ANALISIS TEMATIK NILAI-NILAI ETIKA KOMUNIKASI DALAM AL- QUR’AN: TINJAUAN TERMINOLOGI QAWLAN SEBAGAI FONDASI ADAB BERBAHASA

Authors

  • Dariyanto Dariyanto Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Indonesia
  • Haris Hamdani Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Indonesia
  • Salman Faris Universitas PTIQ Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51878/academia.v6i3.11348

Keywords:

Etika Berbahasa, Analisis Tematik, Etika Komunikasi, Qawlan, Sosiolinguistik Qur’ani

Abstract

ABSTRACT

The increasing intensity of communication in digital spaces has not necessarily been accompanied by stronger linguistic ethics. The prevalence of impolite expressions, verbal conflicts, irresponsible information sharing, and declining sensitivity toward human dignity reflects a gap between communicative competence and moral awareness in language use. Against this backdrop, this study examines the concept of qawlan in the Qur’an to explore how the scripture provides an ethical foundation for communication that remains relevant to contemporary society. Employing a qualitative library research approach, the study analyzes Qur’anic verses containing the concept of qawlan as primary sources, supported by classical and contemporary exegetical literature, and further compares the findings with Robin Lakoff’s politeness theory and Joseph DeVito’s effective communication theory. The analysis reveals that qawlan sadīdan, qawlan ma‘rūfan, qawlan karīman, qawlan balīghan, qawlan maysūran, and qawlan layyinan constitute an integrated framework of communication ethics encompassing honesty, respect, propriety, effectiveness, empathy, and gentleness. These findings suggest that communication from a Qur’anic perspective is not merely directed toward successful message delivery but also toward character formation, the preservation of human dignity, and the cultivation of moral integrity and spiritual responsibility. Therefore, the concept of qawlan may be understood as a model of ethical communication that enriches contemporary communication discourse through the integration of social, moral, and spiritual dimensions within a unified conceptual framework.

ABSTRAK

Meningkatnya intensitas komunikasi di ruang digital tidak selalu diikuti oleh menguatnya etika berbahasa. Fenomena ujaran tidak santun, konflik verbal, penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab, serta melemahnya sensitivitas terhadap martabat orang lain menunjukkan adanya kesenjangan antara kemampuan berkomunikasi dan kesadaran moral dalam menggunakan bahasa. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini menelaah terminologi qawlan dalam Al-Qur’an untuk memahami bagaimana kitab suci tersebut membangun fondasi etika komunikasi yang relevan dengan kehidupan kontemporer. Kajian dilakukan melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan menempatkan ayat-ayat yang memuat konsep qawlan sebagai sumber utama, kemudian ditafsirkan melalui literatur tafsir dan dianalisis secara komparatif dengan teori kesantunan Robin Lakoff serta teori komunikasi efektif Joseph DeVito. Hasil analisis memperlihatkan bahwa qawlan sadīdan, ma‘rūfan, karīman, balīghan, maysūran, dan layyinan membentuk suatu sistem etika komunikasi yang mengintegrasikan kejujuran, penghormatan, kepantasan, efektivitas, empati, dan kelembutan dalam satu kesatuan nilai. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi dalam perspektif Al-Qur’an tidak hanya diarahkan pada keberhasilan penyampaian pesan, tetapi juga pada pembentukan karakter, perlindungan martabat manusia, serta penguatan integritas moral dan tanggung jawab spiritual. Oleh karena itu, konsep qawlan dapat dipahami sebagai model komunikasi beradab yang memperluas diskursus komunikasi modern melalui integrasi dimensi sosial, moral, dan spiritual secara utuh.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abakar, A. A. B., Kristiani, L. A., & Wulandari, A. (2025). Manajemen pendidikan karakter di era digital. Jurnal Syntax Admiration, 6(2), 1034–1042. https://www.jurnalsyntaxadmiration.com/index.php/jurnal/article/view/2103

