KEARIFAN LOKAL RITUAL NEDE DALAM TRADISI MEMINTA HUJAN MASYARAKAT DESA SENYIUR
DOI:
https://doi.org/10.51878/academia.v6i4.14245Keywords:
Ritual Nede, kearifan lokal, masyarakat Sasak, tradisi meminta hujan, pelestarian budayaAbstract
Traditional rituals are an important part of local wisdom that not only represents cultural heritage but also embodies religious and social values that contribute to community life. Amid modernization and environmental changes, the existence of local traditions such as the Nede Ritual is important to examine in order to understand their underlying values and continuity within the community. This study aims to analyze the implementation of the Nede Ritual, identify the local wisdom values embedded in it, and examine its existence in the social life of the people of Senyiur Village, Keruak District, East Lombok Regency. This study employed a qualitative approach with informants selected through purposive sampling, consisting of customary leaders, religious leaders, community elders, and residents involved in the Nede Ritual. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation and analyzed using the Miles and Huberman model through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that the Nede Ritual consists of a series of activities that integrate customary practices with Islamic teachings, from spiritual preparation to collective prayers and communal meals. The ritual embodies religious values, mutual cooperation, social solidarity, togetherness, gratitude, environmental awareness, and respect for ancestral cultural heritage. Its continued existence is supported by community participation and the roles of customary and religious leaders in transmitting and preserving the tradition. Thus, the Nede Ritual functions not only as a spiritual effort to pray for rain but also as a medium for strengthening social solidarity and preserving the cultural identity of the Senyiur Village community.
ABSTRAK
Ritual adat merupakan bagian penting dari kearifan lokal yang tidak hanya merepresentasikan warisan budaya, tetapi juga memuat nilai religius dan sosial yang berperan dalam kehidupan masyarakat. Di tengah modernisasi dan perubahan lingkungan, keberadaan tradisi lokal seperti Ritual Nede penting dikaji untuk memahami nilai yang terkandung di dalamnya serta keberlanjutannya dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Ritual Nede, mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya, serta mengkaji eksistensinya dalam kehidupan masyarakat Desa Senyiur, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan informan yang dipilih secara purposive, meliputi tokoh adat, tokoh agama, sesepuh masyarakat, dan masyarakat yang terlibat dalam Ritual Nede. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ritual Nede dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan yang memadukan praktik adat dan ajaran Islam, mulai dari persiapan spiritual hingga doa bersama dan makan bersama. Ritual ini mengandung nilai religius, gotong royong, solidaritas sosial, kebersamaan, rasa syukur, kepedulian terhadap lingkungan, dan penghormatan terhadap warisan budaya leluhur. Eksistensi Ritual Nede tetap terjaga melalui partisipasi masyarakat serta peran tokoh adat dan tokoh agama dalam pewarisan dan pelestarian tradisi. Ritual Nede tidak hanya menjadi bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon hujan, tetapi juga berfungsi sebagai media penguatan solidaritas sosial dan pelestarian identitas budaya masyarakat Desa Senyiur.
Downloads
References
Akilah, U., Safi’e, M., Rahmatullah, I., Fadlan, M. A., & Shobahiyah, Q. (2025). Konektivitas budaya dengan jiwa keagamaan. Kramantara Jaya Sentosa. https://books.google.com/books?id=w-ZlEQAAQBAJ
Ardhia, S. S., & Rusli, V. A. (2024). Hilangnya budaya lokal di era modern dan upaya pelestariannya dalam perspektif Pancasila. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(4), 178–188. https://doi.org/10.30640/dewantara.v3i4.3452
Febrianty, Y., Pitoyo, D., Masri, F. A., Anggreni, M. A., & Abidin, Z. (2023). Peran kearifan lokal dalam membangun identitas budaya dan kebangsaan. El-Hekam: Jurnal Studi Keislaman, 7(1), 168–181. https://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/elhekam/article/view/10591
Husna, M., Mari’i, & Qodri, M. S. (2024). Makna simbol dalam tradisi ritual Nunas Nede di Desa Kesik: Kajian interpretatif simbolik. Jurnal Bastrindo, 5(1), 47–61. https://doi.org/10.29303/jb.v5i1.1682
