HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR BAYI USIA 3-6 BULAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/academia.v6i4.14244Keywords:
Berat Badan Lahir Rendah, Perkembangan Morotik Kasar, bayi usia 3–6 bulan, KPSPAbstract
Low Birth Weight (LBW) is one of the factors that may increase the risk of growth and developmental problems in infants, including gross motor development. The age of 3–6 months is an important period for achieving gross motor milestones, making early detection of developmental delays necessary. This study aimed to analyze the relationship between low birth weight and gross motor development among infants aged 3–6 months in the working areas of Puhjarak and Ngancar Public Health Centers, Kediri Regency. This study employed a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 72 infants aged 3–6 months selected using stratified random sampling. Birth weight data were obtained from the Maternal and Child Health (KIA) book, while gross motor development was assessed using the Pre-Screening Development Questionnaire (KPSP). Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. The results showed that among the 72 infants, 22 (30.6%) had a history of LBW and 50 (69.4%) had normal birth weight. Based on the assessment of gross motor development, 38 infants (52.8%) had development appropriate for their age, while 34 (47.2%) had development that was not appropriate for their age. The Chi-Square test showed a significant relationship between birth weight and gross motor development among infants aged 3–6 months (p = 0.018; α = 0.05). Infants with a history of LBW had a higher proportion of age-inappropriate gross motor development than infants with normal birth weight. These findings highlight the importance of developmental monitoring and early motor stimulation, particularly for infants with a history of LBW, as part of efforts to detect and address developmental problems at an early stage.
ABSTRAK
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan tumbuh kembang bayi, termasuk perkembangan motorik kasar. Usia 3–6 bulan merupakan periode penting dalam pencapaian milestone motorik kasar sehingga deteksi dini terhadap kemungkinan keterlambatan perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan berat badan lahir rendah dengan perkembangan motorik kasar bayi usia 3–6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Puhjarak dan Puskesmas Ngancar Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 72 bayi usia 3–6 bulan yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data berat badan lahir diperoleh dari buku KIA, sedangkan perkembangan motorik kasar dinilai menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 72 bayi, sebanyak 22 bayi (30,6%) memiliki riwayat BBLR dan 50 bayi (69,4%) memiliki berat badan lahir normal. Berdasarkan penilaian perkembangan motorik kasar, sebanyak 38 bayi (52,8%) memiliki perkembangan sesuai usia dan 34 bayi (47,2%) memiliki perkembangan tidak sesuai usia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dengan perkembangan motorik kasar bayi usia 3–6 bulan (p = 0,018; α = 0,05). Bayi dengan riwayat BBLR memiliki proporsi perkembangan motorik kasar tidak sesuai usia yang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan berat badan lahir normal. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemantauan perkembangan dan pemberian stimulasi motorik secara dini, terutama pada bayi dengan riwayat BBLR, sebagai bagian dari upaya deteksi dan intervensi dini gangguan perkembangan
Downloads
References
Anggorowati, L., Fauzi, L., & Rohmah, S. (2021). Hubungan riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) dengan perkembangan motorik kasar anak usia 12–24 bulan. Indonesian Journal of Health Community, 2(2), 51–56. https://doi.org/10.31331/ijheco.v2i2.1790
Anggraini, M. P., & Dwi, D. (2022). Perkembangan fisik motorik kasar anak usia dini. CV Kreator Cerdas Indonesia. https://repository.penerbitkreator.com/
Andreanetta, P. T., Santosa, Q., Indriani, V., Arifah, K., & Fatchurohmah, W. (2022). Hubungan berat badan lahir dengan status gizi dan perkembangan anak usia 6–60 bulan. Jurnal Medika Udayana, 11(9), 7–11. https://doi.org/10.24843/MU.2022.V11.I9.P07
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2023). Profil kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2022. https://dinkes.jatimprov.go.id/
