PENTINGNYA PEMAHAMAN ORANG TUA TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK DI TENGAH KONFLIK KELUARGA
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i1.8215Keywords:
Kesehatan Mental Anak, Konflik Keluarga, Pola Asuh Demokratis, Psikologi KeluargaAbstract
ABSTRACT
This study examines the crucial role of parental understanding in maintaining children’s mental health amid increasing family conflicts caused by economic pressure, social factors, and cultural changes in Indonesia. The study aims to analyze the impact of family conflict on children’s mental health, including anxiety, depression, and other emotional disorders, as well as to explore the application of democratic parenting as a preventive strategy. A qualitative descriptive approach was employed through a literature review of 20 scientific articles published between 2020 and 2025, using thematic analysis to identify the main themes. The findings indicate that family conflict, such as divorce or unhealthy parenting practices, exacerbates children’s psychological conditions. Conversely, warm and balanced democratic parenting enhances parental awareness of children’s emotional needs. Legal and religious support further strengthens the effectiveness of such interventions. This study concludes that enhancing parental understanding through education and effective communication is a strategic step to prevent the long-term negative effects of family conflict on children’s psychological well-being.
ABSTRAK
Penelitian ini membahas peran penting pemahaman orang tua dalam menjaga kesehatan mental anak di tengah meningkatnya konflik keluarga yang disebabkan oleh tekanan ekonomi, faktor sosial, dan perubahan nilai budaya di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak konflik keluarga terhadap kesehatan mental anak yang meliputi kecemasan, depresi, dan gangguan emosional lainnya, serta menelaah penerapan pola asuh demokratis sebagai strategi pencegahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui tinjauan literatur terhadap 20 artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2020-2025, dengan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa konflik keluarga, seperti perceraian atau pola asuh yang tidak sehat, memperburuk kondisi psikologis anak. Sebaliknya, pola asuh demokratis yang hangat dan seimbang terbukti meningkatkan kesadaran orang tua terhadap kebutuhan emosional anak. Dukungan dari aspek hukum dan keagamaan juga memperkuat efektivitas intevensi tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pemahaman orang tua melalui pendidikan dan komunikasi yang efektif merupakan langkah strategis untuk mencegah dampak jangka panjang konflik keluarga terhadap kesejahteraan psikologis anak.
References
Azizah, M., & Suryadi. (2025). Dampak konflik orang tua terhadap kesehatan mental anak usia dini. Dunia Anak: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 44–54. https://www.jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/PAUD/article/view/4832
Dewi, A. D., & Purwandari, E. (2024). Keharmonisan Keluarga, Integrasi Sosial, Lokus Kendali, Dan Kesejahteraan Psikologis Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum: Family Harmony, Social Integration, Locus of Control, and Psychological Wellbeing of Children in Conflict With Law. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 17(1), 90-102. https://doi.org/10.24156/jikk.2024.17.1.90
Endriani, A., & Nuraeni. (2024). Pemahaman pengasuhan yang menyenangkan dan kesehatan mental anak bagi orang tua. Jurnal Dedikasi Madani: Jurnal Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 84–88. https://ojspanel.undikma.ac.id/index.php/jdm/article/view/10417
Farikha, F., Kusdaryani, W., Ismah, I., & Setianingsih, E. S. (2024). Positive parenting untuk meningkatkan kesadaran tentang literasi kesehatan mental. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala, 4(2), 1106–1114. https://doi.org/10.51574/patikala.v4i2.1991
Huang, R., Chazan-Cohen, R., & Carlson, D. (2024). Early family conflict and behavioral outcomes in children from low-income families: The indirect effects of parental depression and parenting practices. International Journal of Environmental Research and Public Health, 21(12), 1664. https://doi.org/10.3390/ijerph21121664
Indirayanti, I. G. A. T., Maulina, N., & Tobing, G. Y. (2024). Pengaruh pola asuh keluarga terhadap kesehatan mental anak. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(3), 5308–5309. https://doi.org/10.31004/prepotif.v8i3.35548
Juriana, & Syarifah. (2018). Pemenuhan hak-hak anak dalam keluarga. Noura: Jurnal Kajian Gender dan Anak, 2(2), 1–13. https://rumahjurnal.iainsasbabel.ac.id/nou/article/view/1373
