PERENCANAAN KURIKULUM BERBASIS KEBERAGAMAN BUDAYA DI SMP ISLAM AL-FURQON

Authors

  • Rochmat Cahyo Wibowo UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto
  • Muh Hanif UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.51878/academia.v6i3.12552

Keywords:

Multicultural curriculum, Curriculum Planning, Cultural responsiveness

Abstract

This qualitative study explores culturally responsive curriculum planning at Al-Furqon Islamic Junior High School, Banyumas, Indonesia. Conducted over five months (January–May 2026) using a single embedded case study, data were gathered through participatory observation, in-depth interviews with 5 teachers, 12 students, the principal, and 3 parents, as well as analysis of curriculum documents and teaching materials. Findings highlight three mechanisms. First, multicultural values are integrated not only in curriculum documents but also enacted through equity pedagogy, ensuring equal learning opportunities for students from diverse ethnic, religious, and socioeconomic backgrounds. Second, the curriculum incorporates local content reflecting community culture while fostering recognition and appreciation of external traditions. Third, participatory planning—engaging teachers, students, the school committee, and community leaders—produces a contextual and inclusive curriculum accepted by stakeholders. The study concludes that effective culturally responsive curriculum planning requires shifting from curriculum as a static product to a continuously negotiated process, demanding active teacher involvement and diverse learning resources. Policy implications emphasize decentralized governance, empowering schools to design contextual curricula responsive to local diversity, and continuous professional development for teachers.

ABSTRAK

Penelitian kualitatif ini mengeksplorasi perencanaan kurikulum yang responsif terhadap budaya di SMP Islam Al-Furqon, Banyumas, Indonesia. Dilaksanakan selama lima bulan dengan menggunakan metode studi kasus tertanam tunggal (single embedded case study), data penelitian dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan 5 guru, 12 siswa, kepala sekolah, dan 3 orang tua, serta analisis dokumen kurikulum dan bahan ajar. Temuan penelitian ini menyoroti tiga mekanisme utama: Pertama, nilai-nilai multikultural tidak hanya diintegrasikan ke dalam dokumen kurikulum, tetapi juga diwujudkan melalui pedagogi kesetaraan (equity pedagogy), guna memastikan kesempatan belajar yang setara bagi siswa dari berbagai latar belakang etnis, agama, dan sosial ekonomi. Kedua, kurikulum tersebut mengintegrasikan muatan lokal yang mencerminkan budaya masyarakat setempat, sekaligus menumbuhkan pengakuan dan apresiasi terhadap tradisi luar. Ketiga, perencanaan partisipatif—yang melibatkan guru, siswa, komite sekolah, dan tokoh masyarakat—menghasilkan kurikulum yang kontekstual, inklusif, dan dapat diterima oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan kurikulum yang responsif terhadap budaya secara efektif memerlukan pergeseran paradigma, dari melihat kurikulum sebagai produk statis menjadi sebuah proses yang terus dinegosiasikan secara dinamis. Hal ini menuntut keterlibatan aktif dari guru serta pemanfaatan sumber belajar yang beragam. Implikasi kebijakan dari penelitian ini menekankan pentingnya tata kelola yang terdesentralisasi, pemberdayaan sekolah untuk merancang kurikulum kontekstual yang responsif terhadap keberagaman lokal, serta pengembangan profesional yang berkelanjutan bagi para guru..

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akun, A. (2023). Navigating diversity in plural Indonesia. Lingua Cultura, 16(2), 205–213. https://doi.org/10.21512/lc.v16i2.7697

Arifin, A. (2021). Pendidikan multikultural: Ideologi pembelajaran dan pengajaran di sekolah. Jurnal Borneo Humaniora, 4(2), 96–102. https://doi.org/10.35334/borneo_humaniora.v4i2.2278

Hakim, A. R. (2023). Konsep landasan dasar pendidikan karakter di Indonesia. Journal on Education, 6(1), 2361–2373. https://doi.org/10.31004/joe.v6i1.3258

Hufron, A., Cato, C., & Maulana, M. A. (2022). Menggagas definisi operasional soal pendidikan multikultural. EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 4(4), 5754–5761. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i4.3469

Istianah, A., Darmawan, C., Sundawa, D., & Fitriasari, S. (2024). Peran pendidikan kebinekaan dalam pendidikan kewarganegaraan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang damai. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 9(1), 15–29. https://doi.org/10.21067/jmk.v9i1.10192

Kleinschmit, A. J., Rosenwald, A., Ryder, E. F., Donovan, S. S., Murdoch, B., Grandgenett, N., Pauley, M., Triplett, E. W., Tapprich, W., & Morgan, W. (2023). Accelerating STEM education reform: Linked communities of practice promote creation of open educational resources and sustainable professional development. International Journal of STEM Education, 10(1). https://doi.org/10.1186/s40594-023-00405-y