Elfira, D., Ramadhanti, P., Ningsih, S. A., & Khadijah, K. (2022). Deteksi tumbuh kembang anak menggunakan KPSP. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(3), 2530–2538. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk
Juliawan, N. G., Kristianto, A. K., & Apriastini, N. K. T. (2023). Pengaruh stimulasi oromotor dalam memperbaiki refleks isap bayi prematur. Sari Pediatri, 24(5), 341–351. https://doi.org/10.14238/sp24.5.2023.341-51
Khoiroh, N., Muawanah, S., & Purnomo, M. Z. (2023). Hubungan pijat bayi dengan perkembangan motorik kasar pada bayi usia 3–6 bulan di Nareswara Mom and Baby Care Kudus 2022. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 9(2), 112–120. https://doi.org/10.33023/jikeb.v9i2.1457
Marsubrin, P. M. T., Medise, B. E., & Devaera, Y. (2023). Pertumbuhan dan perkembangan bayi prematur usia gestasi 28–34 minggu pasca rawat: Studi kohort di Rumah Sakit Ciptomangunkusumo. Sari Pediatri, 25(4), 243–248. https://doi.org/10.14238/sp25.4.2023.243-8
Mufarrahah, I. N. L., Baroya, N., & Kusumawardani, D. A. (2026). Berat lahir, stimulasi dan perkembangan anak usia 12–24 bulan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 7(1), 5018–5026. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt
Perwitasari, O. N., Susilawati, S., & Wijayanti, L. A. (2023). Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah. Prosiding Nasional FORIKES, 3, 101–104. https://forikes-ejournal.com/
Putri, H. A., & Dwihestie, L. K. (2020). Optimalisasi peran kader posyandu dalam upaya deteksi dini tumbuh kembang balita di wilayah Beji Sidoarum Godean Sleman. Jurnal Abdimas Mahakam, 4(1), 66–72. https://doi.org/10.24903/jam.v4i1.770
Purwanti, L. (n.d.). Pengetahuan, sikap dan perilaku ibu tentang stimulasi dengan perkembangan motorik kasar anak usia 3–5 tahun. CV. Sarnu Untung.
Rivanica, R., & Oxyandi, M. (2024). Buku ajar deteksi dini tumbuh kembang dan pemeriksaan bayi baru lahir (Edisi ke-2). Salemba Medika.
Rosuliana, N. E., Aryanti, D., & Triguna, Y. (2022). Analisis usia gestasi ibu melahirkan dengan berat badan bayi baru lahir di rumah sakit. Media Informasi, 18(2), 67–72. https://doi.org/10.37160/bmi.v18i2.40
Ruslan, N. A., Khidri, M., & Nurlinda, A. (2020). Hubungan berat badan lahir rendah dengan perkembangan motorik kasar bayi usia 6–24 bulan di Puskesmas Tempe. Window of Public Health Journal, 1(2), 132–140. https://doi.org/10.33096/woph.v1i2.19
Salsabila, Z. S., & Pratama, R. S. (2024). Membangun keterampilan motorik kasar anak usia dini melalui olahraga. Khirani: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 27–39. https://doi.org/10.47861/khirani.v3i1.1465
Setiawati, Y. (2023). Peningkatan motorik kasar anak melalui senam fantasi. Zuriah: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 135–144. https://doi.org/10.29240/zuriah.v4i2.8316
Sindi, F., & Rahmawati. (2025). Potensi KOMPIJAS terhadap percepatan perkembangan motorik kasar pada bayi usia 3–6 bulan. Borneo Nursing Journal, 8(1), 1353–1362. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.415
Siregar, D. N., Telaumbanua, M. G., Brahmana, S. T. B., Gulo, Y. H., & Situmorang, R. T. (2022). Pelatihan tentang perkembangan motorik kasar pada bayi umur 3–6 bulan. Mitra Keperawatan dan Kebidanan Prima, 4(4), 81–85. https://ejournal.medistra.ac.id/
Sutomo, B., & Anggraini, D. Y. (2010). Makanan sehat pendamping ASI. Demedia.
Suwanto, M. S., & Farah, F. (2025). Penilaian perkembangan anak berusia 6–12 bulan melalui metode KPSP berdasarkan riwayat ASI eksklusif. Al-Iqra Medical Journal, 8(2), 53–62. https://journal.umgo.ac.id/
Syamsu, A. F. (2024). Transformasi praktik klinis untuk asuhan perkembangan bayi prematur di ruang NICU. KBM Indonesia.
Wibiyani, A. A., & Gustina, E. (2021). Analisis riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) dengan perkembangan anak usia balita: Systematic literature review. Jurnal Kesehatan dan Pengelolaan Lingkungan, 2(2), 136–145. https://doi.org/10.12928/jkpl.v2i2.6348
Zakiah, N., Aryanti, N., Annisa, N., Supiyati, & Rahmaniah. (2024). Hubungan berat badan lahir rendah dengan status gizi anak usia 0–24 bulan di Kabupaten Majene. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 7(2), 168–173. https://doi.org/10.47539/jktp.v7i2.456
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Galfi Vega P. G, Lumastari Ajeng Wijayanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.














