INTIMATE FRIENDSHIP SEBAGAI SARANA MENANGGULANGI TOXIC CULTURE DI KALANGAN SISWA SMA NEGERI 2 PALANGKA RAYA
DOI:
https://doi.org/10.51878/academia.v6i3.11136Keywords:
Intimate Friendship, Toxic Culture, Hubungan Sosial Siswa, Lingkungan SekolahAbstract
ABSTRACT
This study was conducted in response to the increasing prevalence of toxic culture among school adolescents, characterized by the use of harsh language, mocking, body shaming, social exclusion, and the spread of gossip through social media. These conditions have an impact on students’ mental health and social relationships within the school environment. This study aims to analyze the forms of negative social interaction culture (toxic culture) among students, including bullying behavior, social discrimination, aggressive communication, and exclusion in social relationships, as well as to examine the role of intimate friendship in reducing such behavior at SMA Negeri 2 Palangka Raya. This study employed a descriptive qualitative approach with a field research design. The research subjects consisted of students from classes XI (3), XI (4), and an Islamic Religious Education teacher. Data were collected through observation, semi structured interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that toxic culture among students appeared in the form of harsh language, mocking, body shaming, social media insinuations, and exclusion within friendship groups. The study also found that intimate friendship plays a role in reducing such behavior through mutual trust, empathy, openness, and emotional support among peers, thereby creating more positive and harmonious social relationships within the school environment. Therefore, intimate friendship can serve as a preventive means in overcoming toxic culture and supporting the creation of a more comfortable and harmonious school environment.
ABSTRAK
Penelitian ini berangkat dari maraknya perilaku toxic culture di kalangan remaja sekolah yang ditandai dengan penggunaan bahasa kasar, saling mengejek, body shaming, pengucilan sosial, serta penyebaran gosip melalui media sosial. Kondisi tersebut berdampak terhadap kesehatan mental dan hubungan sosial siswa di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk budaya interaksi sosial negatif (toxic culture) di kalangan siswa, yang mencakup perilaku perundungan, diskriminasi sosial, komunikasi agresif, dan pengucilan dalam pergaulan, serta mengkaji peran intimate friendship dalam mengurangi perilaku tersebut di SMA Negeri 2 Palangka Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas XI (3), XI (4), dan guru Pendidikan Agama Islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toxic culture di kalangan siswa muncul dalam bentuk penggunaan bahasa kasar, saling mengejek, body shaming, sindiran di media sosial, dan pengucilan dalam kelompok pertemanan. Penelitian ini menemukan bahwa intimate friendship berperan dalam mengurangi perilaku tersebut melalui sikap saling percaya, empati, keterbukaan, serta dukungan emosional antarteman sehingga tercipta hubungan sosial yang lebih positif dan harmonis di lingkungan sekolah. Dengan demikian, intimate friendship dapat menjadi sarana preventif dalam menanggulangi toxic culture serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih nyaman dan harmonis.
Downloads
References
Awwaliyah, F., Isti’adah, F. N., & Muhajirin, M. (2024). Pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap kesejahteraan psikologis (psychological well-being) remaja di SMKN 4 Tasikmalaya. Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi, 5(1). https://doi.org/10.56185/jubikops.v5i1.909
Fahimah, S. (2022). Konsep Pendidikan Era Medsos: Analisis Dimensi Hifdz Din Menurut Luqman Al-Hakim Dengan Pendekatan Maqasidi. MAGHZA: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 7(1), 80-102. https://doi.org/10.24090/maghza.v7i1.6441
Febriani, S., Candra, I., & Nastasia, K. (2021). Hubungan antara intimate friendship dengan self disclosure pada siswa kelas XI SMA N 4 Kota Padang pengguna media sosial Instagram. Psyche 165 Journal, 14(2), 130–138. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v14i2.27
Hafizoh, H., Febriani, R., & Rifandi, A. (2023). Peranan Need to Belong terhadap Hubungan Interpersonal pada Remaja. Jurnal Ilmiah Psikomuda (JIPM) Connectedness, 3(2), 81–90. Retrieved from https://e-journal.unimudasorong.ac.id/index.php/jipmc/article/view/1282
I Gusti, A. (2024). Gambaran kualitas persahabatan pada remaja di Bali. Jurnal Psikologi Mandala, 8(2), 13–22. https://doi.org/10.36002/jpm.v8i2.3261
Jonathan, A., & Alfando, F. (2022). Teman dan Persoalan Hubungan Toxic Dalam Pandangan Etika Persahabatan Aristoteles. Praxis: Jurnal Filsafat Terapan, 1(1), 45–58. https://journal.forikami.com/index.php/praxis/article/view/44
Khanif, R., Muslimah, M., & Ahmadi. (2021). Urgensi pengelolaan keluarga sebagai madrasatul’ula dalam meminimalisir dekadensi moral generasi muda masa kini. Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan, 1(2), 103–112. http://ejournal.stit-alquraniyah.ac.id/index.php/jpia/?
