PSIKIS : Jurnal Ilmu Psikiatri Dan Psikologi https://jurnalp4i.com/index.php/psikis <p><strong>PSIKIS : Jurnal Ilmu Psikiatri dan Psikologi </strong>diterbitkan 2 kali setahun (Maret dan September) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Bekerjasama dengan Pusat Studi Ilmu Kesehatan Indonesia (PASKI). Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Psikiatri dan Psikologi</p> Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia en-US PSIKIS : Jurnal Ilmu Psikiatri Dan Psikologi <p>CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0</p> DAMPAK OVERTHINKING TERHADAP PRODUKTIVITAS BELAJAR DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI https://jurnalp4i.com/index.php/psikis/article/view/5180 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study aims to examine the impact of overthinking on learning productivity and psychological well-being of students in higher education. Overthinking is a condition in which individuals tend to think excessively and repeatedly about a problem, which is thought to have a negative effect on learning focus and mental state. The research method used was quantitative with a survey approach, involving 100 students as respondents selected by purposive sampling. Data were collected using a questionnaire that measured the level of overthinking, learning productivity, and psychological well-being, then analyzed using Pearson correlation analysis. The results showed a significant negative relationship between overthinking and learning productivity (r = -0.65, p &lt; 0.01) and psychological well-being (r = -0.70, p &lt; 0.01). This finding indicates that the higher the level of overthinking, the lower the students' learning productivity and psychological well-being. Therefore, efforts are needed from universities to provide psychological support and stress management training to help students overcome overthinking and improve academic performance and mental well-being. This research is expected to serve as a basis for the development of mental health programs on campus.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak overthinking terhadap produktivitas belajar dan kesejahteraan psikologis mahasiswa di perguruan tinggi. Overthinking merupakan kondisi di mana individu cenderung berpikir berlebihan dan berulang tentang suatu permasalahan, yang diduga berpengaruh negatif terhadap fokus belajar dan kondisi mental. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, melibatkan 100 mahasiswa sebagai responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur tingkat overthinking, produktivitas belajar, dan kesejahteraan psikologis, kemudian dianalisis menggunakan analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara overthinking dengan produktivitas belajar (r = -0,65, p &lt; 0,01) dan kesejahteraan psikologis (r = -0,70, p &lt; 0,01). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat overthinking, semakin rendah produktivitas belajar dan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari pihak perguruan tinggi untuk memberikan dukungan psikologis serta pelatihan pengelolaan stres guna membantu mahasiswa mengatasi overthinking dan meningkatkan kinerja akademik serta kesejahteraan mental. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program-program kesehatan mental di lingkungan kampus.</p> Juanda Agus Budiman Adi Hikayudi Santi Zulfia Copyright (c) 2025 Juanda Agus Budiman, Adi Hikayudi, Santi Zulfia https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-05-22 2025-05-22 1 1 1 9 PEMAHAMAN DAN PERSEPSI SISWA SEKOLAH MENENGAH TERHADAP ISU KESEHATAN MENTAL SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PERILAKU SEHARI-HARI https://jurnalp4i.com/index.php/psikis/article/view/5181 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study aims to describe secondary school students' understanding and perceptions of mental health issues and their impact on daily behavior. The method used was indirect descriptive qualitative, with data collection through open-ended questionnaires and reflective documents that were thematically analyzed. Participants consisted of purposively selected junior and senior high school students. The results showed that students' understanding of mental health still varied, mostly limited to negative definitions such as “not stressed” or “not crazy”. Perceptions also show a tendency towards social stigma towards individuals who experience mental disorders. On the other hand, a small number of students showed a more open understanding, especially those who had personal or family experiences with mental health issues. These perceptions also influence the coping strategies students use in dealing with emotional distress, where students with positive perceptions tend to have more adaptive behaviors. Social media is their main source of information, although the validity of the content remains a challenge. This study recommends the importance of improving mental health literacy among adolescents through structured school, family, and media approaches.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman dan persepsi siswa sekolah menengah terhadap isu kesehatan mental serta dampaknya terhadap perilaku sehari-hari. