PERENCANAAN PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS DIGITAL DALAM MEMPERKUAT MORAL GENERASI Z DI SMA MUHAMMADIYAH 13 JAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.51878/academia.v6i4.12029Keywords:
chemistry learning, digital learning, Generation Z morality, Islamic education, educational technologyAbstract
The inherent characteristics of Generation Z with digital devices trigger moral degradation and ethical decline due to unfiltered digital information flows. This condition requires educational institutions to design science learning strategies that integrate technological skills with noble character cultivation. This qualitative case study aims to describe the planning of digital-based chemistry learning in strengthening the morals of Generation Z students at SMA Muhammadiyah 13 Jakarta. Data collection was conducted through in-depth interviews with the principal, vice principal for curriculum, chemistry teachers, and students, reinforced by classroom observations and instructional module documentation. Data analysis proceeded interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that digital chemistry learning planning utilized Google Classroom, PhET simulations, and Islamic value-based educational videos, yet remained confined to individual teacher initiatives without formal institutional curriculum standard operating procedures. Moral reinforcement was executed by internalizing digital etiquette, scientific integrity, and virtual discipline. Integrated policy synchronization and teacher competency development are essential for effectively solidifying student character.
ABSTRAK
Karakteristik Generasi Z yang lekat dengan gawai memicu krisis degradasi moral dan penurunan etika akibat masifnya arus informasi digital tanpa penyaring nilai. Kondisi tersebut menuntut institusi pendidikan merancang strategi pembelajaran sains yang mengintegrasikan kecakapan teknologi dengan penanaman karakter luhur. Penelitian kualitatif studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan pembelajaran kimia berbasis digital dalam memperkuat moral peserta didik Generasi Z di SMA Muhammadiyah 13 Jakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap kepala sekolah, wakil kurikulum, guru kimia, dan siswa, diperkuat observasi pembelajaran serta dokumentasi modul ajar. Analisis data berlangsung secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkap bahwa perencanaan pembelajaran kimia digital telah memanfaatkan Google Classroom, simulasi PhET, dan video edukasi berbasis nilai Islami, namun perencanaannya masih terbatas pada inisiatif mandiri guru serta belum dibakukan dalam dokumen kurikulum operasional sekolah. Penguatan moral dilakukan lewat internalisasi adab digital, kejujuran ilmiah, dan kedisiplinan daring. Sinkronisasi kebijakan terpadu dan pembinaan kompetensi guru mutlak diperlukan agar digitalisasi pembelajaran sains efektif mengokohkan karakter peserta didik.
Downloads
References
Abdullah, D., Pasaribu, R., A., A. N., & S, C. D. P. (2023). Implementasi sistem mutu internal untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar. Manajemen Pendidikan, 18(2), 127–140. https://doi.org/10.23917/jmp.v18i2.23286
Afifah, Z. N., Hadiati, E., & Asyha, A. F. (2026). Peran guru Akidah Akhlak dalam membangun mental positif siswa di era digital. SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah, 6(2), 533–543. https://doi.org/10.51878/secondary.v6i2.10085
Aqib, Z. (2019). Model-model, media, dan strategi pembelajaran kontekstual (inovatif). Yrama Widya.
Arsyad, A. (2017). Media pembelajaran. Raja Grafindo Persada.
Baharuddin, B., Sahidin, S., Kholilah, A., & Yanuar, F. A. (2025). Pendidikan Islam dalam era kecerdasan buatan: Membangun peradaban berbasis etika dan teknologi di Indonesia. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(4), 3782–3791. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i4.7432
Basar, A. M., & Saepulmilah, C. (2026). Peran literasi spiritual digital dalam pembentukan akhlak profesional mahasiswa vokasi. Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran, 2(1), 7–14. https://doi.org/10.63980/eduvasi.v2i1.131
Cindy, A. H., Pattipeilohy, P., Mirsa, N. R. P., Hakim, P. R., & Falenciah, A. N. (2026). Digitalisasi berbasis nilai: Pelatihan kreativitas dan etika digital bagi komunitas sekolah di era industri 5.0. JUPAMU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 1(2), 137–148. https://doi.org/10.66031/jupamu.v1i2.54
Ernawatie, E., Wisman, Y., & Syarif, A. (2023). Manajemen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan pada tingkat SD. Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, 14(2), 410–418. https://doi.org/10.37304/jikt.v14i2.262
Farida, A., & Hastuti, M. S. A. (2026). Transformasi pedagogi abad 21: Mewujudkan ekosistem pendidikan masa depan yang adaftif dan kontekstual. MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 6(2), 492–502. https://doi.org/10.51878/manajerial.v6i2.10770
Hosnan, M. (2018). Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran abad 21. Ghalia Indonesia.
