REVITALISASI KEARIFAN LOKAL DALAM TRANSFORMASI TRADISI SEDEKAH BUMI DI DESA AMBULU KABUPATEN JEMBER (STUDI PARTISIPASI MASYARAKAT PADA FESTIVAL KAKI GUNUNG WATU PECAH)
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v6i3.12890Keywords:
Revitalisasi Kearifan Lokal, Tradisi Sedekah Bumi, Partisipasi Masyarakat, Festival Budaya, Pelestarian BudayaAbstract
ABSTRACT
Social changes and globalization have caused various local traditions to face sustainability challenges due to declining public understanding and involvement, necessitating cultural revitalization efforts through transformations that continue to preserve local wisdom values.. This study aims to analyze the revitalization of local wisdom through the transformation of the Sedekah Bumi tradition into the Festival Kaki Gunung Watu Pecah in Ambulu Village, Jember Regency, and to describe community participation in the festival implementation. This research employed a qualitative approach with a descriptive case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving village government officials, cultural activists, festival organizers, community leaders, and local residents. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The findings reveal that the transformation of the Sedekah Bumi tradition into Festival Kaki Gunung Watu Pecah represents a form of local wisdom revitalization that preserves core values such as gratitude, mutual cooperation, togetherness, and social solidarity. The transformation was carried out by adapting the form of cultural activities without eliminating the essential meaning of the tradition. Community participation was evident in the planning, implementation, and evaluation stages of the festival, indicating active involvement in sustaining local cultural heritage. Therefore, strengthening youth participation, improving the festival evaluation system, and developing the festival as a medium for cultural education are important steps to support the sustainability of local traditions.
ABSTRAK
Perubahan sosial dan arus globalisasi menyebabkan berbagai tradisi lokal menghadapi tantangan keberlanjutan akibat menurunnya pemahaman serta keterlibatan masyarakat, sehingga diperlukan upaya revitalisasi budaya melalui transformasi yang tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan local. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis revitalisasi kearifan lokal melalui transformasi tradisi Sedekah Bumi menjadi Festival Kaki Gunung Watu Pecah di Desa Ambulu, Kabupaten Jember, serta mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan festival tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan pemerintah desa, pegiat budaya, panitia festival, tokoh masyarakat, serta warga yang terlibat dalam kegiatan festival. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi tradisi Sedekah Bumi menjadi Festival Kaki Gunung Watu Pecah merupakan bentuk revitalisasi kearifan lokal yang tetap mempertahankan nilai syukur, gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas sosial. Perubahan yang terjadi dilakukan melalui penyesuaian bentuk penyelenggaraan tanpa menghilangkan makna utama tradisi. Partisipasi masyarakat terlihat pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi festival yang menunjukkan keterlibatan aktif dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal. Oleh karena itu, peningkatan keterlibatan generasi muda, penguatan sistem evaluasi festival, serta pengembangan festival sebagai media pendidikan budaya lokal perlu terus dilakukan guna mendukung keberlanjutan tradisi di masa mendatang.
Downloads
References
Adi, I. R. (2008). Intervensi komunitas: Pengembangan masyarakat sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Rajawali Pers..
Agustina, A., Gani, E., Liusti, S. A., & Elpalina, S. (2024). Revitalisasi prosesi adat-tradisi masyarakat Nanggalo melalui program Nagari Budaya: Pendukung sustainable tourism development kawasan Mandeh. Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 6(1), 34–42. https://doi.org/10.24036/abdi.v6i1.707
Damayanti, R. A., & Puspitasari, A. Y. (2024). Kajian potensi daya tarik wisata heritage di Indonesia. Jurnal Kajian Ruang, 4(1), 13–27. https://doi.org/10.30659/jkr.v4i1.36639
Ferdiansyah, L. F., Aspri, A. R., & Anggriana, S. (2025). Analisis peran Community Based Tourism (CBT) dalam pengelolaan Festival Alunan Budaya di Desa Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Ilmiah Hospitality, 15(1). https://ejournal.stpmataram.ac.id/JIH/article/view/4118
Hardiyanti, N. (2025). Snackfruit Village Festival: A study of the revitalization of local cultural values from an ethno-social perspective. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 17(1), 10–16. https://doi.org/10.37304/jpips.v17i1.21255
