HUBUNGAN SELF-COMPASSION DENGAN KECEMASAN UNTUK MENIKAH PADA WANITA DEWASA AWAL DI WILAYAH URBAN

Authors

  • Ni Komang Ratna Kumala Sari Universitas Paramadina
  • Elis Yulia Ningsih Universitas Paramadina

DOI:

https://doi.org/10.51878/academia.v6i3.13453

Abstract

ABSTRACT

Marriage is one of the key developmental tasks of early adulthood; however, an emerging phenomenon in urban areas indicates a tendency among early adult women to delay marriage, accompanied by anxiety regarding future married life. This condition is presumed to be associated with self-compassion, defined as an individual's ability to be kind, understanding, and non-judgmental toward oneself when facing life's difficulties. This study aims to examine the relationship between self-compassion and marriage anxiety among early adult women in urban areas. This study employed a quantitative approach with a correlational design involving 120 early adult women aged 19-40 years, unmarried, and residing in urban areas, selected using a purposive sampling technique. Data were collected using a self-compassion scale and a marriage anxiety scale, then analyzed using Spearman's Rank correlation test, as the data were not normally distributed. The results revealed a significant negative relationship between self-compassion and marriage anxiety (r = -0.432; p = 0.000; p < 0.05), indicating that the higher the self-compassion possessed by an individual, the lower the marriage anxiety experienced. These findings emphasize the importance of self-compassion as a psychological factor that helps early adult women cope with marriage-related concerns in a more adaptive manner.

ABSTRAK

Pernikahan merupakan salah satu tugas perkembangan penting pada masa dewasa awal, namun fenomena yang berkembang di wilayah urban menunjukkan kecenderungan wanita dewasa awal untuk menunda pernikahan yang disertai kecemasan terhadap kehidupan pernikahan di masa depan. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan self-compassion, yaitu kemampuan individu untuk bersikap penuh kebaikan, pengertian, serta tidak menghakimi diri sendiri ketika menghadapi kesulitan hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self-compassion dengan kecemasan untuk menikah pada wanita dewasa awal di wilayah urban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional pada 120 wanita dewasa awal berusia 19-40 tahun, belum menikah, dan berdomisili di wilayah urban, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala self-compassion dan skala kecemasan menikah, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman's Rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara self-compassion dan kecemasan untuk menikah (r =   -0,432; p = 0,000; p<0,05), yang berarti semakin tinggi self-compassion yang dimiliki individu, semakin rendah kecemasan untuk menikah yang dirasakan. Temuan ini menegaskan pentingnya self-compassion sebagai faktor psikologis yang berperan membantu wanita dewasa awal menghadapi kekhawatiran terkait pernikahan secara lebih adaptif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aminudin, A., Rokan, M. K., & Zulham. (2025). Pengaruh globalisasi terhadap perubahan nilai perkawinan keluarga Islam di Indonesia. Rechtsnormen: Jurnal Komunikasi dan Informasi Hukum, 3(2), 61-69. https://doi.org/10.56211/rechtsnormen.v3i2.807

Annisa, N. M., Widhyastuti, C., Hermawan, C. F., Amos, A., & Nahrudin, M. N. R. (2024). Marriage readiness dan fear of commitment pada dewasa awal yang belum menikah. JIPSI: Jurnal Ilmiah Psikologi, 6(2), 134-140. https://doi.org/10.37278/jipsi.v6i2.999

Arieza, U. (2024, 7 Maret). Angka pernikahan di Indonesia terus menurun. Kompas.com. Diakses 26 April 2026, dari https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-8367634/angka-pernikahan-ri-terus-menurun-kenapa-generasi-muda-makin-enggan-menikah

Bahri, M., Kholidin, F. I., & Yandri, H. (2024). The impact of self-compassion and emotion regulation on social anxiety in college students. KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal), 11(1), 65-76. https://doi.org/10.24042/kons.v11i1.21093

Batrisyia, N. I., Kumaini, R., & Khoirunnisa, K. (2026). Fenomena marriage is scary dalam perspektif mahasiswi bercadar di Kota Jember. Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(1), 30-52. https://doi.org/10.37397/al-usariyah.v4i1.953

Dharmawati, S., & Sahrani, R. (2023). Self-compassion dan self-esteem pada emerging adulthood yang pernah melakukan self-harm. Journal of Social and Economics Research, 5(2), 1084-1096. https://doi.org/10.54783/jser.v5i2.213

Filah, N., Gufron, I. A., & Sa’ad, S. (2025). Systematic literature review: Pengaruh spiritualitas Islam dalam mengatasi gejala gamophobia pada generasi muda Muslim Indonesia. Arus: Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(1), 428-435.

