STRATEGI DAN KEBIJAKAN KEPALA DESA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN HAK ANAK STUNTING

Authors

  • Neo Gusta L’ Barda Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.51878/academia.v6i4.12382

Keywords:

Strategi dan Kebijakan; Stunting; Kesejahtera

Abstract

Stunting is a serious global threat affecting future human resource quality, prompting the issuance of national-level regulatory policies. This study aims to analyze the strategies and policies of the Village Head in fulfilling the rights of stunted children, while identifying supporting and inhibiting factors. Using an empirical legal qualitative approach, primary data were gathered through in-depth interviews with the Village Head, village midwife, and Village BPD, alongside observation and document study. The results show that Krasak Village Government has drafted a Village Regulation as a legal basis and operational guide for specific and sensitive nutrition interventions. However, the implementation of stunting reduction strategies faces internal constraints, including low family economic status, limited health education, and weak program monitoring systems. Conversely, budget allocation availability and inter-institutional synergy serve as key driving factors. In conclusion, the ratification of village regulations and strengthened stakeholder collaboration are urgent to optimize the fulfillment of children's rights sustainably.

ABSTRAK

Stunting merupakan ancaman global serius yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan, sehingga memicu lahirnya berbagai kebijakan regulasi tingkat nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi serta kebijakan Kepala Desa dalam pemenuhan hak anak stunting, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Menggunakan pendekatan yuridis empiris kualitatif, data primer diperoleh melalui wawancara mendalam bersama Kepala Desa, bidan desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta dikombinasikan dengan observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Krasak telah menyusun draft Peraturan Desa (Perdes) sebagai bentuk kepastian hukum dan pedoman operasional intervensi gizi spesifik maupun sensitif. Meskipun demikian, pelaksanaan strategi penanganan stunting masih menghadapi kendala internal berupa rendahnya kondisi ekonomi keluarga, keterbatasan edukasi pola hidup sehat, serta lemahnya sistem pengawasan program. Di sisi lain, ketersediaan alokasi anggaran dan sinergi antarlembaga menjadi pendorong utama keberhasilan program. Kesimpulannya, pengesahan regulasi desa dan penguatan kolaborasi pemangku kepentingan sangat mendesak untuk mengoptimalkan pemenuhan hak-hak anak secara berkelanjutan.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adeni, S., Sarwoprasodjo, S., Djibu, M. J., & Bisararisi, I. M. I. P. (2025). Sinergi komunikasi keluarga, kader, dan pemerintah dengan pendekatan ekologi sosial untuk pencegahan stunting. Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika, 7(4), 1417–1421. https://doi.org/10.29244/agro-maritim.0704.1417-1421

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075

Fahira, J., Harianja, R. A., & Akbar, F. (2023). Peran pemerintah daerah dalam implementasi Undang-Undang Desa. Jurnal Penelitian Serambi Hukum, 16(2), 49–61. https://doi.org/10.59582/sh.v16i02.760

Fauziah, N., Andayani, Q., Ariadi, S., Koesbardiati, T., & Praharsena, B. (2022). Penta-helix “Desa Emas” as a commitment to accelerate stunting reduction in Sumenep Regency, East Java Province. Media Gizi Indonesia, 17(1SP), 64–75. https://doi.org/10.20473/mgi.v17i1sp.64-75

Friska, E., & Andriani, H. (2022). Implementasi kebijakan percepatan pencegahan stunting pada masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Kudus. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 10(5), 586–592. https://doi.org/10.14710/jkm.v10i5.35241

Hamdy, M. K., Rustandi, H., Suhartini, V., Koto, R. F., Agustin, S. S., Syifa, C. A., Arhabi, A., Baskara, V. A., Refiandinova, F., & Syauqi, A. (2023). Peran kader Posyandu dalam menurunkan angka stunting. Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI), 4(2), 87–96. https://doi.org/10.15408/jisi.v4i2.37128

Hastuti, S. K. W., Setianingsih, S., Linda, O., Ulfah, N., & Rifai, M. (2022). Rembug stunting sebagai upaya percepatan penurunan kasus stunting di Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali. Jurnal SOLMA, 11(3), 694–703. https://doi.org/10.22236/solma.v11i3.10208

Junaidin, Arman, Nur, M., & Firmansyah. (2025). Collaborative governance between the UPT DP3AP2KB, health services, and village government in reducing stunting prevalence in Sape District. KOMUNITAS, 16(2), 162–177. https://doi.org/10.20414/komunitas.v16i2.14008