Abas, A. D. S. (2025). Relevansi hadis tentang ghibah terhadap fenomena ujaran kebencian di media sosial: Analisis tematik dan etika digital Muslim. AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora, 4(1), 83–101. https://jurnal.iaih.ac.id/index.php/Ar-Rosyad/article/view/2007

Alfriani, R. D., Andriani, Y., Armadila, A., & Khairul, M. (2025). Quranic-based character education: Ethical communication in the digital era. Al-Kayyis: Journal of Islamic Education, 3(2), 97–104. http://ojs.stai-bls.ac.id/index.php/ajie/article/view/275

Fiki, F. O. P., & Ikhlas, N. (2025). Prinsip komunikasi Islam dalam Al-Qur’an: Antara habluminallah, habluminannas, dan dakwah. MANARUL ILMI: Journal of Islamic Studies, 1(2), 108–124. https://journal.manarulilmi.org/index.php/jis/article/view/186

Fitria, W., & Subakti, G. E. (2022). Era digital dalam perspektif Islam: Urgensi etika komunikasi umat beragama di Indonesia. Jurnal Penelitian Keislaman, 18(2), 143–157. https://doi.org/10.20414/jpk.v18i2.5196

Habibah, S. M. (2024). Building digital civility of Indonesian net citizens from a digital citizenship perspective. Digital Theory, Culture & Society, 2(2), 79–86. https://doi.org/10.61126/dtcs.v2i2.30

Halihasimi, H., Kholil, S., & Azhar, A. A. (2023). Efektivitas etika komunikasi digital Islam dalam pendidikan Islam di lingkungan Kementerian Agama Aceh Tengah. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12(04).

https://jurnal.staialhidayahbogor.ac.id/index.php/ei/article/view/5255

Handayani, N. A. T., & Jaya, C. K. (2024). Bentuk-bentuk etika komunikasi dakwah dalam perspektif Al-Qur’an. Journal of Da'wah, 3(2), 114–136. https://doi.org/10.32939/jd.v3i2.4364

Harrison, T., & Polizzi, G. (2022). (In)civility and adolescents’ moral decision making online: Drawing on moral theory to advance digital citizenship education. Education and Information Technologies, 27(3), 3277–3297. https://doi.org/10.1007/s10639-021-10710-0

Ibnu Katsir. (1999). Tafsir Ibnu Katsir (Vol. 1–10). Dar Tayyibah li al-Nashr wa al-Tawzi'.

Katsir, I. (2004). Tafsir Ibnu Katsir (Jilid 1–10). Pustaka Imam Asy-Syafi'i.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur'an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur'an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.

Lesmana, C. S., & Faridah, F. (2025). Penggunaan bahasa gaul generasi Z perspektif komunikasi Islam: Studi pada mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara. Jurnal Peurawi: Media Kajian Komunikasi Islam, 8(1), 97–118. https://comms.ar-raniry.ac.id/peurawi/article/view/181

Makmur, M. F. (2022). Adab berbicara dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahz?b (Tinjauan dalam Tafsir Al-Maraghi) (Doctoral dissertation, Institut Agama Islam Negeri [IAIN] Palopo). https://repository.uinpalopo.ac.id/id/eprint/5537/1/MARZUQ%20FADHIL%20MAKMUR.pdf

Microsoft. (2020, February 12). Digital civility at lowest level in 4 years, new Microsoft research shows. Microsoft News Center. https://news.microsoft.com/en-my/2020/02/12/digital-civility-at-lowest-level-in-4-years-new-microsoft-research-shows/

Muttaqin, A., & Nisa, Z. K. (2024). Komunikasi Qur’ani dalam sistem pengasuhan di Pondok Pesantren Darul Huda Wonodadi. SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies, 4(2), 99–105. https://doi.org/10.28926/sinda.v4i2.1529

Natal, N. A. S. M., Natal, R. S. H. S. M., Natal, D. D. S. M., & Natal, S. H. S. M. (n.d.). Islamic communication principles as a framework for cultural transformation: Ethical integration in contemporary social contexts. Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah. https://jurnalfuad.org/index.php/ishlah/article/view/458