Indrawati, M., & Sari, Y. I. (2024). Memahami warisan budaya dan identitas lokal di Indonesia. Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS, 18(1), 77–85. https://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JPPI/article/view/9902
Kurniawan, R., & Suharman, S. (2022). Solidaritas sosial dalam tradisi Samadiyah di tengah masyarakat Islam di Desa Meunasah Krueng Kecamatan Ingin Jaya. Jurnal Al-Ijtimaiyyah, 8(1), 84–97. https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i1.12910
Lestari, P. A., Lestari, F. D., Abidin, R. Z., Zuliansyah, R. D., Zulfayani, Z., & Suryani, D. R. (2025). Kearifan lokal dalam pelestarian alam: Implementasi Adat Sasi pada suku-suku di Bumi Anim Ha. Jurnal Adat dan Budaya Indonesia, 7(1), 72–77. https://doi.org/10.23887/jabi.v7i1.84293
Maharani, A., & Illiyyun, N. N. (2025). The Sedekah Bumi and Tasyakuran traditions at Petilasan Genuk Kemiri, Central Java: Strengthening social solidarity and cultural identity amid modernization. TEMALI: Jurnal Pembangunan Sosial, 8(2), 162–174. https://doi.org/10.15575/jt.v8i2.44564
Musrifah, N. A. (2025). Peran dan upaya pelestarian nilai-nilai budaya tradisi Nyadran di Dusun Kebuntaman Kabupaten Semarang [Skripsi sarjana, Universitas Ivet]. https://eprint.ivet.ac.id/id/eprint/1044
Niman, E. M., Tapung, M. M., Ntelok, Z. R. S., & Darong, H. C. (2023). Kearifan lokal dan upaya pelestarian lingkungan air: Studi etnografi masyarakat adat Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 13(1), 1–15. https://doi.org/10.17510/paradigma.v13i1.1160
Oktaviani, E., Hamdi, S., & Kusuma, N. (2021). Tradisi ritual Nede sebagai media meminta hujan di Makam Embung Puntiq, Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah. Religion, Culture, and State Journal, 1(1), 186–219. https://journal.unram.ac.id/index.php/rcs/article/view/344
Pahmi, Z., & Zakariah, N. (2021). Nilai religius dalam prosesi adat Nede di Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Bastrindo, 2(1), 69–80. https://doi.org/10.29303/jb.v2i1.132
Pati, Y. R. K., Panda, H. P., & Naif, O. (2024). Nilai kearifan lokal ritual Moritana dalam kepercayaan Marapu di Sumba Barat Daya. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 10(4), 1–10. https://doi.org/10.32884/ideas.v10i4.1721
Rodiatun, I. F., Sumardi, L., & Sawaludin, S. (2022). Civic culture dalam budaya beguru pada masyarakat Sasak. Manazhim: Jurnal Manajemen dan Ilmu Pendidikan, 4(2), 251–262. https://doi.org/10.36088/manazhim.v4i2.1891
Rohman, A. Y. F. (2025). Analisa aksiologis upacara 1 Suro pada Petilasan Sri Aji Joyoboyo menurut Max Scheler. Jurnal Adat dan Budaya Indonesia, 7(1), 21–33. https://doi.org/10.23887/jabi.v7i1.78257
Sitanggang, A. R., Br Tarigan, R. A., Anggriani, F., Sibagariang, A., & Siallagan, L. (2025). Ritual Martangiang hu Aek Pohon-pohonan ni Sitanggang Lipan Suku Batak Toba di Desa Salaon, Kabupaten Samosir. Jurnal Adat dan Budaya Indonesia, 7(1), 130–135. https://doi.org/10.23887/jabi.v7i1.78828
Widnyana, I. N. A., Mahedra, M. A., Mutmainnah, N., Lisatullaeli, L., Izzati, N., Ulfatunnisah, U., & Zubair, M. (2025). Analisis kearifan local sebagai manifestasi nilai Pancasila dalam kehidupan sosial masyarakat adat (Studi di Dusun Sade Kabupaten Lombok Tengah). Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(1), 1–26. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/20598
Zamhari, A., Pramudani, A., Anisa, R., Rahmayanti, L., Gultom, E. C., & Asmare, N. (2025). Perubahan bahasa dan budaya di kalangan generasi muda akibat adanya modernisasi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS), 5(2), 867–874. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/5159004
Zul Azhari, M. (2025). Eksistensi tradisi Maballa sebagai simbol identitas dan kebersamaan masyarakat di Desa Tokkonan Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang [Skripsi sarjana, IAIN Parepare]. https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/10740
Zulkifli, Z., Purwaningsih, U., & Hidayati, N. (2024). Tradisi memindahkan hujan dalam tinjauan kaidah fikih al-‘?dah Muhakkamah dan strategi marketing industri pariwisata. Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya,
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bahtiar Hidayat, Zulkarnaen Hadi, Ridwan Markama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.














