ANALISIS PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA, UNI EMIRAT ARAB, DAN SINGAPURA DALAM INOVASI PEMBELAJARAN SAINS
DOI:
https://doi.org/10.51878/teaching.v5i1.4650Keywords:
Pendidikan sains, studi komparatif, teknologi pendidikanAbstract
ABSTRACT
Science education markedly improves a nation's competitiveness within the framework of globalization. This study seeks to analyze the differences in science education systems in Indonesia, the United Arab Emirates (UAE), and Singapore, focusing on policy, curriculum, pedagogical methods, and technological integration in education. The research is a descriptive qualitative applying comparative study method. Data was collected through literature review and document analysis from several relevant and reliable sources. The results demonstrate that the three nations utilize significantly different approaches to science education. Indonesia persists in facing challenges regarding the equitable distribution of science laboratory facilities, the training of science instructors, and the integration of technology in scientific education. The UAE has established an education system based on science, technology, and mathematics, employing artificial intelligence-enhanced educational technology and virtual laboratories. Singapore specializes in experiential learning, supported by sophisticated infrastructure and continuous professional development. The success factors for science education are the integration of technology, the improvement of science teacher skills, and the establishment of regulations that support project-based learning. Indonesia can improve the quality of science education by adopting successful strategies from the UAE and Singapore, such as strengthening the function of science laboratories, increasing technological access in schools, and establishing systematic and sustainable training for science instructors. This study's recommendations aim to assist policymakers in enhancing the quality of science education in Indonesia.
ABSTRAK
Pendidikan sains memainkan peran penting untuk meningkatkan daya saing suatu negara di era globalisasi. Karena pentingnya pendidikan sains, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan sistem pendidikan sains di Indonesia, Uni Emirat Arab (UEA), dan Singapura, yang difokuskan pada aspek kebijakan, kurikulum, metode pembelajaran, serta integrasi teknologi dalam pendidikan. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi komparatif. Data dikumpulkan melalui kajian literatur, dan analisis dokumen dari berbagai sumber yang valid dan terpercaya. Hasil penelitian menyatakan bahwa ketiga negara mengimplementasikan pendekatan yang relatip berbeda dalam pendidikan sains. Indonesia menghadapi tantangan dalam pemerataan infrastruktur laboratorium, pelatihan guru, dan integrasi teknologi dalam pembelajaran sain. UEA telah mengadopsi pendidikan berbasis STEM dan teknologi berbasis kecerdasan buatan dan laboratorium virtual. Sedangkan, Singapura unggul dalam pembelajaran berbasis eksperimen, didukung oleh infrastruktur yang lengkap dan pelatihan guru yang berkelanjutan. Faktor-faktor utama keberhasilan pendidikan sains meliputi integrasi teknologi dalam pendidikan, peningkatan kompetensi guru sains, serta kebijakan yang mendukung project-based learning. Indonesia dapat meningkatkan kualitas pendidikan sains dengan mengadopsi praktik baik dalam pembelajaran dari UEA dan Singapura, seperti penguatan fungsi laboratorium sains, peningkatan akses teknologi oleh sekolah-sekolah, dan pelatihan guru sains yang sistematis dan berkelanjutan. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan dalam meningkatkan mutu pendidikan sains di Indonesia.
Downloads
References
Alhosani, N. (2022). The influence of culture on early childhood education curriculum in the UAE. ECNU Review of Education, 5(2), 284-298
Al Murshidi, G. (2019). STEM education in the United Arab Emirates: Challenges and possibilities. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, 18(12), 316–332. https://doi.org/10.26803/ijlter.18.12.18
Al-Thani, G. (2024). Comparative analysis of stakeholder integration in education policy making: case studies of Singapore and Finland. Societies, 14(7), 104.