Pohan, R. A. (2026). Perspektif Islam dalam teori komunikasi: Integrasi nilai-nilai dakwah dan etika: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(3), 20257–20263. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.5283

Purnama, S., & Sukarto, K. A. (2022). Penggunaan bahasa di media sosial ditinjau dari kesantunan berbahasa. Pujangga, 8(1), 71–88.

https://doi.org/10.47313/pujangga.v8i1.1655

Rahmah, A. Q. V., Salsabilah, N. R., & Sari, N. A. P. (2024). Pentingnya pengetahuan bahasa dan adab berinteraksi sosial menurut pandangan Islam. Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 3(3), 28–37.

https://maryamsejahtera.com/index.php/Religion/article/view/984

Safira, R. (2023). Dampak kemajuan teknologi pada pendidikan bahasa Indonesia. Student Scientific Creativity Journal, 1(3), 54–62. https://doi.org/10.55606/sscj-amik.v1i3.1329

Salsabella, F., Khatimah, H., Farhan, M., Rahman, K. S. N., Marlindawati, L., & Rohainy, N. A. (2023). Kesantunan berbahasa menurut pandangan Islam. Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 2(2), 38–47.

https://maryamsejahtera.com/index.php/Religion/article/view/62

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Misbah: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur'an (Vol. 1–15). Lentera Hati.

Shihab, M. Q. (2012). Tafsir Al-Misbah: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur'an. Lentera Hati.

Sudarja, K. (2025). Fenonema kekerasan verbal di era digital sebagai faktor penurunan kesantunan pada remaja. ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 8(2), 307–317. https://doi.org/10.33503/alfabeta.v8i2.2188

Susanto, L., Wijanarko, M. I., Pratama, P. A., Hong, T., Idris, I., Aji, A. F., & Wijaya, D. (2024). IndoToxic2024: A demographically-enriched dataset of hate speech and toxicity types for Indonesian language. arXiv. https://arxiv.org/abs/2406.19349

Syauqi, M. H. A., & Nurrohim, A. (2026). Tafsir qaulan sadidan dan fenomena hate speech: Relevansi Surah Al-A?z?b: 70 dalam etika komunikasi Qur’ani. Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam, 7(1), 389–400. https://ejournal.iaifa.ac.id/index.php/takwiluna/article/view/3198

Taufiq, M., Maliki, D. O., Maldini, A. S., Ekamartha, K. N., Saputra, K. N. C., Ahmad, S. H., ... & Sholihatin, E. (2023). Pentingnya etika berbahasa sebagai upaya pencegahan kasus kejahatan berbahasa di media digital. Bureaucracy Journal: Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance, 3(2), 2116–2125.

https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/3541781

Zahriyanti. (2023). Konsep etika berbahasa dan komunikasi qaulan sadida sebagai langkah pencegahan bullying verbal dalam pandangan Islam. Lentera: Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya, 7(3), 41–46. https://doi.org/10.51179/ltr2.v7i3.2146

Zaki, R., & Dawami, D. (2025). Komunikasi Rasulullah dalam pendidikan. Jurnal Alqolam, 9(1), 15–34. https://jurnal.staihwduri.ac.id/index.php/alqolam/article/view/4798/0

Zulkarnain, M. F., Hilalludin, H., & Haironi, A. (2024). Prinsip kesantunan berbahasa dalam komunikasi siswa di sekolah. Dinamika Pembelajaran: Jurnal Pendidikan dan Bahasa, 1(3), 117–125. https://doi.org/10.62383/dilan.v1i3.457

Downloads

Published

2026-06-13

How to Cite

Dariyanto, D., Hamdani, H., & Faris, S. (2026). ANALISIS TEMATIK NILAI-NILAI ETIKA KOMUNIKASI DALAM AL- QUR’AN: TINJAUAN TERMINOLOGI QAWLAN SEBAGAI FONDASI ADAB BERBAHASA. ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 6(3), 959–970. https://doi.org/10.51878/academia.v6i3.11348

Issue

Section

Articles