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif tidak langsung, dengan pengumpulan data melalui angket terbuka dan dokumen reflektif yang dianalisis secara tematik. Partisipan terdiri dari siswa SMP dan SMA yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap kesehatan mental masih bervariasi, sebagian besar masih terbatas pada definisi negatif seperti “tidak stres” atau “tidak gila”. Persepsi yang berkembang pun menunjukkan adanya kecenderungan stigma sosial terhadap individu yang mengalami gangguan mental. Di sisi lain, sebagian kecil siswa menunjukkan pemahaman yang lebih terbuka, terutama mereka yang memiliki pengalaman pribadi atau keluarga dengan isu kesehatan mental. Persepsi tersebut turut memengaruhi strategi koping yang digunakan siswa dalam menghadapi tekanan emosional, di mana siswa dengan persepsi positif cenderung memiliki perilaku yang lebih adaptif. Media sosial menjadi sumber utama informasi mereka, meskipun keabsahan kontennya masih menjadi tantangan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan literasi kesehatan mental di kalangan remaja melalui pendekatan sekolah, keluarga, dan media yang terstruktur.</p> Nurul Ilmi Maolinda Saqila Jaukhari Ismail Copyright (c) 2025 Nurul Ilmi, Maolinda Saqila, Jaukhari Ismail https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-05-22 2025-05-22 1 1 10 18 PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL DARI KELUARGA DAN TEMAN SEBAYA TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA DI ERA DIGITAL YANG PENUH TANTANGAN https://jurnalp4i.com/index.php/psikis/article/view/5182 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The development of digital technology brings significant changes in the lives of adolescents, which also presents new challenges to their mental health. This study aims to examine the influence of social support from family and peers on adolescents' mental health in the digital era. The method used is indirect descriptive qualitative by analyzing various relevant current literature. The results showed that social support from family in the form of open communication, emotional attention, and a sense of security were instrumental in maintaining adolescents' psychological well-being. In addition, peer support provides a sense of acceptance and strengthens self-identity, although digital interactions can also bring risks such as social pressure and cyberbullying. Positive social support from both sources serves as the main protector for adolescents in dealing with pressure and stress in the digital era. This study confirms the important role of family and peers in building adolescents' mental resilience and recommends increasing digital literacy and social support programs as preventive efforts in maintaining adolescents' mental health.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan dalam kehidupan remaja, yang sekaligus menghadirkan berbagai tantangan baru terhadap kesehatan mental mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya terhadap kesehatan mental remaja di era digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif tidak langsung dengan menganalisis berbagai literatur terkini yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dari keluarga berupa komunikasi terbuka, perhatian emosional, dan rasa aman sangat berperan dalam menjaga kesejahteraan psikologis remaja. Selain itu, dukungan teman sebaya memberikan rasa diterima dan memperkuat identitas diri, meskipun interaksi digital juga dapat membawa risiko seperti tekanan sosial dan cyberbullying. Dukungan sosial yang positif dari kedua sumber tersebut berfungsi sebagai pelindung utama bagi remaja dalam menghadapi tekanan dan stres di era digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga dan teman sebaya dalam membangun ketahanan mental remaja serta merekomendasikan peningkatan literasi digital dan program pendukung sosial sebagai upaya preventif dalam menjaga kesehatan mental remaja.</p> Rahayu Solehah Mega Hasna Utami Desti Mala Ayunita Copyright (c) 2025 Rahayu Solehah, Mega Hasna Utami, Desti Mala Ayunita https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-05-22 2025-05-22 1 1 19 27 EFEKTIVITAS PRAKTIK MINDFULNESS DALAM MENURUNKAN TINGKAT STRES DAN MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA KARYAWAN DI LINGKUNGAN KERJA MODERN https://jurnalp4i.com/index.php/psikis/article/view/5183 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>In the current era of globalization and the industrial revolution 4.0, the world of work is undergoing a very rapid and complex transformation. Increasingly tight business competition, high productivity demands, and dynamic technological developments put significant pressure on employees in various industrial sectors. These conditions often give rise to various forms of psychological pressure that can disrupt the mental and emotional balance of individuals. One of the most frequent impacts of this pressure is the increasing level of work stress experienced by employees.This study aims to examine the effectiveness of mindfulness practice in reducing stress levels and enhancing psychological well-being among employees in modern work environments through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The review analyzes 25 recent research articles that meet inclusion and exclusion criteria related to workplace mindfulness interventions. The findings indicate that mindfulness significantly reduces work-related stress and improves employees’ psychological well-being, including increased self-awareness, emotional regulation, job satisfaction, and work engagement. The effectiveness of interventions is influenced by training duration, implementation methods, and organizational support. This study recommends that organizations integrate mindfulness practices into mental health programs and human resource development to foster healthier and more productive work environments.