Khalida, R., Sulistio, I., Soko, A., Ali, I., Ramadhan, R. I., Ramadhan, R., Mubarok, F., Pangabean, Y. H., Khusaini, H. N., Nugroho, D. A., & Anasyah, B. A. (2024). Sistem deteksi stunting sebagai program intervensi gizi di Kelurahan Teluk Pucung. Journal of Computer Science Contributions (JUCOSCO), 4(2), 99–108. https://doi.org/10.31599/k51cr778

Khoiriyah, H., & Ismarwati, I. (2023). Faktor kejadian stunting pada balita: Systematic review. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(1), 28–40. https://doi.org/10.33221/jikm.v12i01.1844

Maaruf, N. A., & Triadi, I. (2023). Analysis of the government’s role in implementing Presidential Regulation (PERPRES) Number 72 of 2021 on accelerating stunting reduction in efforts to maintain national resilience. Jurnal Hukum Sehasen, 9(2), 175–182. https://doi.org/10.37676/jhs.v9i2.4857

Mahsyar, A. (2011). Masalah pelayanan publik di Indonesia dalam perspektif administrasi publik. Otoritas: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 1(2), 81–90. https://doi.org/10.26618/ojip.v1i2.22

Maulana, F., Silitonga, M. S., & Asropi. (2023). Intervensi Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam implementasi kebijakan percepatan penurunan stunting di desa. Journal Publicuho, 6(4), 1393–1410. https://doi.org/10.35817/publicuho.v6i4.281

Nugroho, A. A., Sudrajat, A. O., Azmi, I. F., Ardiansyah, F., & Prasetyanti, R. (2025). Collaborative governance in Indonesia’s nutritious food policy: A multi-stakeholder implementation model. Jurnal Borneo Administrator, 21(2), 203–218. https://doi.org/10.24258/jba.v21i2.1698

Nuraeni, A., & Rosiah, R. (2023). Tugas keluarga dalam pemeliharan kesehatan dan pencegahan stunting pada balita di Subang. Jurnal Ilmiah Ilmu dan Teknologi Rekayasa, 5(1), 46–51. https://doi.org/10.31962/jiitr.v5i1.149

Parwoto, P., Wahyuningsih, S. H., & Susyanto, B. E. (2022). Strengthening the capacity of Sumber Waras Posyandu cadres in stunting prevention. Community Empowerment, 7(9), 1533–1540. https://doi.org/10.31603/ce.7864

Pratiwi, I. G. (2023). Studi literatur: Intervensi spesifik penanganan stunting. Indonesian Health Issue, 2(1), 29–37. https://doi.org/10.47134/inhis.v2i1.43

Prima, U. C., Yusriadi, Y., Sugiharti, S., Ginting, Y., Sandra, G., & Zarina, A. Y. (2024). Preventing stunting in rural Indonesia: A community-based perspective. African Journal of Food, Agriculture, Nutrition and Development, 24(9), 24470–24491. https://doi.org/10.18697/ajfand.134.24820

Putra, E. S. (2020). Pendampingan kader menggunakan kartu aksi gizi meningkatkan pola asuh ibu. Jurnal Vokasi Kesehatan, 6(1), 6–12. https://doi.org/10.30602/jvk.v6i1.434

Putri, F. F., & Sukmana, H. (2022). Strategi pemerintah desa dalam pencegahan stunting di Desa Kedungkendo Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Sawala: Jurnal Administrasi Negara, 10(2), 224–235. https://doi.org/10.30656/sawala.v10i2.5168

Rahman, H., Rahmah, M., & Saribulan, N. (2023). Upaya penanganan stunting di Indonesia analisis bibliometrik dan analisis konten. Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK), 8(1), 44–59. https://doi.org/10.1234/jipsk.v8i1.2023

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Susilowati, R., Khairunnas, K., & Rafinzar, R. (2022). Analisis collaborative governance dalam penyelenggaraan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Sungai Rambutan. Governance, 5(2), 96–111. https://doi.org/10.1234/governance.v5i2.2022

Umar, U., Istiqomah, M. R., & Wardati, L. I. (2025). Implementasi kolaboratif penurunan stunting: Partisipasi dan kepercayaan komunitas di Desa Labuan Badas. Empiricism Journal, 6(4), 2278–2284. https://doi.org/10.36312/t9w57p56

Zaleha, S., & Idris, H. (2022). Implementation of stunting program in Indonesia: A narrative review. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 10(1), 143–151. https://doi.org/10.20473/jaki.v10i1.2022.143-151

Downloads

Published

2026-09-07

How to Cite

Barda, N. G. L. (2026). STRATEGI DAN KEBIJAKAN KEPALA DESA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN HAK ANAK STUNTING. ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 6(4), 3203–3210. https://doi.org/10.51878/academia.v6i4.12382

Issue

Section

Articles