DESENTRALISASI KEKUASAAN DAN KEBERLANJUTAN PERADABAN: STUDI HISTORIOGRAFIS ATAS DINASTI-DINASTI ISLAM TIMUR

Authors

  • Azzahra Sindhi Latifa UIN Raden Mas Said Surakarta
  • Hamim Sirojuddin Al Manshur UIN Raden Mas Said Surakarta
  • Fina Thazha Eka Sari UIN Raden Mas Said Surakarta
  • Arifah Nur Imamma UIN Raden Mas Said Surakarta
  • Aginra Falah Istiqomah UIN Raden Mas Said Surakarta
  • Hakiman Hakiman UIN Raden Mas Said Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.51878/academia.v5i4.10257

Keywords:

Pasca-Abbasiyah, Desentralisasi, Dinasti Regional, Transformasi Politik, Peradaban Islam Timur

Abstract

ABSTRACT

The post-Abbasid period is often framed as a phase of decline due to the weakening of political authority in Baghdad. However, this perspective does not fully capture the dynamics in the eastern regions, which in fact experienced significant developments across various domains. This study aims to examine the role of political decentralization as a transformative mechanism that sustained the continuity of Islamic civilization during this period. It employs a qualitative approach based on library research, utilizing a historiographical-critical analysis of recent academic sources. The focus is placed on the dynamics of regional dynasties in the eastern Islamic world that contributed to changes in political, intellectual, and cultural structures. The findings indicate that the decline of central authority did not lead to stagnation, but instead facilitated the emergence of new centers that were active in advancing knowledge, economic activity, and religious life. Decentralization enabled a balance between political authority and religious legitimacy, while also expanding intellectual networks through local patronage and cultural adaptation. These findings suggest that the post-Abbasid period is more appropriately understood as a phase of adaptive transformation, characterized by the restructuring of power, diversification of civilizational centers, and socio-cultural integration. Accordingly, this study contributes to strengthening a resilience perspective in Islamic historiography, emphasizing continuity rather than decline.

ABSTRAK

Periode pasca-kejayaan Abbasiyah sering diposisikan sebagai fase kemunduran akibat meredupnya otoritas politik di Baghdad. Perspektif tersebut belum sepenuhnya menjelaskan dinamika di kawasan Timur yang justru menunjukkan perkembangan signifikan dalam berbagai bidang. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran desentralisasi kekuasaan sebagai mekanisme transformasi yang menopang keberlanjutan peradaban Islam pada periode tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis historiographical-critical terhadap berbagai sumber akademik mutakhir. Fokus kajian diarahkan pada dinamika dinasti-dinasti regional di kawasan Timur yang berkontribusi dalam perubahan struktur politik, intelektual, dan kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melemahnya pusat kekuasaan tidak mengakibatkan stagnasi, melainkan mendorong lahirnya pusat-pusat baru yang aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, ekonomi, dan praktik keagamaan. Desentralisasi memungkinkan terbentuknya keseimbangan antara otoritas politik dan legitimasi religius, sekaligus memperluas jaringan keilmuan melalui patronase lokal dan adaptasi budaya. Temuan ini menegaskan bahwa periode pasca-Abbasiyah lebih tepat dipahami sebagai fase adaptive transformation yang ditandai oleh restrukturisasi kekuasaan, diversifikasi pusat peradaban, dan integrasi sosial-budaya. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat perspektif resilience dalam historiografi Islam yang menekankan kesinambungan, bukan kemunduran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Farouqy, A. M. (2021). Peradaban Islam pada masa dinasti-dinasti kecil di Timur Baghdad. Rihlah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan, 9(1), 41–57. https://doi.org/10.24252/rihlah.v9i1.18664

Amin, S. M. (2024). Sejarah peradaban Islam. Amzah.

https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=bM0cEQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=Kebangkitan+intelektual+dinasti+Samanid&ots=52Syo2W_St&sig=3jRpxeMbj_HCVWsrFYlDWogLlRs&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false

Andhika, M. R., Hamdi, S., Jailani, J., Suroto, S., Ajidan, A., & Syahputra, R. (2024). Ulama, madrasah dan legitimasi kekuasaan: Dinamika otoritas keilmuan dalam sejarah Islam. Moderation: Journal of Religious Harmony, 1(2), 63–78. https://journal.uinsuna.ac.id/index.php/moderation/article/view/4833

Ansori, F. M. (2022). Mongol invasion of Transoxiana 1219–1221 AD. El Tarikh: Journal of History, Culture and Islamic Civilization, 3(1), 17–30. https://doi.org/10.24042/jhcc.v3i1.11415

Basri, M., Fadillah, A. P., Juwita, F. S., & Zannah, M. (2024). Serangan Timur Lenk pada masa sejarah kemunduran peradaban Islam. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, 2(1), 26–32. https://journal.politeknik-pratama.ac.id/index.php/Pendekar/article/view/559

Dani, P. R., & Mansur, A. (2025). Perkembangan ilmu di dunia Islam klasik (Abbasiyah). Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO), 2(1), 452–458. https://doi.org/10.62567/micjo.v2i1.431

