DIALEKTIKA NILAI PENDIDIKAN ISLAM DAN MODERNITAS DALAM KONSTRUKSI GENDER PADA ORGANISASI MAHASISWA ISLAM

Authors

  • Bq Ditia Widari Universitas Islam Negeri Mataram
  • Ahmad Sulhan Universitas Islam Negeri Mataram
  • Mira Mareta Universitas Islam Negeri Mataram
  • Maimun Maimun Universitas Islam Negeri Mataram
  • M. Sobry Universitas Islam Negeri Mataram
  • Hilmiati Hilmiati Universitas Islam Negeri Mataram

DOI:

https://doi.org/10.51878/academia.v6i2.11116

Keywords:

Pendidikan Islam, Modernitas, Konstruksi Gender

Abstract

ABSTRACT

This study is motivated by the paradox between the normative commitment of Islamic student organizations to gender equality and organizational social practices that still demonstrate gender bias tendencies. The study aims to analyze the dialectic between Islamic educational values and modernity in shaping gender construction within the Indonesian Islamic Student Movement (PMII) at UIN Mataram. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies involving PMII administrators and members. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana through data condensation, data display, conclusion drawing, and verification. The findings reveal that PMII serves as a dialectical space that integrates Islamic educational values and modernity within its cadre system, organizational culture, and leadership practices. Aswaja values such as tawazun, tasamuh, ta’adul, and i’tidal form the basis for developing a contextual and moderate understanding of gender. Modernity is reflected through critical culture, gender education, meritocracy, and the strengthening of women’s intellectual capacities. However, patriarchal culture still influences organizational social practices, particularly in stereotypes toward women’s leadership, gender-biased division of labor, and the low participation of women in strategic organizational spaces. The study concludes that gender construction in PMII is formed through a dynamic negotiation process between Islamic educational values and modernity, resulting in a dialogical, moderate, and evolving understanding of gender.


ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya paradoks antara komitmen normatif organisasi mahasiswa Islam terhadap kesetaraan gender dengan praktik sosial organisasi yang masih menunjukkan kecenderungan bias gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis dialektika nilai pendidikan Islam dan modernitas dalam membentuk konstruksi gender pada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di UIN Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap pengurus serta kader PMII. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, penarikan simpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMII menjadi ruang dialektik yang mempertemukan nilai pendidikan Islam dan modernitas dalam sistem kaderisasi, budaya organisasi, dan praktik kepemimpinan kader. Nilai-nilai Aswaja seperti tawazun, tasamuh, ta’adul, dan i’tidal menjadi landasan dalam membangun pemahaman gender yang moderat dan kontekstual. Modernitas tercermin melalui budaya kritis, pendidikan gender, meritokrasi, dan penguatan kapasitas intelektual perempuan. Namun, budaya patriarki masih memengaruhi praktik sosial organisasi, terutama dalam stereotip kepemimpinan perempuan, pembagian kerja berbasis gender, dan rendahnya partisipasi perempuan dalam ruang strategis organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konstruksi gender di PMII terbentuk melalui proses negosiasi dinamis antara nilai pendidikan Islam dan modernitas sehingga menghasilkan pemahaman gender yang dialogis, moderat, dan terus berkembang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akhyar, M., & Kosim, M. (2024). Gagasan pembaharuan pendidikan Islam berkemajuan perspektif KH Ahmad Dahlan. Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman, 12(1), 1–19. https://doi.org/10.52185/kariman.v12i1.379

Alfaridzih, A., Santoso, K. H., & Yudestira, R. E. (2026). Penguatan kesetaraan gender berbasis nilai musawah dalam organisasi UKM Pencak Silat Pagar Nusa UIN Malang. Cipta Karsa: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 44–55.

https://journal.pustakalokapedia.com/index.php/ciptakarsa/article/view/12

Ajrin, M., Mutmainnah, N., & Firmanto, T. (2026). Dialektika hukum Islam dan modernitas global: Studi historis terhadap perkembangannya di Indonesia. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 3324–3334. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3625

Dayusman, E. A., & Nazaruddin, N. (2025). Paradigma pendidikan Islam kontemporer: Reinterpretasi tujuan, kurikulum, dan relevansi sosial. Ahd?f: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 1–10. https://journal.uinsuna.ac.id/index.php/AHDAF/article/view/5044

Dzulqarnain, M. F., & Syihabuddin, M. Y. (2026). Konstruksi sosial gender di lingkungan kampus: Analisis persepsi mahasiswa terhadap kesetaraan gender. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 5(1), 7677–7685.