Kewa, M. N. (2022). Keterlibatan orang tua dalam memberikan stimulasi emosi pada anak. QAWWAM: Journal for gender mainstreaming, 16(2), 89-98. https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/qawwam/article/view/6566
Kusaini, U. N., & Syelvita, R. (2025). Dampak perceraian orang tua terhadap kesehatan mental anak: Pendekatan psikologis dan perspektif hukum. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 11181–11187. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/26459
Lamba, A., Singh, V., Arora, S., & Paliwal, S. (2025). How authoritative, authoritarian, permissive, and neglectful parenting shapes children’s behavioural development. International Journal of Indian Psychology, 13(4), 227–238. https://ijip.co.in/index.php/ijip/article/view/10430
Matahati, S., & Markoni. (2022). Akibat hukum dari perceraian terhadap anak menurut hukum yang berlaku. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 1(4), 1311–1326. https://doi.org/10.58344/jmi.v1i4.134
Mayasari, E. D., Anggadewi, B. E. T., Evanjeli, L. A., Purnomo, P., & Saktiawati, A. M. I. (2022). Merawat kesehatan mental anak. SHARE: Journal of Service Learning, 8(1), 1–8. https://doi.org/10.9744/share.8.1.1-8
Muzan, A., Muir, S., Basri, H., Gemilang, K. M., & Darulhuda. (2022). Mitigasi konflik rumah tangga dalam upaya menjaga keutuhan keluarga sakinah. Hukum Islam, 22(2), 54–69. http://dx.doi.org/10.24014/jhi.v22i2.21434
Novliadi, F., Safrin, S., & Ramadhani, E. (2023). Membangun komunikasi orang tua dan anak melalui program parenting di TK Ar-Rahman Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Deli Serdang. KomunikA, 19(1), 45–54. https://doi.org/10.32734/komunika.v19i01.10355
Nurjaya, I. T., Daud, M., & Jafar, E. S. (2025). Pengaruh pola asuh demokratis terhadap kecerdasan emosional pada remaja akhir. PAEDAGOGY: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 4(4), 670–676. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v4i4.4466
Oktariani, O. (2021). Dampak Toxic Parents dalam Kesehatan Mental Anak. Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K), 2(3), 215-222. https://doi.org/10.51849/j-p3k.v2i3.107
Patandung, V. P., Langingi, A. R. C., Rembet, I. Y., Somba, F., & Mandagi, G. (2022). Edukasi pentingnya menjaga kesehatan mental pada anak remaja di lembaga pembinaan khusus anak II Tomohon. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), 3(2), 1213–1219. http://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jpkm/article/view/544
Permatasari, A., Puspitosari, W. A., & Savitri, G. S. (2025). Ketahanan keluarga sebagai intervensi sosial dalam krisis kesehatan mental anak muda. JCOMENT (Journal of Community Empowerment), 6(2), 82–95. https://doi.org/10.55314/jcoment.v6i2.1008
Putri, S. Y. E., & Yuliani, F. (2025). Komunikasi nonverbal sebagai strategi penyelesaian konflik keluarga dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Jurnal MADIA, 6(1), 21–32. https://jurnal.umb.ac.id/index.php/madia/article/view/8373
Sholikha, D. W. (2022). Pendidikan parenting: Mengembangkan kemampuan orang tua dalam mendidik anak. Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan, 17(2), 178–191. https://doi.org/10.29408/edc.v17i2.9437
Sholikha, J., Irwanto, & Fardana, N. N. A. (2019). Kualitas interaksi orang tua dan anak terhadap perkembangan emosional anak. Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, 3(3), 243–248. https://doi.org/10.20473/imhsj.v3i3.2019.243-248
Sihombing, G., Parapat, J. G., Elsa, Simatupang, E. S., Sinaga, J. R. B., & Naibaho, D. (2024). Pengaruh konflik dalam keluarga terhadap perkembangan emosional anak. Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 3(2), 764–770. https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/931
Subhi, M. R., & Sunyoto. (2025). Peran bimbingan dan konseling Islam dalam membangun keharmonisan rumah tangga. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 7(1), 75–80. https://doi.org/10.32332/kt5qfw02
World Health Organization. (2023). Mental health of adolescents. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health
Zain, A., Mi’raj, R., Nk, M., Azhari, A., & Maturidi, M. (2024). Identifikasi bentuk komunikasi efektif orang tua dengan anak: Identifying effective communication forms between parents and children. Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam, 7(2), 395–404. https://jurnal.pabki.org/index.php/alisyraq/article/view/611
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ghaniyya Putri Salsabila, Yani Achdiani, Gina Indah Permata Nastia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