Annisa, C. E., Azizah, S., Nurjayadi, M., Ridwan, A., Kimia, M. P., Info, A., & Standards, E. (2025). Studi Deskriptif Kualitatif?: Analisis Perbandingan Antara. Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025 Halaman 40-49. 9,https://doi.org/10.26418/jurnalkpk.v9i1.89372
Fadli, I., & Fitri, A. (2023). Sistem Pendidikan di Indonesia dan Upaya Membangun Pendidikan Nasional Yang Berkualitas Bersinergi Dengan Nilai Keislaman dan Pengetahuan Sains Modern. RAZIQ: Jurnal Pendidikan Islam, 156.
Fadli, M. R. (2021). Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Indonesia. Medan, Restu Printing Indonesia, Hal.57, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.
Fitria, E. (2024). Komparasi Sistem Pendidikan Finlandia dan Singapura. Jurnal Genesis Indonesia, 3(01), 34–48. https://doi.org/10.56741/jgi.v3i01.501
Jenkinson, R. C., & Alzaabi, S. (2021). United Arab Emirates. PIRLS 2021 encyclopedia: Education, policy and curriculum in Reading.
Kartimi, K., Chandra, E., & Riyanto, O. R. (2023). the Influence of H5P Interactive Video on Stereoisomer Understanding in Terms of Learning Style. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 12(3), 451–459. https://doi.org/10.15294/jpii.v12i3.42757
Khoiri, A., Nasokah, Amalia, T., & Hefi, S. (2020). Analisis Kritis Pendidikan Sains di Indonesia: (Problematika, Solusi dan Model Keterpaduan Sains Dasar)(Critical Analysis of Science Education in Indonesia: (Problematics, Solutions and Basic Science Integrated Models)). SPEKTRA?: Jurnal Kajian Pendidikan Sains, 6(1), 19–34.
Lathifa, M., Malik, A., & Alam, F. (2024). Analisis perbandingan sistem pendidikan di Indonesia dan Singapura sebagai negara yang terletak di Asia Tenggara. Maliki Interdisciplinary Journal (MIJ) EISSN, 2(1), 55–65. http://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/index
Nasution, T., Khoiri, N., Firmani, D. W., & Rozi, M. F. (2022). Perbedaan Sistem Kurikulum Pendidikan Anggota Asean, Indonesia dan Singapura. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(3), 1847–1958. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/4971
Permanasari, A. (2024). Merdeka Belajar Dalam Konteks Pendidikan Sains. Edusaintek: Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi, 11(4).
Sa’adah, M. (2020). Studi komparatif reformasi pendidikan di Singapura dan Indonesia. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi, 7(1), 70–79. https://doi.org/10.21831/jppfa.v7i1.25273
Siregar, A., Haliza, S. N., Ritonga, A. A., & Darlis, A. (2022). Pendidikan Sains Dalam Al-Qur’an. ANSIRU PAI: Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam, 6(2), 49-57.
Sofiani, N., Frinaldi, A., Magriasti, L., & Wahyuni, Y. S. (2024). Kebijakan Desentralisasi Pendidikan Serta Implmentasi Dalam Pendidikan di Indonesia. Menara Ilmu: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah, 18(1).
Soh, K. C., & Ho, K. K. (2014). A tale of two cities’ university rankings: Comparing Hong Kong and Singapore. Higher Education, 68, 773-787.
Syakrani, A. W., Malik, A., Hasbullah, H., Budi, M., & M. R. M. (2022). Sistem pendidikan di negara Singapura. Adiba: Journal of Education, 2(4), 517–527. http://www.ef.co.id/upa/education-systems/education-system-singapore
Yasmin, A. D., & Chisbiyah, L. A. (2024). STUDI KOMPARASI PROFIL GURU PROFESIONAL VOKASI ANTARA INDONESIA DAN SINGAPURA. Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan, 4(7), 18-18.
Zakiah, N. E., Fatimah, A. T., & Sunaryo, Y. (2020). Implementasi Project-Based Learning Untuk Mengeksplorasi Kreativitas Dan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Mahasiswa. Teorema: Teori Dan Riset Matematika, 5(2), 286. https://doi.org/10.25157/teorema.v5i2.4194
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