Elvan, N. A., Samad, D., & Zulheldi, Z. (2024). Sejarah pendidikan Islam dari klasik, pertengahan, dan modern. QOUBA: Jurnal Pendidikan, 1(2), 130–140. https://www.neliti.com/publications/588085/sejarah-pendidikan-islam-dari-klasik-pertengahan-dan-modern

Fauzan, E. H., & Setiawan, A. M. (2022). Lahirnya tiga kerajaan besar Islam pada abad pertengahan (1250–1800 M). El Tarikh, 3(1), 57–76. https://doi.org/10.56799/jim.v4i1.6601

Fitriani, O. N., Mutmainnah, S., Nurjannah, O. V., & Abbas, N. (2024). Dominasi keluarga Barmaki, Buwaihi, dan Saljuki dalam dinamika politik Abbasiyah. SETYAKI: Jurnal Studi Keagamaan Islam, 2(4), 48–59. https://doi.org/10.59966/setyaki.v2i4.1232

Istaurina, A. (2025). Studi komparatif politik Islam: Legitimasi kekuasaan dan negara dari khilafah klasik hingga modernitas sekuler. At-Tafakur: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum, 2(1), 1–15. https://journal.staiza.ac.id/index.php/At-Tafakur/article/view/29

Maghfirah, M., & Syahrial, R. M. (2024). Dari pengungsian ke kejayaan: Diskursus dinasti Umayyah II dan dampak transformasinya di Andalusia pada abad pertengahan. Batuthah: Jurnal Sejarah Padaban Islam, 3(2), 131–146. https://doi.org/10.38073/batuthah.v3i2.1611

Mudzakkir, A., Naro, W., & Yahdi, M. (2024). Sejarah pendidikan Islam: Karakter pendidikan Islam klasik & modern. Indonesian Journal of Islamic Educational Review, 1(3), 176–186. https://doi.org/10.58230/ijier.v1i3.268

Muflih, M. D., Iftironi, M., Lathifah, H. N., Waraprada, S. N., Thoriq, M. A., & Fauziah, I. Y. (2024). Resiliensi konsep Islam pada Kampung Kauman Yogyakarta. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/54486

Mukaromah, L. A. (2020). Perkembangan ekonomi Islam era klasik (Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah). At-Tuhfah: Jurnal Studi Keislaman, 9(2). https://repository.unugiri.ac.id:8443/id/eprint/4815/

Prasetyo, M. T. (2023). Islam dan transformasi budaya lokal di Indonesia. Batuthah: Jurnal Sejarah Padaban Islam, 2(2), 150–162. https://doi.org/10.38073/batuthah.v2i2.1107

Saidina, M. F. (2025). Perkembangan peradaban Islam dalam perspektif sosial budaya. Nizamiyah: Jurnal Sains, Sosial dan Multidisiplin, 1(2), 130–143. https://doi.org/10.64691/nizamiyah.v1i2.44

Sarifudin, H. A., Irsyadi, H., & Abbas, N. (2024). Transformasi peradaban dinasti Abbasiyah perspektif sejarah kebudayaan Islam. Akhlaqul Karimah: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(2), 98–112. https://doi.org/10.58353/jak.v3i2.222

Simamora, I. M. (2025). Kemajuan dan kemunduran filsafat dan sains dalam peradaban Islam: Analisis epistemologis dan sosio-politik. Inklusi: Jurnal Pendidikan Islam dan Filsafat, 2(1), 24–33. https://glonus.org/index.php/inklusi/article/view/333

Sudirman, S. (2020). Hubungan negara dan agama dalam pandangan Islam kontemporer. SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 2(1), 23–38. https://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/scholastica/article/view/649

Usman, Z. A., & bin Abdullah, U. (2025). Dari syura ke monarki: Perubahan sistem pemerintahan dalam sejarah politik Islam klasik. Journal of Social Studies Research, 3(1), 124–139. https://doi.org/10.33059/jssr.v3i1.12615

Wulandari, R., Febriyanti, N., Hermalisa, H., Audiska, N., Putri, I. F., Desfika, T., & Fuadi, S. (2025). Sejarah dan peran dinasti Abbasiyyah antara tahun 750 hingga 1258 M dalam peradaban Islam. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, 3(4), 134–145. https://doi.org/10.61132/jbpai.v3i4.1373

Zamzam, R., & Alawi, S. A. (2024). Sistem pemerintahan desentralisasi: Studi atas penyebab keruntuhan Daulah Abbasiyah. Shaf: Jurnal Sejarah, Pemikiran dan Tasawuf, 1(2), 1–12. https://doi.org/10.59548/js.v1i2.119

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Latifa, A. S., Manshur, H. S. A., Sari, F. T. E., Imamma, A. N., Istiqomah, A. F., & Hakiman, H. (2025). DESENTRALISASI KEKUASAAN DAN KEBERLANJUTAN PERADABAN: STUDI HISTORIOGRAFIS ATAS DINASTI-DINASTI ISLAM TIMUR. ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 5(4), 551–560. https://doi.org/10.51878/academia.v5i4.10257

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)