasi moderasi beragama berbasis digital 2024: Sebagai bentuk upaya memfilter konten radikalisme dan ekstremisme di era disrupsi. Jurnal Bimas Islam, 17(1). https://doi.org/10.37302/jbi.v17i1.1242

Mustakimah, L., & Waehama, M. R. (2023). Wacana Moderasi Beragama Dalam Akun Instagram@ mubadalah. Id. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 3(1), 149-58. https://doi.org/10.15575/jis.v3i1.24384

Nasrudin, E., Anwar, S., & Islamy, M. R. F. (2021). Penguatan moderasi beragama mahasiswa melalui kegiatan tutorial keagamaan di perguruan tinggi umum. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi), 7(2), 235–252. https://doi.org/10.18784/smart.v10i2.2504

Nisa, M. K., Yani, A., Andika, A., Yunus, E. M., & Rahman, Y. (2021). Moderasi beragama: Landasan moderasi dalam tradisi berbagai agama dan implementasi di era disrupsi digital. Jurnal Riset Agama, 1(3), 731–748. https://doi.org/10.15575/jra.v1i3.15100

Rahman, F. S. (2024). The Tradition of Arisan Manakib Abdul Qadir Al-Jilani as a Basis for Strengthening Religious Moderation of Teenagers in Sraten Banyuwangi Village. Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial, 8(2), 195-216. https://doi.org/10.30762/asketik.v8i2.2037

Sari, S. N., & Syifauddin, M. (2022). Local wisdom of the Lasem community for tolerance. Forum Ilmu Sosial, 49(2). https://doi.org/10.15294/fis.v49i2.40541

Saude, S., Kamridah, K., & Boulahnane, S. (2025). Living Sufism: The Transformation of Dhikr Practices in Indonesian Majelis Ta'lim. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 14(1). https://doi.org/10.26811/peuradeun.v14i1.2425

Saumantri, T. (2023). Aktualisasi moderasi beragama dalam media sosial. MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama, 3(1), 64-75. https://doi.org/10.32332/moderatio.v3i1.6534

Subagio, A. A. (2024). Membumikan Nilai-Nilai Keislaman dan Moderasi Beragama Melalui Manaqib Sufi. In SEMINAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 3(1), 45-55. https://conference.um.ac.id/index.php/SNPAI/article/view/9599

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Syaifuddin, M. (2024). Strategi Internalisasi Karakter Moderat di Pondok Pesantren Al-Utsmani Kabupaten Pekalongan. El-Fakhru, 4(1), 28–44. https://jurnal.stainmajene.ac.id/index.php/elfakhru/article/view/1185

Taufikurrahman, and Syakira Aufa Zahranah. 2023. Implementasi nilai moderasi beragama dalam membangun karakter sosial siswa. Jurnal Pendidikan Islam 13 (2):141-57. https://doi.org/10.38073/jpi.v13i2.1175

Teten, T. J. H., Anshori, M. S., Abas, A., & Arsyada, A. Z. (2025). Sufi Ethics and Religious Moderation through a Revisit of Mift?? al-?ud?r for Contemporary Social Harmony. Jurnal Lektur Keagamaan, 23(1), 211-244. https://doi.org/10.31291/jlka.v23i1.1311

Downloads

Published

2026-09-16

How to Cite

Maulidah, F. D., & Rahman, F. (2026). RANGKAIAN DZIKIR MANAQIB: MELODI SPIRITUAL MERANGKAI MODERASI DALAM KEBERAGAMAN MASYARAKAT. ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 6(4), 3705–3716. https://doi.org/10.51878/academia.v6i4.14710

Issue

Section

Articles