Maharani, D. S., Nasichah, Hanifa, A., & Hilalludin, M. H. (2023). Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan penyesuaian diri pada remaja. Jurnal Ilmu Sosial Humaniora dan Seni, 2(2), 46–52. https://doi.org/10.62379/jishs.v2i2.1260
Mawaddah, U., Riyani, W. I., Kumala, R., & Fawaid. (2024). Isu-isu psikologi pendidikan Islam kontemporer. Dalam M. Kalida (Ed.), Isu-isu psikologi pendidikan Islam kontemporer (bunga rampai). Yasuka Inspira Media.
Mufidha, A. (2021). Dukungan sosial teman sebaya sebagai prediktor psychological well-being pada remaja. Acta Psychologia, 1(1), 34–42. https://doi.org/10.21831/ap.v1i1.43306
Nihayah, U., Winata, A. V, P., & Yulianti, T. (2021). Penerimaan diri korban toxic relationship dalam menumbuhkan kesehatan mental. Ghaidan: JurnalBimbingan Konseling Islam Dan Kemasyarakatan, 5(2), 48–55. https://doi.org/10.19109/ghaidan.v5i2.10567
Prasety, F. D. (2024). Mengenal Perilaku Toxic Relationship dan Dampak pada Kesehatan Mental dan Fisik. INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling, 13(1), 1-5. https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/insight/article/view/42241
Putri, F. S., Fauziyyah, H., Dewi, D. A., & Furnamasari, Y. F. (2021). Implementasi sikap sopan santun terhadap karakter dan tata krama siswa sekolah dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(6), 4987-4994. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i6.1616
Rofiah, C., & Bungin, B. (2021). Qualitative methods: Simple research with triangulation theory design. Develop, 5(1), 18-28. https://www.academia.edu/download/74867239/1553.pdf
Sarifah, S., Surawan, & Ningsih, S. H. (2025). Membangun efikasi diri melalui intimate friendship dikalangan mahasiswa PAI IAIN Palangka Raya. Man-Ana: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(1), 45-54. https://doi.org/10.58326/man.v2i1.309
Setiyowati, A. J., Bariyyah, K., Probowati, D., Pratiwi, A. S., & Rahmawati, S. (2024). Project-based learning sebagai upaya pencegahan perundungan dan toxic relationship di sekolah menengah pertama. Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 24(2), 19-27. https://doi.org/10.24036/sb.05570
Suhendar, R. D. (2020). Faktor-faktor penyebab perilaku bullying siswa di SMK triguna utama ciputat tangerang selatan. EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 8(2), 177-184. https://doi.org/10.15408/empati.v8i2.14684
Syafitri, N. N., Islamia, I., & Syafrimen, S. (2021). Hubungan Intimate Friendship Dan Motif Diversi Dengan Pengungkapan Diri Pada Mahasiswa Pengguna Instagram. ANFUSINA: Journal of Psychology, 4(2), 153-164. https://doi.org/10.24042/ajp.v4i2.13984
Tampubolon, C. A. (2023). Gambaran intimasi pertemanan (intimate friendship) pada dewasa awal [Skripsi Sarjana, Universitas Sriwijaya]. Repository Universitas Sriwijaya. https://repository.unsri.ac.id/101185/
Vricillya, P. (2021). Hubungan antara kualitas persahabatan dengan keterlibatan belajar [Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung]. Repository UIN Raden Intan Lampung. https://repository.radenintan.ac.id/16086/
Wibowo, M. W. (2022). Pengaruh attachment pada orang tua dan social support teman sebaya terhadap kesejahteraan psikologis remaja di SMAN Mojoagung. Research and Development Journal of Education, 1(1), 1–12. https://www.ejournalbu.unigamalang.ac.id/index.php/RDOS/article/view/650
Zahro, F., Zuhro’Fitriana, A. Q., & Bisri, M. K. (2025). Pengaruh Pertemanan “Toxic” terhadap Kesejahteraan Psikologis dan Perkembangan Sosial Remaja SMA. Complex: Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional, 2(2), 153-159. https://doi.org/10.66341/complex.v2i2.146
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Waode Gusti Rusliana, Muslimah Muslimah, Surawan Surawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.