Hastuti, S., Slamet, S. Y., Sumarwati, & Rakhmawati, A. (2021). Ecological politeness on Sedekah Bumi ceremony in Merapi mountainside. In A. D. Wijana, D. E. Subroto, & Sumarlam (Eds.), Proceedings of the International Conference on Language Politeness (ICLP 2020) (Advances in Social Science, Education and Humanities Research, Vol. 553, pp. 7–15). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/assehr.k.210514.002
Husen, M. A., & Putri, N. E. (2023). Partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya lokal melalui Festival Bimbang Nagari di Nagari Tluk Kualo Inderapura Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 25369–25374. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.10639
Ilma, A. M. (2025). Nilai-nilai kearifan lokal pada Festival Kaki Gunung Watu Pecah Ambulu sebagai sumber belajar Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Menengah Pertama [Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember]. Digital Library UINKHAS Jember. https://digilib.uinkhas.ac.id/43202
Kuswaningsih, K., Wahyuningtyas, E., & Nur, D. M. M. (2024). Tradisi Sedekah Bumi dalam melestarikan budaya lokal di Desa Mranak Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak. ARIMA: Jurnal Sosial dan Humaniora, 1(4), 336–341. https://doi.org/10.62017/arima.v1i4.1179
Lorenzo, Z., & Darmi, T. (2025). Partisipasi masyarakat pada program Festival Gurita di Kabupaten Kaur. Mimbar: Jurnal Penelitian Sosial dan Politik, 14(1), 183–192. https://journals.unihaz.ac.id/index.php/mimbar/id/article/view/5042
Merung, A. Y., Larisu, Z., Bahriyah, E. N., & Ulhaq, M. Z. (2024). Transformation cultural identity in the global era: A study of globalization and locality. Socious Journal, 1(5), 1–8. https://doi.org/10.62872/jnxmz319
Muthoharoh, S. (2024). Peran festival budaya dalam memperkuat kohesi sosial dan identitas komunitas. Jurnal Diba’, 1(1), 1–10. https://oj.mjukn.org/index.php/jd/article/view/2828
Niampe, L., Jamili, Alias, Laniampe, H., Mursin, Hisna, & Bainudin. (2024). Pelestarian objek cagar budaya desa sebagai upaya pengembangan potensi pariwisata budaya. Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1). http://amalilmiah.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/295
Putri, M. N. I., Idham, G. S., & Amanullah, M. A. (2025). Revitalisasi tradisi Sedekah Bumi: Strategi rekayasa sosial dalam memperkuat solidaritas masyarakat Cirebon. Jurnal Artefak, 12(2), 307–318. https://doi.org/10.25157/ja.v12i2.21571
Rahmat, T., & Apriliani, D. (2022). Model pengembangan desa wisata berbasis sustainability tourism dalam perspektif green HRM. KarismaPro, 13(2), 87–98. https://doi.org/10.53675/karismapro.v13i2.1073
Rahmi, S., Syafrini, D., Ramadani, N., Putri, R. D., Hayati, S., Roziana, S., Muhadi, S., Nurhaliza, S., Nathania, C. S., Wulandari, T. S., Putri, S. M., & Permata, B. D. (2024). Partisipasi masyarakat lokal dalam pelestarian cagar budaya Kota Lama Sawahlunto sebagai daya tarik wisata. Social Empirical, 1(2), 37–46. https://doi.org/10.24036/scemp.v1i2.24
Subhani, A., Hadi, M. S., Agustina, S., Murdi, L., & Haerudin. (2024). Eksplorasi nilai-nilai edukasi konservasi mata air pada tradisi Ngalun Aik di Lombok Timur. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan, 10(2), 297–312. https://doi.org/10.29408/jhm.v10i2.25803
Sulistiyoningsih, S., Rais, W. A., & Supana. (2021). The actualization of religiosity and community togetherness in Tawang Susukan Village, Semarang District in tradition of Sedekah Bumi Merti Desa. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 8(9), 363–370. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v8i9.2947
Taufiq, A. M., Rosyad, R., & Kuswana, D. (2023). Dampak tradisi sedekah bumi terhadap kerukunan umat beragama di Blitar, Jawa Timur. Jurnal Iman dan Spiritualitas, 3(1), 117–130. https://doi.org/10.15575/jis.v3i1.24271
Wallace, A. F. C. (1956). Revitalization movements. American Anthropologist, 58(2), 264–281. https://www.jstor.org/stable/665488
Wati, W. M. (2022). Perwujudan rasa syukur dalam tradisi Jawa: Studi tentang sedekah bumi masyarakat Desa Besowo, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban (Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya). UIN Sunan Ampel Surabaya Digital Library. https://digilib.uinsa.ac.id/52093
Wijayati, F. M., Alamsyah, A., Subiakto, A. N. P., Sena, H. H., Paujiah, M., Faradila, M. R., Ahmad, N. Z., Simanjuntak, P. A. Y., Huwaidah, S. S., Syahputra, S. S., & Handiny, Z. A. (2026). Revitalisasi eksistensi kebudayaan melalui partisipasi masyarakat dalam pelestarian kebudayaan lokal Desa Kemranggon. TERNAVIA: Jurnal Pengabdian Multidisiplin, 2(1), 38–52. http://jnp.fapet.unsoed.ac.id/index.php/tnv/en/article/view/1501
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















