PROBLEMATIKA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI UNIVERSITAS MERANGIN
DOI:
https://doi.org/10.51878/teaching.v5i2.6213Keywords:
Pendidikan Agama Islam, Perguruan Tinggi Umum, Moderasi Beragama, Islamisasi PengetahuanAbstract
Islamic Religious Education (PAI) in Public Universities (PTU) has a strategic role in shaping the character of students who are moderate, religious, and moral. However, in practice, the implementation of PAI still faces various challenges that cause discrepancies between the ideal curriculum and factual implementation in the field. This study aims to examine the curriculum structure, integration of religious moderation values, challenges in developing teaching materials, and the perceptions of lecturers and students regarding the effectiveness of PAI learning at Merangin University. The method used is a qualitative approach with case studies, through observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study show that although the curriculum has referred to PMA No. 33 of 2021, its implementation is still textual, rigid, and has minimal contextualization. The learning method is dominated by lectures, teaching materials tend to be normative, and have not been effectively integrated with other disciplines. The Islamization of knowledge and the value of moderation have not been fully internalized in the learning process. Lecturers face pedagogical limitations, and students lack critical and creative space. This study recommends strengthening lecturer competencies, developing contextual teaching materials, and integrating Islamic values ??with contemporary science as strategies for renewing Islamic Religious Education at PTU.
ABSTRAK
Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang moderat, religius, dan berakhlak. Namun dalam praktiknya, pelaksanaan PAI masih menghadapi berbagai tantangan yang menyebabkan terjadinya diskrepansi antara kurikulum ideal dan implementasi faktual di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur kurikulum, integrasi nilai-nilai moderasi beragama, tantangan pengembangan bahan ajar, serta persepsi dosen dan mahasiswa terhadap efektivitas pembelajaran PAI di Universitas Merangin. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kurikulum telah merujuk pada PMA No. 33 Tahun 2021, implementasinya masih bersifat tekstual, kaku, dan minim kontekstualisasi. Metode pembelajaran didominasi ceramah, bahan ajar cenderung normatif, serta belum terintegrasi dengan disiplin ilmu lain secara efektif. Islamisasi pengetahuan dan nilai moderasi belum diinternalisasi secara utuh dalam proses pembelajaran. Dosen menghadapi keterbatasan pedagogik, dan mahasiswa kurang mendapat ruang kritis dan kreatif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi dosen, pengembangan bahan ajar kontekstual, serta integrasi nilai keislaman dengan keilmuan kontemporer sebagai strategi pembaruan PAI di PTU.
Downloads
References
Amin, R. (2012). Sistem pembelajaran PAI di Perguruan Tinggi Umum. Deepublish.
Aprianti, A., et al. (2024). Integrasi pendidikan karakter ke dalam kurikulum Pendidikan Islam: Strategi dan hasil. Deleted Journal, 2(6), 1. https://doi.org/10.61132/jbpai.v1i6.579
Aziz, A., et al. (2024). The relevance of the value of religious moderation in the world of contemporary Indonesian Islamic education. AJIS: Academic Journal of Islamic Studies, 9(1), 189. https://doi.org/10.29240/ajis.v9i1.9024
Baharun, H., et al. (2017). Pengembangan kurikulum: Teori dan praktik konsep, prinsip, model, pendekatan dan langkah-langkah pengembangan kurikulum PAI. Pustaka Nurja.
Darodjat, W. (2015). Model evaluasi program pendidikan. Islamadina, 14(1), 1-28.
Fitri, A. (2018). Pendidikan karakter prespektif Al-Quran Hadits. Ta’lim: Jurnal Studi Pendidikan Islam, 1(2), 1-2.
Fitriya, I. (2020). Menumbuhkan sikap karakteristik Islam dalam dunia pendidikan pesantren maupun di luar pendidikan pesantren di Indonesia. Jurnal Tasyri', 27(1).
Hamalik, O. (2003). Manajemen belajar di perguruan tinggi: Pendekatan sistem kredit semester (SKS). Sinar Baru Algesindo.
Hidayat, T., & Asyafah, A. (2019). Konsep dasar evaluasi dan implikasinya dalam evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 159. https://doi.org/10.24042/atjpi.v10i1.3729
Jamin, A., et al. (2021). The implementation of the character education strengthening (PPK) movement in the junior high schools (SMPN) Kerinci Regency. AJIS: Academic Journal of Islamic Studies, 6(1), 117. https://doi.org/10.29240/ajis.v6i1.2840
Kementerian Agama RI. (2021). Peraturan Menteri Agama Nomor 33 Tahun 2021 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum.
Miftahuddin. (2020). Pengembangan kurikulum pendidikan Islam: Teoretis dan praktis. The Mahfud Ridwan Institute.
Muhaimin. (2005). Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam di sekolah, madrasah dan perguruan tinggi. Raja Grafindo Persada.
Muhibbin, Z. (2012). PAI: Membangun karakter madani. ITS Press.
Munip, A. (2008). Perkuliahan Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi negeri. Jurnal Pendidikan Islam, 5(1), 23-24.
Muzakki, A. (2020). Moderasi beragama: Konsep dan praktik. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 120-134.
Nuriyanti, R., & Gumelar, A. (2021). The influence of finger puppet media on students’ high level of thinking ability in elementary school. Social Humanities and Educational Studies (SHEs) Conference Series, 4(1), 103. https://doi.org/10.20961/shes.v4i1.48581
Romlah, S., & Rusdi, R. (2023). Pendidikan agama Islam sebagai pilar pembentukan moral dan etika. Al-Ibrah: Jurnal Pendidikan Dan Keilmuan Islam, 8(1), 67. https://doi.org/10.61815/alibrah.v8i1.249
Safiqo, T. (2020). Pendidikan afektif dan penerapannya dalam pembelajaran di sekolah. Jurnal Tasyri', 27(2).
Saidah, N. (2007). Pendidikan Agama Islam, problem dan tantangannya sebagai komponen Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). Jurnal Pendidikan Agama Islam, IV(1).
Sinarsih, E. A. S. (2021). Peran guru sebagai motivator untuk peserta didik. BASA: Journal of Language & Literature, 1(2), 28. https://doi.org/10.33474/basa.v1i2.13754
Sutoyo, S. (2020). The effectiveness of information and communication technology (ICT) in civic education learning. International Journal of Recent Technology and Engineering (IJRTE), 9(1), 548. https://doi.org/10.35940/ijrte.a1563.059120
Trisnaningsih, S. (2023). Model pembelajaran dengan metode team teaching. SenSaSi, 2(1), 65. https://doi.org/10.33005/sensasi.v2i1.60
Zaki, M. (2015). Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi umum berbasis multikulturalisme. Nur El-Islam, 2(1).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












