GANGGUAN BAHASA PSIKOGENIK KING ALOY PADA CANAL YOUTUBE VINDES: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i1.8338Keywords:
Bahasa, Psikolinguistik, Psikogenik, LatahAbstract
This study aims to identify and analyze the types of psychogenic disorders experienced by King Aloy in the YouTube video titled “Aloy Gak Mood Vincent Desta Hesti Enzy Sembah Aloy Supaya Mau Syuting” (Aloy is not in the mood, Vincent Desta Hesti Enzy begs Aloy to film). The method used was qualitative with data collection techniques of observation and note-taking, namely by observing King Aloy's conversations and body movements throughout the video. Based on the results of the analysis, five types of psychogenic tics were found, namely echolalia, echopraxia, coprolalia, autoecolalia, and automatic obedience. The symptom of echolalia was evident when King Aloy repeated words spoken by others, such as “best moment.” Echopraxia appeared when he imitated Desta's bowing gesture. Coprolalia was evident in his spontaneous exclamation of ‘goblok’ (stupid) when he was surprised. Autoecholalia was seen when he repeated his own words, such as “lah, lah” and “padel, padel.” Meanwhile, automatic obedience is seen when he raises his eyebrows or imitates the “Opa Gangnam Style” movement after being commanded or provoked verbally. The results of the study show that King Aloy's echolalia behavior often experiences psychogenic echolalia, namely autoecolalia.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis-jenis gangguan psikogenik latah yang dialami oleh King Aloy dalam tayangan YouTube Vindes berjudul “Aloy Gak Mood Vincent Desta Hesti Enzy Sembah Aloy Supaya Mau Syuting”. Metode yang digunakan ialah kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak dan catat, yaitu dengan menyimak percakapan dan gerak tubuh King Aloy selama video berlangsung. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan lima jenis gangguan psikogenik latah, yaitu Ekolalia, Ekopraksia, koprolalia, autoEkolalia, dan automatic obedience. Gejala Ekolalia tampak ketika King Aloy mengulang kata yang diucapkan orang lain, seperti “best moment”. Ekopraksia muncul saat ia menirukan gerakan Desta yang membungkuk. Koprolalia tampak dari ucapan spontan “goblok” ketika terkejut. AutoEkolalia terlihat ketika ia mengulang kata-katanya sendiri seperti “lah, lah” dan “padel, padel”. Sedangkan automatic obedience terlihat ketika ia menaikkan alis atau menirukan gerakan “Opa Gangnam Style” setelah diperintah atau dipancing secara verbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku latah King Aloy sering mengalami gangguan psikogenik lata yaitu autoEkolalia.
References
Andriani, L., & Rosidin, O. (2023). Gangguan Berbahasa Psikogenik Latah Pada Penutur Bahasa Wanita Lansia (Kajian Psikolinguistik). Jurnal Dinamika, 4(2), 74–85. https://doi.org/10.18326/dinamika.v4i2.74-85
Fatmawati, N. P. (2018). Gangguan Berbahasa Jenis Psikogenik Latah: Studi Kasus Di Desa Tropodo Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Sapala, 5(1). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-sapala/article/view/26975
Fitriani, J., Ubung, S., Kinanthi, T. A., & Wahyuni, I. (2022). Analisis Gangguan Berbahasa Psikogenik Latah Di Samarinda Ulu Studi Kasus: Psikolinguistik. Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 9(2), 145–154. https://doi.org/10.30595/mtf.v9i2.13735
Fitriani, R. (2023). Gangguan Bicara Latah Pada Tataran Leksikon (Studi Kasus Pada Yulena Penutur Bahasa Bungo). Krinok: Jurnal Linguistik Budaya, 7(2), 107–122. https://doi.org/10.36355/krinok.v7i2.1275
Harefa, K. R., & Harefa, K. H. (2024). Peran Bahasa Dalam Pembentukan Identitas Budaya Di Indonesia. Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan Dan Teknik, 1(3), 102–107. https://doi.org/10.70134/identik.v2i4.150
Indah, R. N. (2017). Gangguan Berbahasa: Kajian Pengantar. Malang: UIN-Maliki Press. https://repository.uin-malang.ac.id/1296/
Mailani, O., Nuraeni, I., Syakila, S. A., & Lazuardi, J. (2022). Bahasa sebagai alat komunikasi dalam kehidupan manusia. Kampret Journal, 1(2), 1-10. https://doi.org/10.35335/kampret.v1i1.8
Maliha, S. J. (2020). Perilaku Verbal Dan Nonverbal Orang Madura Latah: Studi Kasus Di Sumenep. Kredo?: Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, 3(2), 400–419. https://doi.org/10.24176/kredo.v3i2.4438
Nadhiroh, Y. F. (2015). Pengendalian emosi: Kajian Religio-psikologis tentang Psikologi Manusia. SAINTIFIKA ISLAMICA: Jurnal Kajian Keislaman, 2(01), 53-62. https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/saintifikaislamica/article/view/284
Nazifa, F. Gangguan Psikogenik Latah pada Indra Bekti: Kajian Psikolinguistik. In Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS) (pp. 262-274). https://jurnal.uns.ac.id/prosidingsemantiks/article/view/100261
Ray, S. A., & Wulandari, W. (2023). Analisis Faktor Gangguan Berbahasa Latah Pada Penutur Bahasa Wanita Dewasa. Jurnal Cahaya Mandalika, 772–780. https://www.ojs.cahayamandalika.com/index.php/JCM/article/view/1395
Setiyadi, A. C. (2009). Bahasa Dan Berbahasa Perspektif Psikolinguistik. At-Ta’dib, 4(2), 167–189. https://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/tadib/article/view/589/0
Suharti, S., Khusnah, W. D., Ningsih, S., Shiddiq, J., Saputra, N., Kuswoyo, H., Jalal, N. M., Dhari, P. W., Susanti, R., & Purba, J. H. (2021). Kajian psikolinguistik (Prof. Andayani, Ed.). Yayasan Penerbit Muhammad Zaini. https://books.google.co.id/books/about/Kajian_Psikolinguistik.html?id=b8o5EAAAQBAJ
Syah, E. F., Damyantie, I., Purwanto, A., & Sadikin, I. S. (2025). Gangguan berbicara psikogenik latah (Pendekatan psikolinguistik). Langgam Pustaka. https://books.google.co.id/books?id=gZBBEQAAQBAJ
Syah, S., & Safitri, C. D. (2025). Kelainan Berbahasa Dalam Perspektif Psikolinguistik: Analisis Penyebab Dan Strategi Penanganan. Jurnal Sains, Sosial, Dan Studi Agama, 1(6), 612–620. https://hamfara.com/kalamizu/article/view/62
Wildan, M., & Effendi, D. (2019). Gangguan Berbicara Psikogenik Pada Penderita Latah. Jurnal Sasindo Unpam, 7(2), 59–77. https://doi.org/10.32493/sasindo.v7i2.59-77
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Salsabyla Nurul Khanifah, Eko Suroso

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