Jannah, S. I., & Irawan, I. (2026). Merancang struktur keilmuan PAI yang adaptif dalam penggunaan teknologi informasi digital. EDUTECH: Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi, 6(1), 253–263. https://doi.org/10.51878/edutech.v6i1.9434
Judijanto, L., Arif, H., Muhammadiah, M., & Stevani, S. (2025). Pendidikan karakter di era digital: Tantangan dan strategi. Neliti. https://repository.laukpuyupress.id/publications/688376/pendidikan-karakter-di-era-digital-tantangan-dan-strategi
Kahfi, N. S., Reyza, F. A., Arrosikha, M., Nasrullah, M. A., & Aisyah, N. H. (2025). Artificial intelligence in Islamic religious education: Balancing learning efficiency and safeguarding spiritual integrity in Indonesian higher education. INJECT: Interdisciplinary Journal of Communication, 10(1), 643–660. https://doi.org/10.18326/inject.v10i1.4325
Komarudin, K., Lindayati, E., Asy’ari, H., & Noviani, D. (2025). Pengembangan program pendidikan karakter untuk meningkatkan akhlak dan moral anak di era digital. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(3), 15577–15580. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4735
Linawati, R., Abdillah, F., Mangiri, H. S., & Burhan, N. Z. (2026). Transformasi kapasitas kunci dan nilai dalam pendidikan karakter dan moral di era digital. DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 5(1), 231–238. https://doi.org/10.54259/diajar.v5i1.6039
Mahler, S. S., Brances, A., Jeo, K., Khusairi, A., & Tui, M. (2024). Development of a spiritual character-based curriculum to improve learning quality in the digital era. International Journal of Education Management and Religion, 1(1), 27–37. https://doi.org/10.71305/ijemr.v1i1.151
Muhyiddin, M., Taufiqi, A. H., & Sholehudin, A. (2026). Transformasi spiritualitas digital: Inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era kecerdasan buatan. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 9(1), 60–67. https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10148
Munir. (2017). Pembelajaran digital. Alfabeta.
Ningsih, A. G., Hai, K. A., Sanusi, A., Harianto, N., & Al-Rawafi, A. (2025). Reinventing Islamic education paradigms: A case study of IMTAK–IPTEK integration in the era of artificial intelligence. Indonesian Journal of Islamic Religious Education, 3(2), 209–224. https://doi.org/10.63243/injire.v3i2.07
Pribadi, B. A. (2020). Desain dan pengembangan program pelatihan berbasis kompetensi. Kencana.
Qowim, A. N., Afif, N., Mukhtarom, A., & Fauziah, E. (2024). Pendidikan karakter dalam era digital: Pengintegrasian nilai-nilai moral dalam kurikulum berbasis teknologi. Tadarus Tarbawy: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan, 6(1). https://doi.org/10.31000/jkip.v6i1.11512
Ramadhan, T. M. H., Dekar, M., & Widyastika, D. (2025). Penggunaan e-modul sains berbasis QISI (Qur’an Integration-Interconnection and Spiritual Intelligence) untuk meningkatkan kemampuan literasi sains digital. Jurnal Kajian Pendidikan IPA, 5(2), 118–129. https://doi.org/10.52434/jkpi.v5i2.42645
Rosalini, R., Efendi, E., & Zalnur, M. (2025). Integrasi berpikir ilmiah dan etika Islam untuk menguatkan budi pekerti siswa di era digital. Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam, 3(6), 245–258. https://doi.org/10.61132/jmpai.v3i6.1596
Rosikhoh, D., Abdussakir, A., & Harini, S. (2021). Pengembangan modul pembelajaran segitiga berbasis metakognisi dan integrasi. Jurnal Analisa, 7(1), 99–111. https://doi.org/10.15575/ja.v7i1.12104
Rusman. (2018). Model-model pembelajaran: Mengembangkan profesionalisme guru. Raja Grafindo Persada.
Sabariah, S. (2021). Manajemen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. EDUKATIF: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1), 116–122. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i1.1764
Sanjaya, W. (2015). Perencanaan dan desain sistem pembelajaran. Kencana.
Setyaningsih, A. Y., Nurlaeli, A., & Wahidin, W. (2026). Implementasi manajemen kurikulum terpadu untuk menunjang mutu prestasi santri di SMP Plus Arrusyda Cileungsi. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(3), 2189–2899. https://doi.org/10.51878/learning.v6i3.10765
Shaieba, H. Q., & Al-Ahqaf, M. I. (2025). Islam dan revolusi digital: Studi analisis terhadap fenomena artificial intelligence dalam perspektif pendidikan Islam. Proceeding of International Conference on Islamic Education (ICIED), 10(1), 1113. https://doi.org/10.18860/icied.v10i1.3744
Slameto. (2018). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.
Uyun, N., Miftakhussurur, M., Mafudin, M. M. H., & Arfiani, N. (2024). Harmonisasi pemikiran sains dan agama dalam pendidikan karakter. Islamic Studies Journal for Social Transformation, 8(1), 38–52. https://doi.org/10.28918/isjoust.v8i1.11633
Yuyung, A., Kamaruddin, S. A., Sinring, A., & Lutfi, L. (2024). Harmonization of science and ethics in creating learning oriented towards the improvement of student character. DIDAKTIKA: Jurnal Pemikiran Pendidikan, 30(2), 277. https://doi.org/10.30587/didaktika.v30i2.9007
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sry Meylaningsih, Maman Suryaman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.














