ANALISIS ETNOMATEMATIKA PADA PERMAINAN CONGKLAK DAN MAKANAN KLEPON : KESAMAAN GEOMETRI, OPERASI PENJUMLAHAN, DAN PELUANG
DOI:
https://doi.org/10.51878/science.v5i3.6671Keywords:
Etnomatematika, Konsep Geometri, Operasi Penjumlahan, PeluangAbstract
This study aims to analyze the elements of ethnomathematics contained in the traditional game of congklak and klepon food, focusing on the similarity of the concepts of building space, flat buildings, addition operations, and opportunities. The background of the research is based on the richness of Indonesian culture reflected in traditional games and food, which apparently contains mathematical values. The method used was qualitative with ethnography, through literature and documentation studies of relevant sources on congklak and klepon. This research identified that both congklak and klepon represent the concept of spatial (ball and half ball) and flat (circle) shapes, which can be used as a medium for learning mathematics. In addition, the addition and chance operations that appear in the activities of playing congklak and making klepon show the relationship between culture and mathematical concepts. The results concluded that ethnomathematics is important in understanding mathematics and increasing understanding of local culture. The main conclusion of this research is that the integration of local cultural elements in mathematics learning can make the learning process more contextual, relevant and meaningful, and encourage cultural preservation through education.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur etnomatematika yang terdapat pada permainan tradisional congklak dan makanan klepon, dengan fokus pada kesamaan konsep bangun ruang, bangun datar, operasi penjumlahan, dan peluang. Latar belakang penelitian didasarkan pada kekayaan budaya Indonesia yang tercermin dalam permainan dan makanan tradisional, yang ternyata mengandung nilai-nilai matematika. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan etnografi, melalui studi literatur dan dokumentasi terhadap sumber-sumber yang relevan mengenai congklak dan klepon. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa baik congklak maupun klepon merepresentasikan konsep bangun ruang (bola dan setengah bola) serta bangun datar (lingkaran), yang dapat dijadikan media pembelajaran matematika. Selain itu, operasi penjumlahan dan peluang yang muncul dalam aktivitas bermain congklak dan pembuatan klepon menunjukkan keterkaitan antara budaya dan konsep matematika. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa etnomatematika penting dalam pemahaman matematika serta meningkatkan pemahaman terhadap budaya lokal. Simpulan utama penelitian ini adalah bahwa integrasi unsur budaya lokal dalam pembelajaran matematika dapat membuat proses belajar menjadi lebih kontekstual, relevan, dan bermakna, serta mendorong pelestarian budaya melalui pendidikan.
Downloads
References
Adolph, R. (2024). Pengenalan kue klepon sebagai warisan kuliner Nusantara dalam upaya pelestarian budaya di tengah masyarakat Kelurahan Selumit Pantai. Mengabdi: Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat, 2(6), 138–143.
Damayanti, S. N., et al. (2023). Pengenalan permainan tradisional untuk melestarikan budaya Indonesia. Jurnal Bina Desa, 5(1), 39–44. https://doi.org/10.15294/jbd.v5i1.41045
Hasan, H. (2022). Pengembangan sistem informasi dokumentasi terpusat pada STMIK Tidore Mandiri. Jurasik (Jurnal Sistem Informasi dan Komputer), 2(1), 23–29.
Hermawan, L. I., & Fatqurhohman, E. I. (2025). E-LKPD Culturally Responsive Teaching dengan Liveworksheets dan Wayground Paper Mode untuk meningkatkan hasil belajar trigonometri. Science: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 5(2), 846–856.
Jannah, M., et al. (2023). Analisis etnomatematik dalam permainan congklak sebagai media pembelajaran bangun datar dan bangun ruang di sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(1), 3818–3821. https://doi.org/10.23969/jp.v8i1.8669
Juniarti, D. (2021). Kearifan lokal makanan tradisional: Tinjauan etnis dan fungsinya dalam masyarakat Suku Pasmah di Kaur. Bakaba, 9(2), 44–53. https://doi.org/10.22202/bakaba.2021.v9i2.4833
Khadijah, et al. (2023). Permainan congklak untuk mengembangkan kognitif dan motorik AUD di TK Al-Kausar. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(1), 2000–2004.
Kriz, D., et al. (2018). Pediatric hypothermic submersion injury and protective factors associated with optimal outcome: A case report and literature review. Children, 5(1). https://doi.org/10.3390/children5010004
Lacksana, I. (2017). Kearifan lokal permainan congklak sebagai penguatan karakter peserta didik melalui layanan bimbingan konseling di sekolah. Satya Widya, 33(2), 109–116. https://doi.org/10.24246/j.sw.2017.v33.i2.p109-116
Lestari, D. A., et al. (2023). Eksplorasi penerapan etnomatika permainan tradisional congklak sebagai pembelajaran matematika: Etnomatika. Santika: Seminar Nasional Tadris Matematika, 3, 215–227.
Mahendra, D. P. A. K. (2022). Pemanfaatan bunga telang dibandingkan daun pandan sebagai pewarna alami dalam proses pembuatan kelepon. Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis, 1(10), 2657–2673. https://doi.org/10.22334/paris.v1i10.186
Mutia, S., et al. (2024). Analisis kesulitan belajar matematika materi bangun datar kelas IV SD 1 Gondosari. Jurnal Bima: Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra, 2(3), 289–300. https://doi.org/10.61132/bima.v2i3.1014
Ngaisah, N. C., et al. (2023). Permainan tradisional kelereng dan perannya dalam mengembangkan keterampilan sosial anak. Jurnal Ilmiah Potensia, 8(1), 103–113. https://doi.org/10.33369/jip.8.1.103-113
Ningtias, S. W., & Soraya, R. (2024). Etnomatematika pada permainan gobak sodor sebagai media pembelajaran matematika sekolah dasar. EMTEKA: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(1), 149–156.
Prayitno, L. (2016). Permainan “Congklak” untuk mengajarkan operasi penjumlahan di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 1(2).
Putri, L. (2017). Eksplorasi etnomatematika kesenian Rebana sebagai sumber belajar matematika pada jenjang MI. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar UNISSULA, 4(1), 21–31.
Rato, O. A. G., et al. (2024). Penerapan permainan tradisional congklak pada pembelajaran matematika operasi hitung bilangan cacah dengan model kooperatif Student Teams-Achievement Divisions (STAD). Journal of Millenial Education (JoME), 3(2), 13–20.
Runiyanti, & Praticia, R. (2020). Pengaruh kegiatan membuat kue tradisional klepon terhadap kemampuan motorik halus pada anak kelompok A TK H.M. Idris Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat tahun ajaran 2019/2020. Jurnal Pendidikan dan Psikologi Pintar Harati, 16(1), 75–91.
Sari, M. P., et al. (2023). Penggunaan metode etnografi dalam penelitian sosial. Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer, 3(01), 84–90. https://doi.org/10.47709/jpsk.v3i01.1956
Siregar, A., et al. (2023). Penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian pada operasi bilangan bulat. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(2), 6248–6259.
Sri, F.., et al. (2022). Metodologi penelitian kualitatif. PT. Global Eksekutif Teknologi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













