PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN LITERASI SAINS MATERI KOLOID BERBASIS KEARIFAN LOKAL BUDAYA MAKASSAR
DOI:
https://doi.org/10.51878/academia.v6i4.14371Keywords:
pengembangan instrumen tes, literasi sains, berbasis kearifan lokal budaya makassar, sistem koloidAbstract
Scientific literacy is an essential competency because students need to use scientific knowledge to understand phenomena and solve real-life problems. However, scientific literacy assessment in chemistry learning tends to emphasize conceptual mastery and rarely incorporates cultural contexts closely related to students’ experiences. This study aimed to develop a valid, practical, and reliable scientific literacy assessment instrument for the colloidal system topic based on Makassar local cultural wisdom. The instrument was developed using Mardapi’s seven-stage test development model: preparing specifications, writing items, reviewing, piloting, analyzing items, revising, and assembling the test. The instrument consisted of multiple-choice items accompanied by answer justifications and was based on the OECD (2023) scientific literacy framework. Makassar cultural wisdom was integrated through stimuli involving local food, environmental conditions, community practices, and everyday phenomena relevant to colloidal systems. The pilot test involved 30 eleventh-grade students at SMAS Wahdah Islamiyah Makassar during the 2025/2026 academic year. The results showed a Gregory content validity coefficient of 1.00 and a percentage of agreement of 100%. Of the 21 tested items, 20 were empirically valid. The KR-20 reliability coefficient was 0.682, while the average practicality score was 87%. The integration of local cultural contexts provided relevant stimuli connecting colloidal concepts with students’ real-life experiences. Therefore, the developed instrument is valid, reliable, and practical and can serve as an alternative scientific literacy assessment based on Makassar local cultural wisdom.
ABSTRAK
Literasi sains merupakan kemampuan penting karena peserta didik dituntut mampu menggunakan pengetahuan ilmiah untuk memahami fenomena dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan nyata. Namun, asesmen literasi sains pada pembelajaran kimia masih cenderung menekankan penguasaan konsep dan belum banyak mengintegrasikan konteks budaya yang dekat dengan pengalaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen asesmen literasi sains materi sistem koloid berbasis kearifan lokal budaya Makassar yang valid, praktis, dan reliabel. Pengembangan menggunakan model Mardapi yang terdiri atas tujuh tahap, yaitu menyusun spesifikasi tes, menulis butir, menelaah, melakukan uji coba, menganalisis butir, merevisi, dan merakit tes. Instrumen berbentuk pilihan ganda beralasan berdasarkan kerangka literasi sains OECD (2023), dengan kearifan lokal Makassar diintegrasikan melalui stimulus tentang pangan, lingkungan, kebiasaan, dan kehidupan masyarakat yang relevan dengan konsep koloid. Uji coba melibatkan 30 peserta didik kelas XI SMAS Wahdah Islamiyah Makassar tahun ajaran 2025/2026. Hasil penelitian menunjukkan koefisien validitas isi Gregory sebesar 1,00 dan percentage of agreement sebesar 100%. Dari 21 butir yang diuji, 20 butir valid secara empiris. Reliabilitas KR-20 sebesar 0,682 dan kepraktisan rata-rata sebesar 87%. Integrasi kearifan lokal menghasilkan stimulus kontekstual yang menghubungkan konsep koloid dengan pengalaman nyata peserta didik. Instrumen yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, reliabel, dan praktis serta dapat digunakan sebagai alternatif asesmen literasi sains berbasis kearifan lokal budaya Makassar.
Downloads
References
Arikunto, S. (2016). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Bumi Aksara.
Azwar, S. (2014). Tes prestasi. Pustaka Pelajar.