https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i1.1052

Frost, S., Kannis-Dymand, L., Schaffer, V., Millear, P., Allen, A., Stallman, H., & Atkinson-Nolte, J. (2022). Virtual immersion in nature and psychological well-being: A systematic literature review. Journal of Environmental Psychology, 80, 101765. https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2022.101765

Lestari, M., Aimma, S. L., Cahyadi, S. F., Putri, K. A. L. L., & Mustofa, M. M. (2024). Bagaimana fenomena marriage is scary dalam pandangan perempuan Generasi Z? Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman, 10(2), 278-291. https://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/BKA/article/view/17187

Nafiah, Z., Rifani, R., & Hamid, H. (2024). Psychological well-being for women who marry early in Makassar City. Journal of Correctional Issues, 7(2), 314-330.

https://journal.poltekip.ac.id/jci/article/view/489

Najmudin, M. Z., Ishaq, I., & Nurcahyono, M. L. (2025). The phenomenon of marriage is scary and the role of premarital guidance in preparing the mental and emotional health of prospective brides and grooms. Academia Open, 10(2), Article 10-21070.

https://acopen.umsida.ac.id/index.php/acopen/article/view/12921

Neff K. D. (2023). Self-Compassion: Theory, Method, Research, and Intervention. Annual review of psychology, 74, 193-218. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-032420-031047

Nugraha, A. D. (2023). Kesejahteraan subjektif pada emerging adulthood ditinjau dari self-compassion dan religiusitas pada remaja akhir. Psyche 165 Journal, 16(3), 189-194. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v16i3.269

Nurhasana, N., Amirudin, L., Susanti, R., & Nafi'Hasbi, M. Z. (2026). Pengaruh karir dan kemandirian ekonomi terhadap keterlambatan pernikahan wanita dewasa awal (Studi kasus di Medan, Sumatera Utara). Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, 4(1), 110-118. https://journal.aripafi.or.id/index.php/jbpai/article/view/1878

Putri, N. A. P., & Setiasih, S. (2023). The role of self-compassion and emotion regulation: How to predict life satisfaction in COVID-19 survivors? Psikostudia: Jurnal Psikologi, 12(4), 524-530. https://repository.ubaya.ac.id/46797/

Putri, N. R., Aprilia, D., & Kaisuku, A. F. H. (2024, December). Motif wanita takut menikah di usia lanjut. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS), 3, 22-34. https://proceeding.unesa.ac.id/index.php/sniis/article/view/4006

Raihana, S. N. (2024). Analisis sosiokultural penundaan pernikahan pada wanita karir: Studi kasus Kota Depok. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(1), 17-29. https://ojs.daarulhuda.or.id/index.php/Socius/article/view/721

Ramadhan, N., & Chusairi, A. (2022). Hubungan self-compassion dengan psychological well-being pada wanita korban kekerasan dalam rumah tangga. Berajah Journal, 2(3), 491-502. https://doi.org/10.47353/bj.v2i3.125

Rizkiani, N., Anakaka, D. L., & Benu, J. M. (2023). The psychological well-being of young women entering into child marriages. Journal of Health and Behavioral Science, 5(2), 182-195. https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/CJPS/article/view/8253

Safitri, K. I., Firdawaty, L., & Santoso, A. N. (2026). Penundaan menikah pada Generasi Z: Perspektif hukum keluarga Islam dan maqasid syariah Jasser Auda. SAKALIMA: Pilar Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan, 3(2), 326-337.

https://journal.wiseedu.co.id/index.php/sakalima/article/view/509

Satriyanto, H. M., & Oktaviani, W. (2025). Analisis dampak fenomena marriage is scary terhadap minat menikah di Kecamatan Serang Baru, Bekasi. Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial, 19(2), 209-225. https://doi.org/10.56997/almabsut.v19i2.2392

Wilianaza, L. N. (2023, August). Pengaruh self-compassion terhadap kecemasan masa depan pada mahasiswa tingkat akhir. Bandung Conference Series: Psychology Science, 3(2), 697-704. https://doi.org/10.29313/bcsps.v3i2.7313

Zahroo, S., & Febrieta, D. (2024). Self-compassion di masa remaja: Perbedaan berdasarkan jenis kelamin, usia, dan budaya. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(4), 4997-5006. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i4.13091

Downloads

Published

2026-07-19

How to Cite

Kumala Sari, N. K. R., & Elis Yulia Ningsih. (2026). HUBUNGAN SELF-COMPASSION DENGAN KECEMASAN UNTUK MENIKAH PADA WANITA DEWASA AWAL DI WILAYAH URBAN. ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 6(3), 2137–2148. https://doi.org/10.51878/academia.v6i3.13453

Issue

Section

Articles