PERBANDINGAN TATA KELOLA DESA WISATA DI BALI DAN DI JOGJA: STUDI KASUS DESA WISATA PENGLIPURAN DAN DESA WISATA SAMBIREJO
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6938Keywords:
Perbandingan, Tata Kelola, Desa WisataAbstract
Comparison is an analytical technique used to identify similarities and differences between two or more objects under study. This article examines the governance of tourism villages in Bali and Yogyakarta, with the case studies being Penglipuran and Sambirejo. This study aims to identify and compare tourism village governance in Penglipuran and Sambirejo, by examining management, community participation, implementation of the seven charms, promotion, and impacts on the community and the environment. This study collected and reviewed various academic literature, including articles, journals, and theses. The analysis revealed differences in management concepts between Penglipuran and Sambirejo. Furthermore, there are similarities in community participation, implementation of the seven charms, and promotion in Penglipuran and Sambirejo. Both villages have positive impacts on the community and the environment, although there are negative impacts in Penglipuran. The results of this study suggest that traditional village governments and tourism managers should address these negative impacts and provide solutions.
ABSTRAK
Perbandingan adalah teknik analisis yang dilakukan dengan mencari kesamaan dan perbedaan antara dua objek atau lebih yang dikaji. Dalam artikel ini yang diteliti yaitu tata kelola desa wisata di Bali dan di Jogja dengan objek studi kasus desa wisata Penglipuran dan desa wisata Sambirejo. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu dan membandingkan tata kelola desa wisata di desa wisata Penglipuran dan desa wisata Sambirejo, dengan menelaah pengelolaan, partisipasi masyarakat, penerapan sapta pesona, promosi dan dampak bagi masyarakat dan lingkungan. Kajian penelitian ini mengumpulkan dan mengkaji berbagai literatur akademik, mulai dari artikel, jurnal, dan skripsi. Hasil analisis dari penelitian ini ditemukan perbedaan konsep pengelolaan antara desa wisata Penglipuran dan desa wisata Sambirejo, kemudian terdapat persamaan partisipasi masyarakat, penerapan sapta pesona, dan promosi yang di desa wisata Penglipuran dan desa wisata Sambirejo, serta sama-sama memiliki dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan dari hadirnya desa wisata, meskipun di desa wisata Penglipuran terdapat dampak negatif. Hasil dari penelitian ini menyarankan agar pemerintah desa adat dan pengelola pariwisata untuk memperhatikan dampak negatif dan memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut.
Downloads
References
Anarta, F., & Darwis, R. S. (2025). Pentingnya partisipasi masyarakat sebagai bagian dari pariwisata berbasis masyarakat dalam mengembangkan desa wisata. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 7(2), 212–220. https://doi.org/10.24198/focus.v7i2.59114
Aryanto, S. D., & Widayat, T. N. E. (2025). Kolaborasi media sosial dalam mendukung keberhasilan desa wisata: Studi kasus Desa Wisata Nglanggeran Kapanewon Patuk Kabupaten Gunungkidul. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 630. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5730
Azizah, S., & Sukmawati, P. (2024). Strategi pengelolaan pariwisata heritage di Kota Sawahlunto untuk mendukung pariwisata berkelanjutan. Journal of Tourism Sciences, Technology and Industry, 3(2).
Baysha, M. H., et al. (2024). Peran pemasaran digital dalam mempromosikan pariwisata Tandung Andung Desa Lendang Ara. Community: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 112. https://doi.org/10.51878/community.v4i2.3323
Bhuiyan, M. A., et al. (2023). Does good governance promote sustainable tourism? A systematic review of PESTEL analysis. SN Business & Economics, 3(1). https://doi.org/10.1007/s43546-022-00408-x
Devy, et al. (2020). Perbandingan kualitas pelayanan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-EL). Pemerintahan Integratif, 8(1), 2.