Maspupah, U., & Mayasari, N. (2023). Pelaksanaan kurikulum muatan lokal budaya Banyumasan di SD Negeri 2 Grendeng. Jurnal El-Hamra: Kependidikan dan Kemasyarakatan, 8(3), 159–164. https://doi.org/10.62630/elhamra.v8i3.430

Maspupah, U., Mayasari, N., & Huda, M. N. (2024). Introducing regional culture: Analysis of curriculum management with local content of Banyumasan culture at elementary school Indonesia. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2), 299–299. https://doi.org/10.30659/pendas.11.2.299-318

Mu’awanah, M., Arosy, H. N., Roqim, M., & Purnomo, A. W. C. (2024). Menjadi asik tanpa mengusik: Mencegah bullying melalui moderasi beragama. NAJWA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), 115–132. https://doi.org/10.30762/najwa.v2i2.312

Mu?ammad, M., & Aulia, S. A. (2025). Urgensi pendidikan berbasis humanisasi dan profetik di era kini. Center of Education Journal (CEJou), 6(1), 65–76. https://doi.org/10.55757/cejou.v6i1.881

Ok, A. H., Tanjung, Y. F., & Rahmani, S. (2025). Internalization of multicultural education at Muhammadiyah private junior high school in Gunungsitoli City. International Journal of Islamic Education Research and Multiculturalism (IJIERM), 7(2), 444–462. https://doi.org/10.47006/ijierm.v7i2.445

Nurkholis, N., Setyaningrum, S., & Panaemalae, A. R. A. (2023). Implementation of development management local content curriculum in modern Islamic boarding schools Al-Azhary Lesmana. Arfannur, 3(3), 123–136. https://doi.org/10.24260/arfannur.v3i3.1036

Rinawati, P., Mataputun, Y., Kurniawan, D., Kusdianto, K., Hutabarat, I. M., & Wahyudin, U. (2026). Kepemimpinan multikultural kepala sekolah dalam menumbuhkan karakter toleransi siswa. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(2), 1286–1302. https://doi.org/10.51878/social.v6i2.11746

Rochaendi, E., Ariyani, Y. D., Sari, I. P., Suryandari, S. A., Apriani, A. N., Rusiyono, R., Ismanto, I., Kholik, N., & Mahfud, M. (2025). Reorientasi kurikulum PGSD berbasis OBE melalui FGD partisipatif: Strategi transformasi epistemik dan advokasi kebijakan. Bangun Desa, 4(1), 26–26. https://doi.org/10.21927/jbd.2025.4(1).26-36

Rumahuru, Y. Z. (2021). Pendidikan agama inklusif sebagai fondasi moderasi beragama: Strategi merawat keberagaman di Indonesia. Kurios, 7(2). https://doi.org/10.30995/kur.v7i2.323

Salisah, S. K., Darmiyanti, A., & Arifudin, Y. F. (2024). Pendidikan karakter membangun peserta didik yang cerdas dan berkarakter di era revolusi industry 4.0. Jurnal Pendidikan Sultan Agung, 4(2), 91–91. https://doi.org/10.30659/jp-sa.v4i2.37620

Suryaningsih, T., Maksum, A., & Marini, A. (2023). Membentuk profil pelajar Pancasila dimensi berkebinekaan global melalui pendidikan multikultural di sekolah dasar. DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik, 7(3). https://doi.org/10.20961/jdc.v7i3.79594

Tunggal, A., Haeruddin, H., & Akhmad, A. (2025). Kolaborasi kepala sekolah dan guru dalam manajemen kurikulum kontekstual. Jurnal Basicedu, 9(4), 881–890. https://doi.org/10.31004/basicedu.v9i4.10208

Umar, F., Agus, A. A., Asriadi, M., & Hashfi, H. (2025). Penguatan pembelajaran nilai-nilai kebhinekaan bagi guru PKn melalui sosialisasi kurikulum sekolah damai di Kota Parepare. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 114–122. https://doi.org/10.59562/abdimas.v3i1.8486

Wiranto, E. B., Suranto, S., Sule, M. M., & Gafoordeen, N. (2023). The baseline of multicultural education: An examination from Islamic and Buddhist standpoints. Multicultural Islamic Education Review, 1(2), 96–108. https://doi.org/10.23917/mier.v1i2.2895

Yunanto, F., & Kasanova, R. (2023). Membangun karakter mahasiswa Indonesia melalui pendidikan karakter. Journal on Education, 5(4), 12401–12411. https://doi.org/10.31004/joe.v5i4.2223

Downloads

Published

2026-07-18

How to Cite

Wibowo, R. C., & Hanif, M. (2026). PERENCANAAN KURIKULUM BERBASIS KEBERAGAMAN BUDAYA DI SMP ISLAM AL-FURQON . ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 6(3), 2067–2075. https://doi.org/10.51878/academia.v6i3.12552

Issue

Section

Articles