PENGGUNAAN ALAT DAN BAHAN DARI LINGKUNGAN RUMAH PADA PRAKTIKUM LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON-ELEKTROLIT
DOI:
https://doi.org/10.51878/science.v2i1.915Keywords:
larutan elektrolit, larutan non elektrolit, kimia, praktikumAbstract
Chemistry is a science based on experiments. Therefore, teaching chemistry in schools must be accompanied by laboratory work. Experiments are a link between: (1) Appreciation of the aesthetic aspects of chemistry; (2) Generating curiosity about chemistry; (3) Familiarity with common substances and their reactions; (4) Students actively participate; and (5) Developing from the concrete state to the abstract. Chemistry practicum with the demonstration method in front of students can help focus students' attention on chemical behavior and chemical properties and to increase students' knowledge and belief in chemistry. Demonstrations are a process and not just an event. The practicum carried out by the students is a simple practicum, and uses materials that are easy to find in their respective homes. But even with tools and materials that are cheap and easy to obtain, this reduces the essence of understanding the concept of electrolyte and non-electrolyte solution material to all of them. chemistry by understanding abstract concepts. This can be seen from the acquisition of knowledge values, attitude values, and skill scores, which are above the KKM, which is above the value of 72. For the knowledge value of students has an average of 86. And for the average attitude value reaches 85, and the average skill value get a score of 85.
ABSTRAK
Ilmu Kimia adalah ilmu yang berlandaskan percobaan. Oleh karena itu pengajran ilmu kimia di sekolah harus disertai dengan pekerjaan laboratorium. Eksperimen yang merupakan mata rantai untuk menghubungkan antara: (1) Apresiasi aspek estetika dari ilmu kimia; (2) Membangkitkan keingintahuan terhadap ilmu kimia; (3) Mengenal dengan baik zat-zat yang umum dan reaksinya; (4) Siswa aktif berpartisipasi; dan (5) Mengembangkan dari keadaan konkrit ke hal yang abstrak.Praktikum kimia dengan metode demontarsi di hadapan siswa dapat membantu memusatkan perhatian siswa pada perilaku kimia dan sifat-sifat kimia serta untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan keyakinannnya akan ilmu kimia. Demonstrasi merupakan sutau proses dan bukan merupakan suatu peristiwa saja.Praktikum yang dilaksanakan oleh para peserta didik adalah praktikum yang sederhana, dan menggunakan alat bahan yang mudah ditemukan di lingkungan rumah masing-masing. Tetapi walaupun dengan alat dan bahan yang murah dan mudah didapatkan, hal ini ini mengurangi esensi dalam memahamkan konsep materi larutan elektrolit dan non-elektrolit kepada mereka semua.Dari proses praktikum dengan bahan yang tersedia di lingkungan tempat tinggal peserta didik, terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar kimia dengan memahami konsep yang abstrak. Hal ini dapat dilihat dari perolehan nilai pengetahuan, nilai sikap, dan nilai keterampilan, berada di ata KKM yaitu di atas nilai 72. Untuk nilai pengetahuan siswa mempunyai rata-rata 86. Dan untuk nilai sikap rata mencapai 85, serta nilai keterampilan rata-rata memperoleh nilai 85.
References
Achmad, Hiskia dan Bardja Lubna. 2012. Demonstrasi Sains Kimia (Kimia Deskriptif Melalui Demo Kimia) Jilid 1. Bandung: bandung: Nuansa.
Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Dasianto. (2018). Modul Kimia Kelas X Program IPA. Malang: SMA BSS Malang.
Kusnandar. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Majid, Abdul. (2008). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Mulyasa, E. (2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Patmawati, Herti. (2011). Analisis Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran Elektrolit dan Non Elektrolit Dengan Metode Praktikum. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Permen No 59. Tahun (2014). Kurikulum 13. SMA.
Permen No. 104. Tahun (2014). Penilaian Hasil Belajar.
Purnamasari, Dwi. (2017). Pengembangan Penuntun Praktikum Kimia Pada Materi Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit Kelas X SMA. Pontianak. Prodi FKIP Kimia.
Russefendi, ET. (2005). Dasar-Dasar Penelitian Pendidikan.Bandung Tarsito.
Sudarmo, Unggul. (2014). Kimia untuk SMA/MA kelas X Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Jakarta: Erlangga.
Supriatni. Euis. (2019). Penggunaan E – Modul untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa pada Materi Ikatan Kimia. Soreang. SMAN 1 Soreang.
Supriatni, Euis. (2021). Belajar Kimia Asyik dengan KIT 13 UGA. Jakarta: Balai Pustaka
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













