TINDAK TUTUR ILOKUSI DAN PERLOKUSI DALAM INTERAKSI TOKOH PUBLIK DENGAN WARGANET DI TIKTOK: STUDI PADA AKUN @GIBRAN_RAKABUMING
DOI:
https://doi.org/10.51878/academia.v6i4.14312Keywords:
Pragmatik, Tindak Tutur, TikTokAbstract
ABSTRACT
Public figures’ interactions on TikTok present a pragmatic issue when the intentions conveyed through their utterances are not always interpreted uniformly by audiences. Differences in interpretation can be seen in netizens’ comments, which may reinforce, question, or redirect the meaning of the messages conveyed. This issue provides the basis for examining the forms of illocutionary speech acts on the TikTok account @gibran_rakabuming, the perlocutionary responses of netizens, and the relationship between the two within a single communicative event. The study employed a pragmatic approach and a descriptive qualitative method to examine utterances in posts and related comments published from February to April 2026. Data were collected through non-participant observation and documentation, then analyzed through identification, classification, interpretation, and presentation according to the communicative context. The findings revealed four forms of illocutionary speech acts, namely assertives, directives, expressives, and commissives, while perlocutionary responses were categorized into support and agreement, criticism and rejection, and humor and sarcasm. Their relationship indicates that netizens’ responses do not emerge automatically from the speaker’s intentions but are shaped by the context and audience interpretation. These findings position public figures’ communication on TikTok as a pragmatic process in which meaning is continually negotiated through the interaction between utterances and audience responses within the digital sphere.
ABSTRAK
Interaksi tokoh publik di TikTok menghadirkan persoalan pragmatik ketika maksud yang dibangun melalui tuturan tidak selalu diterima audiens dalam pemaknaan yang seragam. Perbedaan penafsiran tersebut tampak melalui komentar warganet yang dapat memperkuat, mempertanyakan, atau mengubah arah makna pesan yang disampaikan. Persoalan ini menjadi dasar penelitian untuk mengkaji bentuk tindak tutur ilokusi pada akun TikTok @gibran_rakabuming, respons perlokusi warganet, serta keterkaitan keduanya dalam satu peristiwa komunikasi. Kajian dilakukan dengan pendekatan pragmatik dan metode deskriptif kualitatif terhadap tuturan dalam unggahan dan komentar yang berkaitan selama Februari–April 2026. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipan dan dokumentasi, kemudian ditelaah melalui identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penyajian sesuai konteks komunikasi. Hasil kajian memperlihatkan empat bentuk ilokusi, yakni asertif, direktif, ekspresif, dan komisif, sedangkan respons perlokusi terbagi menjadi dukungan dan persetujuan, kritik dan penolakan, serta humor dan sindiran. Keterkaitan keduanya memperlihatkan bahwa respons warganet tidak terbentuk secara otomatis dari maksud penutur, melainkan dipengaruhi konteks dan penafsiran audiens. Temuan ini menempatkan komunikasi tokoh publik di TikTok sebagai proses pragmatik yang maknanya terus dinegosiasikan melalui interaksi antara tuturan dan respons audiens dalam ruang digital.
Downloads
References
Amelia, I., Syakila, N., Adisty, P. A., Simangunsong, T., Cibro, L. M., Siagian, A. U., & Puspitarini, H. (2026). Analisis tindak tutur netizen Indonesia terhadap fenomena Monyet Punch di TikTok: Lokusi, ilokusi, perlokusi. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 3(2), 522–532.
https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/9367
Badriyah, N. I., Kustyarini, K., Nakti, E. K. M., & Kristiawan, I. (2026). Analisis tindak tutur ilokusi dalam konten kesehatan di media sosial TikTok@Tirtacipeng teori John Searle. Mandailing Journal of Education and Sciences, 1(1), 7–12. https://doi.org/10.66698/mjoes.v1i1.2
Fimulkillah, I. Q., Nurrifani, N., Riskiyani, N., & Rohbiah, T. S. (2026). The meaning and functions of sarcasm and humour in Gen Z netizens’ comments on viral issues on TikTok: A pragma-semantic analysis. Journal of English Language Teaching, Linguistics, and Literature (JETLEE), 6(2), 149–161. https://journal.uinsuna.ac.id/index.php/jetlee/article/view/7650
Kasih, A. R. S., & Maharani, T. (2024). Transformasi ruang publik digital: Studi kasus komentar netizen dalam akun curhat. Kajian Linguistik dan Sastra, 9(1), 24–42. https://doi.org/10.23917/kls.v9i1.5068
Kemala, G. (2026). Analisis tindak tutur direktif dalam konten TikTok Dedi Mulyadi terhadap anak dan remaja. Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya), 8(1), 1–12. https://doi.org/10.26555/jg.v8i1.13774
Kurniawan, R. S., Sukarno, S., & Suparmin, S. (2026). Penggunaan tindak tutur ilokusi Ferry Irwandi pada media sosial YouTube. Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya), 8(2), 427–440.