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7112

Fahmi, M. (2025). Analisis pengaruh kepemimpinan perempuan terhadap kinerja anggota organisasi kemahasiswaan (Studi kasus pada BEM STITNU Al-Mahsuni Lombok Timur). At-Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(1), 70–80. https://doi.org/10.51700/attadbir.v5i1.920

Hakim, L. N., Prayoga, R. A., Ganti, M., Sabarisman, M., & Hidayatulloh, A. N. (2023). Kesejahteraan semu dalam dialektika perilaku bunuh diri di Kabupaten Gunung Kidul: Tinjauan sosial psikologis. Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, 12(2).

https://ejournal.kemensos.go.id/index.php/jsk/en/article/view/3235

Hendra, M., & Hakim, N. (2023). Kesetaraan gender dalam perspektif hukum Islam. The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 4(1), 57–76.

https://doi.org/10.51675/jaksya.v4i1.293

Heriyudanta, M. (2022). Model modernisasi pendidikan Islam di Indonesia. Southeast Asian Journal of Islamic Education Management, 3(2), 189–202.

https://doi.org/10.21154/sajiem.v3i2.100

Irawan, P. S., Agustian, F. D., & Lestarikan, D. P. (2024). Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesenjangan gender dalam akses dan partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia. Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik, 2(1), 493–500. https://doi.org/10.62379/txqgtk97

Iryani, J., & Syam, N. (2023). Peran media sosial dalam menyebarkan pesan agama dan perubahan sosial. Pusaka, 11(2), 359–372.

https://journal.blamakassar.com/pusaka/article/view/1242

Kurniawan, M. A. (2024). Islam dan modernitas: Menelusuri hubungan antara tradisi dan inovasi. Al-Akmal: Jurnal Studi Islam, 3(2), 28–42. https://doi.org/10.47902/al-akmal.v3i6.335

Leovani, E., Ismadi, F. H., & Terenggana, C. A. (2023). Ketidaksetaraan gender di tempat kerja: Tinjauan mengenai proses dan praktik dalam organisasi. Analisis, 13(2), 303–319. https://doi.org/10.37478/als.v13i2.3118

Lutfiyah, L., & Diyanah, L. (2022). Kepemimpinan perempuan dalam Al-Qur’an: Kajian tafsir tematik. Al Furqan: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 5(2), 270–287. https://doi.org/10.58518/alfurqon.v5i2.1399

Rani, S. (2023). Transformasi komunikasi dakwah dalam era digital: Peluang dan tantangan dalam pendidikan Islam kontemporer. Al-Mikraj Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 4(1), 207–216. https://doi.org/10.37680/almikraj.v4i1.3513

Rivaldy, M. D., & Yulifar, L. (2025). Tradition and modernity: An ethnographic study of the adaptation of the Ciptagelar traditional village community in the era of globalization. Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora, 9(3), 863–871. https://ejournal.unibabwi.ac.id/index.php/santhet/article/view/5400

Rivaldy, N., Tihami, T., & Gunawan, A. (2024). Peran modal sosial dalam mencapai perubahan sosial di lembaga pendidikan Islam. Tarbiyatuna Kajian Pendidikan Islam, 8(1), 21–39. https://doi.org/10.69552/tarbiyatuna.v8i1.2093

Saputra, H. P. (2023). Peran agen dan struktur dalam kerjasama pengurangan risiko bencana antardesa berbasis kawasan. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 12(2), 367–380. https://doi.org/10.23887/jish.v12i2.64401

Sidiq, Y. H., & Erihadiana, M. (2022). Gender dalam pandangan Islam. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(3), 875–882. https://doi.org/10.54371/jiip.v5i3.502

Sudirman, F. A., & Susilawaty, F. T. (2022). Kesetaraan gender dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs): Suatu review literatur sistematis. Journal Publicuho, 5(4), 995–1010. https://doi.org/10.35817/publicuho.v5i4.41

Syahrizan, M., & Siregar, A. H. (2024). Budaya patriarki dalam rumah tangga menurut perspektif hukum Islam. Bertuah Jurnal Syariah Dan Ekonomi Islam, 5(1), 118–131. https://doi.org/10.56633/jsie.v5i1.787

Zuhriansyah, M., Aziz, J. A., & Han, M. I. (2025). Modernisasi pendidikan perspektif Azyumardi Azra dan aplikasinya dalam pendidikan Islam. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 45–66. https://doi.org/10.61104/ihsan.v3i2.884

Downloads

Published

2026-05-19

How to Cite

Ditia Widari, B., Sulhan, A., Mareta, M., Maimun, M., Sobry, M., & Hilmiati, H. (2026). DIALEKTIKA NILAI PENDIDIKAN ISLAM DAN MODERNITAS DALAM KONSTRUKSI GENDER PADA ORGANISASI MAHASISWA ISLAM. ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 6(2), 480–489. https://doi.org/10.51878/academia.v6i2.11116

Issue

Section

Articles