Guan, D., Zhang, S., Sun, J., & He, E. (2025). How to breakthrough disparities in scientific literacy: The role of ... Acta Psychologica, 261, 105817. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0001691825011308
Hidayati, W. N., Afifah, S. N., & Ridha, A. R. (2025). Kisi-kisi soal dalam evaluasi pendidikan. Inovasi: Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan, 3(3), 60–65. https://ejournal.lpipb.com/index.php/inovasi
Jumriati, & Allo, E. L. (2024). Pengembangan etnosains dalam pembelajaran kimia pada Kurikulum Merdeka: Sebuah kajian literatur. ChemEdu: Jurnal Ilmiah Pendidikan Kimia, 5(1), 150–162. https://doi.org/10.35580/chemedu.v5i1.62393
Maulida, F., & Sunarti, T. (2022). Pengembangan instrumen tes literasi sains berbasis kearifan lokal di Kabupaten Lamongan. ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika, 8(1), 52–65. https://doi.org/10.31764/orbita.v8i1.8337
Mardapi, D. (2018). Pengukuran, penilaian, dan evaluasi pendidikan. Nuha Medika.
Naga, D. S. (1992). Pengantar teori pada pengukuran pendidikan. Gunadarma.
Nafilah, F., Winarni, S., & Nasir, M. (2025). Implementasi materi koloid berbasis pendekatan etnosains dalam pembelajaran Prakarya dan Wirausaha (PKWU). UNESA Journal of Chemical Education, 14(1), 1–7. https://doi.org/10.26740/ujced.v14n1.p1-7
Nurfadillah, T., Elvia, R., & Elvinawati. (2023). Pengembangan instrumen tes kimia berbasis literasi sains untuk mengukur literasi sains siswa. ALOTROP: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Kimia, 7(1), 44–56. https://doi.org/10.33369/alo.v7i1.28253
OECD. (2023). PISA 2025 science framework (Second draft). Oxford University Press.
Purnawati, A., & Yakin, N. (2025). Implementasi kemampuan literasi sains dalam pembelajaran IPA terintegrasi di sekolah dasar. Action Research Journal, 2(2), 107–120. https://doi.org/10.63987/arj.v2i2.204
Putri, A. A. A., Hussain, H., & Ramdhani, R. (2022). Pengembangan instrumen tes literasi sains pada dimensi pengetahuan materi asam basa. SCIENCE: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 2(4), 536–547. https://doi.org/10.51878/science.v2i4.1797
Ratnaningtyas, S. P. (2025). Analisis kemampuan literasi sains siswa SMP N 1 Wonosegoro pada materi sistem peredaran darah. Proceeding Seminar Nasional IPA, 834–841. https://proceeding.unnes.ac.id/snipa/article/view/4514
Retnawati, H. (2017). Validitas, reliabilitas, dan karakteristik butir: Panduan untuk peneliti, mahasiswa, dan psikometrian. Parama Publishing.
Salsabilah, I. H. L., Husain, H., & Sudding. (2024). Pengembangan instrumen assesmen literasi sains berbasis kontekstual pada materi koloid. Chemistry Education Review (CER), 7(2), 149–160. https://doi.org/10.26858/cer.v7i2.63011
Sani, R. A., Arafah, K., Azis, I., Tanjung, R., & Siswanto, H. (2021). Evaluasi proses hasil belajar. Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Suparya, I. K., Suastra, I. W., & Arnyana, I. B. (2022). Rendahnya literasi sains: Faktor penyebab dan alternatif solusinya. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 9(1), 153–166. https://doi.org/10.38048/jipcb.v9i1.580
Wicaksono, A. A., Sunarti, T., & Zainuddin, A. (2020). Validitas dan reliabilitas instrumen penilaian kinerja praktikum pada materi alat optik kelas XI SMA. Inovasi Pendidikan Fisika, 9(3), 325–331. https://doi.org/10.26740/ipf.v9n3.p325-331
Yusaerah, N., Imranah, I., & Elvira, E. (2025). Cracking culture: Exploration of Bugis salted eggs as a chemistry learning resource. Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia, 13(3), 602–610. https://e-journal.undikma.ac.id/index.php/hydrogen/article/view/15929
Yusmar, F., & Fadilah, R. E. (2023). Analisis rendahnya literasi sains peserta didik Indonesia: Hasil PISA dan faktor penyebab. LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA, 13(1), 11–19. https://doi.org/10.24929/lensa.v13i1.283
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muh. Aqrim S, Jusniar Jusniar, Netti Herawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.