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Di era globalisasi dan revolusi industri 4.0 saat ini, dunia kerja mengalami transformasi yang sangat cepat dan kompleks. Persaingan bisnis yang semakin ketat, tuntutan produktivitas yang tinggi, serta perkembangan teknologi yang dinamis memberikan tekanan yang signifikan terhadap karyawan di berbagai sektor industri. Kondisi tersebut tidak jarang memunculkan berbagai bentuk tekanan psikologis yang dapat mengganggu keseimbangan mental dan emosional individu. Salah satu dampak yang paling sering muncul dari tekanan tersebut adalah meningkatnya tingkat stres kerja yang dialami oleh karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas praktik mindfulness dalam menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis pada karyawan di lingkungan kerja modern melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Kajian ini menganalisis 25 artikel penelitian terkini yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi terkait intervensi mindfulness di tempat kerja. Hasil kajian menunjukkan bahwa mindfulness secara signifikan mampu mengurangi stres kerja dan meningkatkan kesejahteraan psikologis karyawan, seperti peningkatan kesadaran diri, regulasi emosi, serta kepuasan dan keterlibatan kerja. Efektivitas intervensi dipengaruhi oleh durasi pelatihan, metode pelaksanaan, serta dukungan organisasi. Penelitian ini memberikan rekomendasi agar organisasi mengintegrasikan praktik mindfulness dalam program kesehatan mental dan pengembangan sumber daya manusia untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.</p> Rita Amalia Wiwik Handayani Rita Komalasari Rita Komalasari Copyright (c) 2025 Rita Amalia, Wiwik Handayani, Rita Komalasari, Rita Komalasari https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-05-22 2025-05-22 1 1 28 38 PSIKOLOGI WARNA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI: PENGARUH WARNA TERHADAP EMOSI, PERSEPSI, DAN PERILAKU KONSUMEN https://jurnalp4i.com/index.php/psikis/article/view/5184 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This research aims to examine in depth the role of color in everyday life, especially its influence on emotions, perceptions, and consumer behavior. The approach used in this research is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. Research informants consist of individuals who have direct experience in using color in personal and professional contexts, such as active consumers, designers, and business people. The results show that color has a strong influence on a person's emotional state, shapes perceptions of products, spaces, or situations, and can drive decisions and actions in the context of consumption. Certain colors, such as blue and green, are often associated with calmness and balance, while red and yellow trigger passion and attention. Moreover, color meanings are contextual and influenced by culture, personal experience and social environment. This study underscores the importance of understanding color psychology not only in the realm of aesthetics, but also as an effective visual communication and marketing strategy. The findings are expected to contribute to the development of more humanistic and contextualized design, consumer behavior, and visual education.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran warna dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pengaruhnya terhadap emosi, persepsi, dan perilaku konsumen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari individu yang memiliki pengalaman langsung dalam menggunakan warna dalam konteks personal maupun profesional, seperti konsumen aktif, desainer, dan pelaku usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna memiliki daya pengaruh yang kuat terhadap keadaan emosional seseorang, membentuk persepsi terhadap produk, ruang, atau situasi, serta dapat mendorong keputusan dan tindakan dalam konteks konsumsi. Warna-warna tertentu, seperti biru dan hijau, sering diasosiasikan dengan ketenangan dan keseimbangan, sedangkan warna merah dan kuning memicu gairah dan perhatian. Selain itu, makna warna bersifat kontekstual dan dipengaruhi oleh budaya, pengalaman pribadi, serta lingkungan sosial. Studi ini menggarisbawahi pentingnya pemahaman psikologi warna tidak hanya dalam ranah estetika, tetapi juga sebagai strategi komunikasi visual dan pemasaran yang efektif. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan desain, perilaku konsumen, serta pendidikan visual yang lebih humanistik dan kontekstual</p> Wiwik Handayani Raju Ulum Nidaan Khofia Copyright (c) 2025 Wiwik Handayani, Raju Ulum, Nidaan Khofia https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-05-22 2025-05-22 1 1 39 48