https://journal2.uad.ac.id/index.php/genre/article/view/16198
Lubis, Y. R., Agave, K. E. A., Sigab, R. E. S., Tambuna, S. P. N. T., & Simbolon, F. (2025). Analisis tindak tutur dan implikatur pada caption Instagram publik figur: Kajian pragmatik di media sosial. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(4), 5257–5267. https://mail.dmi-journals.org/deiktis/article/view/2344
Megarizki, B., & Prayitno, H. J. (2023). The study examines perlocutionary speech acts in TikTok comments by @resep_debm and their relevance to Indonesian language learning. Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity), 70–79. https://doi.org/10.23917/iseth.3531
Moriska, R., Azzahra, N., Pakpahan, N. A. P., Simarmata, R., Naibaho, J., Gafari, M. O. F., & Puspitarini, H. (2026). Analysis of locutionary, illocutionary, and perlocutionary acts in the “Tumbler Tuku” Threads case. Lingue: Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra, 8(1), 42–54. https://doi.org/10.33477/lingue.v8i1.13990
Nur'Aini, L., & Azizah, R. N. (2026). Tindak tutur humor warganet di kolom komentar TikTok@jandatawa: Kajian pragmatik: Humorous speech acts of netizens in the TikTok comment section@jandatawa: A pragmatic study. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 11(3), 1366–1372. https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/2763
Rahmi, E., Yaqinah, A., & Sartika, D. (2025). Pengaruh media sosial terhadap tindak tutur mahasiswa STKIP Muhammadiyah Manokwari dalam diskusi akademik. Jurnal Perspektif Pendidikan, 19(1), 40–47. https://doi.org/10.31540/jpp.v19i1.3527
Rahmawati, T., Maharani, H. N., Ramadhani, R. A., Aura, T., Shufaira, S., Yuniawan, T., & Neina, Q. A. (2023). Kesantunan berbahasa warganet dalam menanggapi video TikTok@drrichardlee. Jurnal Basataka (JBT), 6(2), 357–368. https://jurnal.pbsi.uniba-bpn.ac.id/BASATAKA/article/view/294
Rimang, S. S., Haslinda, H., Ulviani, M., & Adam, A. (2026). Strategi tindak tutur dan kesantunan berbahasa dalam interaksi digital: Analisis pragmatik pada percakapan media sosial. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 15(1). https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/article/view/8595
Risdamayanti, E., Putri, P. J., & Al Fariza, R. N. (2026). Wujud pelanggaran maksim kesantunan dalam interaksi TikTok Denis Chariesta dan respons warganet. Parataksis: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia, 9(2), 22–35. https://doi.org/10.31851/fsqtvm33
Rizki, A. F., & Pranata, R. T. H. (2026). Strategi creative content dalam meningkatkan engagement audiens pada konten full day sale Transmart di TikTok: Studi kasus Trans Media Sosial. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 4(3), 4899–4915. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/8567
Safitri, R. D., Mulyani, M., & Farikah. (2021). Teori tindak tutur dalam studi pragmatik. KABASTRA: Kajian Bahasa dan Sastra, 1(1), 59–67. https://doi.org/10.31002/kabastra.v1i1.7
Sari, A., Ikhwan, M. S., & Gusnawaty, G. (2022). Tindak tutur Presiden Jokowi yang terpilih pada media sosial Twitter. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 8(1), 256–269. https://doi.org/10.30605/onoma.v8i1.1718
Shi, J., & Dai, Y. (2023). Audience–campaign planner interaction in social media communication campaigns: How it influences intended campaign responses in the observing audience. Human Communication Research, 49(3), 296–309. https://academic.oup.com/hcr/article-abstract/49/3/296/7031300
Suhendra, S., & Pratiwi, F. S. (2024). Peran komunikasi digital dalam pembentukan opini publik: Studi kasus media sosial. IAPA Proceedings Conference, 293. https://doi.org/10.30589/proceedings.2024.1059
Syehilla, S., & Markhamah, M. (2026). Ujaran kebencian warganet pada kolom komentar akun Instagram@ahmadsahroni88. SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 5(1), 86–98. https://www.journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora/article/view/7108
Wahyudi, R. F., Musliadi, M., Muhlis, M., & Faridah, F. (2024). Ruang publik, media sosial, demokrasi, dan pendekatan kritis. RETORIKA: Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam, 6(2), 17–32. https://doi.org/10.47435/retorika.v6i2.3140
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nyoman Aprilia Cintya Dewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.