Dewi, S. P., & Ristianti, N. S. (2021). Sustainable rural tourism meaning for community livelihood. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 23(2), 83. https://doi.org/10.15294/jtsp.v23i2.29320
El Yamin, D. A., et al. (2024). Dampak pariwisata dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Desa Wisata Karangrejo melalui community based tourism (CBT). Jurnal Nasional Pariwisata, 14(2), 108. https://doi.org/10.22146/jnp.100584
Hadi, W., & Widyaningsih, H. (2020). Implementasi penerapan sapta pesona wisata terhadap kunjungan wisatawan di Desa Sambirejo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Journal Pariwisata Dan Budaya, 11, 127–136. https://doi.org/10.31294/khi.v11i2.8862
Hamzah, F., & Utomo, E. T. (2016). Implementasi sapta pesona pada Museum Mandala Wangsit Siliwangi Kota Bandung. Jurnal Pariwisata, 3(2), 118–128.
Lazuardina, A., & Amalia G., S. (2023). Dampak pariwisata terhadap kehidupan masyarakat lokal di kawasan wisata (Desa Ciburial Kabupaten Bandung). Warta Pariwisata, 21(2), 42–47. https://doi.org/10.5614/wpar.2023.21.2.02
Mendoza, H. M., et al. (2019). Stakeholders of cultural heritage as responsible institutional tourism product management agents. Sustainability, 11(19), 5192. https://doi.org/10.3390/su11195192
Nirmala, I. G. A. A. N., et al. (2024). Dampak pengembangan desa wisata terhadap lingkungan sosial budaya dan ekonomi di Desa Wisata Penglipuran. Jurnal Daya Tarik Wisata (JDTW), 6(1), 8–21.
Permana, A. R., & Bausad, A. A. (2024). Perbandingan minat belajar siswa MAN 1 Mataram dan SMAN 7 Mataram pada mata pelajaran pendidikan jasmani. Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi, 2.
Putri, V. J., & Saspriatnadi, M. (2016). Analisis dampak fisik pariwisata dan ekowisata dengan environmental impact assessment. Jurnal Arsitektur Lanskap, 3.
Rizal, C., et al. (2023). Optimalisasi promosi dalam pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat Desa Sei Limbat. Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat (JURIBMAS), 2(2), 176–181. https://doi.org/10.62712/juribmas.v2i2.118
Sado, J. C., & Sahdan, G. (2025). Pengelolaan pariwisata di Desa Wisata Detusoko Barat Kabupaten Ende. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 466. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5737
Sofwatillah, et al. (2024). Teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif dalam penelitian ilmiah. Journal Genta Mulia, 15(2), 79–91.
Suganda, A. D. (1970). Konsep wisata berbasis masyarakat. I-ECONOMICS: A Research Journal on Islamic Economics, 4(1), 29–41. https://doi.org/10.19109/ieconomics.v4i1.2181
Syarifah, R., & Rochani, A. (2022). Studi literatur: Pengembangan desa wisata melalui community based tourism untuk kesejahteraan masyarakat. Jurnal Kajian Ruang, 1(1), 109. https://doi.org/10.30659/jkr.v1i1.19983
Umar, L. F., et al. (2023). Pengelolaan desa wisata berbasis community based-tourism di Desa Adat Osing Kemiren, Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik, 9(2), 54–62.
Wahyudin, A., et al. (2021). Pemanfaatan multimedia dalam pengembangan dan promosi potensi Desa Wisata Adiluhur Kebumen. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2). https://doi.org/10.30651/aks.v5i2.3988
Wardani, N. A. (2021). Pengembangan desa wisata (Studi di Desa Wisata Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus).
Wibowo, A., et al. (2021). Development of a language tourism village based on environmental ethics and social entrepreneurship (a case study in Karanganyar Regency, Central Java, Indonesia). E3S Web of Conferences, 317, 02015. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202131702015
Widayanto, E., & Supardal, S. (2025). Kolaborasi antara pemerintah Kalurahan Tepus dan Dinas Pariwisata dalam mencapai indikator kinerja utama sektor pariwisata. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 794. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.6447
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













